SportPhysio UMM Bekali Pencegahan dan Penanganan Mandiri Low Back Pain pada Penghuni Lapas Perempuan Kota Malang

Kamis, 07 Februari 2019 14:59 WIB

Salah satu keluhan yang sering dijumpai saat ini adalah nyeri pinggang bawah atau Low Back Pain. Penyebab utama keluhan ini adalah terlalu lama duduk dalam keadaan statis, kurang melakukan aktifitas, serta sering mengangkat barang berat dengan posisi mengangkat yang salah. Kondisi ini bisa dialami siapa saja. Tak terkecuali para penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Kota Malang.
Salah satunya, di Lapas Perempuan Kelas IIA Sukun, Kota Malang didapatkan banyak Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengalami nyeri pinggang. Sedangkan di Lapas berkapasitas 600an orang ini belum tersedia tenaga ahli fisioterapi.
 
Hal tersebutlah yang mendorong Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui mahasiswa praktikum kelembagaan prodi Kesejahteraan Sosial dan Fisioterapi UMM, Rabu (6/2), membekali para WBP melakukan penanganan mandiri nyeri pinggang bawah. 
 
“Melihat respon positif dari WBP kami berharap program ini dapat berkelanjutan, Kami merekomendasikan agar diadakannya program fisioterapi di klinik Lapas ini. Kalau perlu kita adakan kerjasama,” kata Wofi Toyyibatul Chusna, mahasiswa praktikan. 
 
Usulan inipun disambut baik salah satu WBP, Fenny. “Banyak WBP disini mengeluh sakit pinggang. Sepertinya karena aktivitas yang dilakukan cukup berat seperti mengangkat barang, galon air, dan ditambah dengan faktor usia,” ungkapnya. 
 
“Saya harap program ini dapat berlanjut dalam bentuk kerjasama antara Lapas dengan kampus UMM,” terangnya. Dalam eksekusinya, para praktikan bekerjasama dengan salah satu komunitas kesehatan Sportphysio Prodi Fisioterapi UMM. 
 
 
Ali Multazam, S.Ft. M.Sc, dosen UMM yang menggawangi Sportphysio UMM menyatakan bahwa agenda tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi WBP. Juga, menjadi momen memfamiliarkan profesi fisioterapi kepada masyarakat. 
 
"Sebenarnya fisioterapi dibutuhkan oleh masyarakat. Karena fisioterapi berbicara fungsi dan gerak serta bagaimana menjaga raga agar tetap terjaga," jelas pria yang akrab disapa Azam tersebut. Ia juga berharap agenda ini dapat berkelanjutan. (*/mir/can)
 

Shared: