Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang
Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang

PERHATIKAN TULANG PUNGGUNG ANDA

Back                                                     Home                                                     Next


PERHATIKAN TULANG PUNGGUNG ANDA

Dalam bahasa Inggris kata “health” mempunyai dua pengertian dalam Bahasa Indonesia yaitu “sehat” atau “kesehatan”. Sehat menjelaskan kondisi atau keadaan dan subyek misalnya anak sehat ibu sehat dan sebagainya. Sedangkan kesehatan menjelaskan sifat dan subyek misalnya kesehatan manusia, kesehatan masyarakat dan sebagainya. Sehat dalam pengertian atau kondisi mempunyai batasan yang berbeda-beda secara awam sehat diartikan keadaan seseorang dalam kondisi tidak sakit tidak ada keluhan, dapat menjalankan kesehatan sehari-hari dan sebagainya. Menurut batasan ilmiah sehat atau kesehatan telah dirumuskan dalam Undang-Undang Kesehatan No 2 1992 sebagai berikut: “keadaan sempurna baik fisik, mental dan sosial dan tidak hanya bebas dan penyakit dan cacat serta produktif secara ekonomi dan sosial “ (Notoatmojo,2005).

Perkembangan globalisasi membawa dampak yang cukup signifikan pada dunia kesehatan, khususnya dengan berkembangnya dunia semakin banyak penyakit yang akan diderita oleh manusia. Tetapi dunia medis juga banyak mengalami banyak perkembangan. Perkembangan teknologi dan pendidikan pada sekolah-sekolah yang harus bergerak maju semakin menuntun siswa untuk aktif, dimana sering kali keaktifan ini dapat berakibat buruk terjadinya kesalahan pada tubuh yang dapat menimbulkan cidera pada jaringan lunak tulang maupun saraf. Kejadian yang banyak terjadi pada usia anak sekolah antara SD sampai SMP ialah kesalahan sikap atau postur tubuh dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar yang dapat menyebabkan gangguan cedera yang terjadi akibat kesalahan sikap tubuh menyebabkan trauma pada tulang seperti terjadinya defomitas misalnya skoliosis, kiposis ataupun lardosis.

Skoliosis berasal dari kata Yunani yang berarti lengkungan, mengandung arti kondisi patologik.Vertebra servikal,torakal, dan lumbal membentuk kolumna vertikal dengan pusat vertebra berada pada garis tengah. Skoliosis adalah deformitas tulang belakang yang menggambarkan deviasi vertebra kearah lateral dan rotasional. Bentuk skoliosis yang paling sering dijumpai adalah deformitas tripanal dengan komponen lateral,anterior posterior dan rotasional(Ashari, 2008).

Menurut Harjono (2005) skoliosis adalah kelinan sikap tubuh dimana terjadi penyimpangan  susunan tulang belakang jika dilihat dari belakang  adanya kurva tulang belakang ke arah lateral diikuti dengan rotasi.

Skoliosis memang tidak menimbulkan rasa nyeri, namun dapat menggangu rasa percaya diri anak, yang pasti skoliosis berbahaya bila terjadi pada masa pertumbuhan tulang. Pasalnya, selain akan semakin progresif, juga berpengaruh pada postur tubuh. Seperti jalan pincang karena pinggul tinggi sebelah. Atau bisa juga tubuhnya jadi membungkuk ke depan. Menurut ahli orthopedic dan rematologi RSU Dr. Soetomo Surabaya, dr.Ketut Martiana Sp. Ort.(K), 4,1% dari 2000 anak SD hingga SMP di Surabaya, setelah diteliti ternyata mengalami tulang bengkok. Bahkan dan hasil rongten sebagai bentuk pemeriksaan lanjutan diketahui yang kebengkokanya mencapai 10 derajat sebanyak 1,8 %,sedangkan yang lebih dari 10 derajat sebanyak 1%(Rahayu,2008).

Sebab-sebab pembengkokan (skoliosis) tadi belum seluruhnya diketahui, tetapi ada beberapa sebab. Bebrapa sebab yang jelas diantranya:
1. Conginental
    Disini pembengkakan disebabkan semenjak lahir dan sifatnya bisa tang atau bisa progresif.
2. Karena salah sikap
3. Imbalance
    Skoliosis ini disebabkan karena rusaknya keseimbangan otot-otot disebelah kiri dan kanan tulang punggung, terutama pada penyakit polio dan Pontius dapat menyebabkan imbalance skoliosis ini.
4. Metabolic skoliosis

Beberapa kali menamakan metabolic skoliosis ini idiopathic skoliosis, sebab musababnya tidak begitu jelas, akan tetapi dipikirkan adanya hubungan antara idiophatic skoliosis dan proses metabolisme didalam tubuh terutama yang berhubungan dengan pertumbuhan tulang.

Umumnya pembengkokan yang disebabkan karena salah sikap ini baru terdapat pada waktu kanak-kanak, antara umur 6 tahun samapi 17 tahun dan dapat disebabkan karena kebiasan yang salah, terutama dalam sikap duduk di sekolah. Umumnya skoliosis ini tidak berat dan tidak progresif dan dapat diperbaiki dengan perbaikan sikap (Soeharso, 1993).

 Pada umumnya skoliosis mendapat perhatian apabila penderita mulai menitikberatkan pada penampilan dini, walaupun skoliosis rata-rata tidak memberikan kesakitan tetapi rata-rata penderita meras malu, rendah diri, dan ingin memberikan keyakinan pada din sendiri. Ada beberapa pendapat yang menyatakan tentang skoliosis seperti halnya dinyatakan bahwa skoliosis ialah kelainan bentuk pada tulang belakang yang ditandai dengan melengkungnya tulang belakang kearah samping (lateral curvature of the spine).

Hanya skoliosis yang disebabkan karena salah sikap dapat dibetulkan dan ini dapat dilakukan dengan gymnastic, untuk skoliosis lain-lainya maka tetapi konservatif tidak akan memberikan hasil, sehingga satu-satunya jalur adalah mengadakan koreksi dengan operasi. Dimana terdapat pembengkakan didalam artthodesis antara vertebrae yang membengkak dan koreksi pembengkakan. Perlu diingat bahwa didalam terapi aprakoreksi teknik oprasi, teknik fixatie dan follow up, sebaliknya jika tidak diadakan oprasi maka skoliosis lebih kuat dan akan merubah struktur dan jaringan-jaringan lainnya.

Peluang kesembuhan amat tergantung pada kedisiplinan yang bersangkutan menggunakan brace. Selain biasanya perlu ditunjang pula dengan melakukan senam kusus demi mendukung keberhasilan tindakan koreksi. Senam skoliosis ini diharapkan dapat menguatkan otot-otot punggung dan pinggang. Khusus untuk skoliosis yang kebengkokanya mjencapai lebih dan 40 derajat, dianjurkan untuk menjalani operasi aleh dokter bedah tulang. Tujuanya agar tulang belakang dapat stabil dan skoliosis tidak bertambah berat.

Pengunaan bracing menunjukan hampir 40% tetap mengalami masalah tulang belakang, tetapi 70% penderita yang tidak menggunakan bracing keadaan mereka malah menjadi buruk. Brace tidak dapat menyembuhkan skoliosis hanya menjaga keadaan agar tidak lebih progresif. Sama halnya dengan penggunaan brace, pembedahan juga tidak dapat mengambalikan pada keadaan semula, kebanyakan pembedahan untuk koreksi skoliosis pada kelengkungan 60 derajat hanya mampu diluruskan 70% saja (Jamaludin,2006).

Penderita Skoliosis (Hart,2008)
 

Daftar Pustaka :

Harjono, J, 2005, Skoliosis, Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi XX, Cirebon

http://www.depkes.go.id

http://www.hmetro.com.my/Sunday/kesehatan 

http://www.spineuniverse.com/www.erricospine.com

http://www.tabloid_nakita.com/www.tabloidnova.com

Jamaludin, 2006, Pertumbuhan Tulang Tidak Normal, Medan

Notoatmojo(1993); Metodelogi Penelitian Kesehatan, rineka cipta,Jakarta , p6-10.Soeharso. (1993); Pengantar Ilmu Bedah Ortopedi, cetakan ke II, yayasan esentia medica, Surakarta

Penulis : Rakhmad Rosadi, SST. FT.

 









Back
                                                     Home                                                     Next
Shared: