Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang
Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang

SIKAP DUDUK ANDA MEMPENGARUHI KESEHATAN ANDA

                                                     Home                                                     Next

  

SIKAP DUDUK ANDA MEMPENGARUHI KESEHATAN ANDA

Sikap kerja tidak alamiah atau kebiasaan duduk yang salah dapat menyebabkan posisi bagian-bagian tubuh menjauhi alamiah, misalnya punggung terlalu membukuk, kepala terlalu terangkat, menyandarkan tubuh pada salah satu sisi tubuh dan sebagainya semakin jauh bagian tubuh dan gravitasi tubuh maka semakin pula resiko terjadinya keluhan otot. Banyak orang yang menderita sakit punggung ternyata bermula dari kebiasaan salah yang mereka lakukan. Akibatnya, posisi dan fungsi organ-organ vital, khususnya di daerah perut ikut terpengaruh. Yang tak kalah penting postur tubuh yang baik juga membuat penampilan menjadi memikat sehingga meningkatkan rasa percaya diri. Duduk dalam jangka waktu yang lama juga dapat menyebabkan LBP atau nyeri punggung bawah. Bekerja dengan komputer, bekerja di pabrik, dipasar, dirumah, tukang jahit, sopir, tukang sayur, murid sekolah juga tidak terlepas aktivitasnya dilakukan dengan duduk yang lama.

Berbicara tentang postur yang baik, meski sudah banyak ahli yang mendefinisikan namun ide dasar tentang apa yang disebut dengan postur yang baik sebetulnya masih samara (Hutton WC dan Adams MA 1985 dalam Parjoto 2007). Postur yang baik selama ini digunakan adalah berasal dari tradisi militer yaitu lebih berorientasi pada estetika dimana sewaktu duduk punggung harus tegak dan tidak boleh membungkuk kedepan atau lunglai (Parjoto,2007). Duduk tegang dan kaku akan memberikan tekanan pada tulang belakang, sikap duduk yang keliru akibat kursi yang tidak sesuai dengan Antropometri pemakai juga dapat menambah tekanan yang terjadi dan merupakan penyebab utama adanya masalah-masalah punggung seperti nyeri punggung bawah.

Para peneliti dalam paparannya di hadapan masyarakat Radiological Society of North America, menyakinkan bahwa posisi duduk terbaik yakni 135 derajat di dekat meja kerja. Jarak ini terbukti bisa membantu menimalkan cedera pada punggung bagian bawah. Data yang diambil dari British Chiropractic Association ini menyebutkan sekitar 32 persen populasi menghabiskan waktu lebih dari 10 jam sehari untuk duduk di depan meja kerja.

Setengah dari mereka tak pernah meninggalkan meja kerja mereka, bahkan saat makan siang. Sementara dua pertiga menambah porsi duduk tegak saat mereka berada di rumah. Penelitian yang dilakukan dengan bantuan Woodend Hospital, Aberdeen, Skotlkandia ini melakukan percobaan pada 22 sukarelawan yang memiliki punggung sehat. Punggung mereka discan dengan mesin MRI, yang memudahkan pasien bergerak bebas, sehingga mereka bisa tetap berdiri maupun duduk, selama tes berlangsung. Beda dengan scanners tradisional yang mengharuskan pasien untuk berbaring. Teknik ini justru menyebabkan rasa sakit yang timbul karena gerakan atau postur tubuh yang berbeda. Dalam studi ini, pasien diminta duduk dalam tiga posisi. Yaitu membungkuk dengan posisi tubuh condong ke depan dengan sudut kemiringan sekitar 70 derajad. Kedua, posisi duduk tegak (90 derajat), dan duduk santai dengan postur miring 135 derajat.

 Selanjutnya, peneliti mengukur sudut tulang belakang, tinggi dan pergerakan piringan tulang belakang dalam berbagai posisi. Piringan tulang belakang bergerak saat 'tumpuan beban berat badan' terpusat semuanya pada tulang belakang, sehingga membuat piringan sendi keluar dari tempatnya. Pergerakan piringan sendi ini ditemukan pada posisi duduk 90 derajad dari kursi (posisi tegak sempurna). Sementara posisi 135 derajad bisa mengurangi ketegangan piringan sendi dan membuat tendon dan otot jadi lebih rileks.

Sementara posisi membungkuk menyebabkan pengurangan tinggi tulang belakang, dan mengakibatkan kerusakan tulang belakang bagian bawah. Dengan hasil studi tersebut, para peneliti meyakini bahwa posisi duduk 135 derajad adalah yang terbaik, karena posisi tersebut tidak menyebabkan tekanan pada tulang ligamen, dan otot-otot tetap berada dalam posisi baik di punggung. Pemimpin studi Dr Waseem Bashir dari Department of Radiology and Diagnostic Imaging, dari University of Alberta Hospital, Kanada, mengatakan duduk dalam posisi anatomis adalah sangat penting, karena jaringan pada tulang belakang terhubung dengan ligamen yang bisa memicu rasa sakit jika posisi tidak pada tempatnya, dan bisa berkembang menjadi penyakit kronis.

Pustaka                :

·         Parjoto, Slamet, (2007); Pentingnya Memahami Sikap Tubuh Dalam Kehidupan, Majalah Fisioterapi Indonesia Vol. 7 No. 11/Mei 2007, IFI Graha Jati Asih, Jakarta

·         Idyan, Zamnan S. Kep (2007); Hubungan Lama duduk saat Perkuliahan Dengan Keluhan ” Low Back

Pain”, Skripsi, tak dicetak.

 

Penulis : Rakhmad Rosadi SST. FT.



                                                     Home                                                     Next

 

Shared: