Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang
Prodi Fisioterapi
Universitas Muhammadiyah Malang

MENGIDENTIFIKASI RESIKO TERJADINYA CIDERA LUTUT PADA WANITA

Back                                                     Home                                                     Next



MENGIDENTIFIKASI RESIKO TERJADINYA CIDERA LUTUT PADA WANITA



           Tindakan pencegahan pada cidera lutut dimulai dengan memahami penyebab utama kenapa wanita beresiko lebih besar mengalami cidera lutut ( akut maupun kronis ). Pada pembahasan sebelumnya bahwa faktor anatomis dan hormonal berpengaruh terhadap resiko terjadinya cidera pada lutut. Dan pada banyak wanita dari berbagai umur ( terutama kalangan remaja ) beberapa dasawarsa terakhir yang berminat aktivitas olahraga mengalami peningkatan, baik dari sekedar hobby sampai menjadi atlet profesional. Sayangnya di sisi lain jumlah peningkatan cidera lutut pada wanita mengalami peningkatan dibandingkan laki-laki (Green J, 2010).

 

Gambar : Wanita Lebih Beresiko Cidera Lutut.

Sementara beberapa penelitian terus mempelajari penyebab yang berkaitan korelasi peningkatan resiko cedera pada wanita, sejumlah faktor spesifik seperti bentuk antomis, faktor asupan energi menjadi faktor yang dominan terhadap terjadinya cidera. Berkaitan dengan faktor struktur anatomi menjadi salah satu penyebab terjanya cidera, masalah lain adalah berkaitan dengan otot, tulang dan hormon mengapa banyak wanita riskan cidera lutut. Dengan memahami faktor-faktor penyebab kemudian dapat mengembangkan program-program khusus untuk membatu mengurangi faktor resiko tersebut.

Identifikasi Resiko Cedera Lutut Pada Wanita

Ada beberapa test untuk mengidentifikasi berkaitan dengan faktor resiko cidera lutut pada wanita. Dengan test tersebut dapat diperoleh hasil apakah seseorang seseorang riskan mengalami cidera lutut. Jenis testnya bermacam-macam, seperti Single Leg Hop and Hold (SLH), Drop Vertical Jump (DVJ) Single Leg Squat (SLS).

Single Leg Hop and Hold ( SLH )

Test ini digunakan sebagai cara yang praktis untuk menilai kekuatan otot tungkai, kesimetrisan tungkai yang normal, kontrol neuromusculer pada tungkai dan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang melibatkan stabilitas lutut. Test ini dianggap lebih fungsional dari pada test dengan cara mengukur satu per satu kekuatan otot tungkai.

Gambar : Single Leg Hop and Hold ( SLH )

Drop Vertical Jump ( DVJ )

Test ini dapat mengidentifikasi gerakan lutut ke arah medial untuk mendeteksi kestabilan sendi lutut seseorang. Gerakan lutut ke arah medial kemungkinan berkaitan dengan bentuk lutut yang genu valgus secara keseluruhan ketika bergerak dianamis. Terjadi gerakan tulang femoralis ( tulang paha ) ke arah adduksi, adanya rotasi internal dari tulang femoralis hal ini berkaitan dengan bentuk pinggul. Disisi lain terjadi gerakan rotasi eksternal adi tulang tibialis ( tulang tungkai bawah / tulang kering ) dan tidak ada gerakan pronasi pada kaki.


Gambar : Drop Vertical Jump ( DVJ )

Single Leg Squat ( SLQ )

Tes ini biasanya dipakai pada olahragawan untuk mengukur tingkat keseimbangan berkaitan dengan kestabilan tungkai. Pada tes ini memerlukan kontrol yang baik dari tungkai ketika salah satu tungkai sebagai tumpuan tubuh. Jadi kontrol yang baik nanti berhubungan dengan stabilitas salah satu sendi tungkai, salah satunya persendian pada lutut.



Gambar : Single Leg Squat ( SLQ )

Daftar Pustaka

Livengood AL, DiMattia MA, Uhl TL. "Dynamic Trendelenburg": Single-Leg-Squat Test for Gluteus Medius Strength. Athletic Therapy Today. 2004;9(1):24-25.

DiMattia MA, Livengood AL, Uhl TL, Mattacola CG, Malone TR . Validating The Single-Leg Squat Test As A Functional Test For Hip Abduction Strength. J Athl Train. 2004 Apr–Jun; 39(Suppl 2): S-81–S-119.

DiMattia MA, Livengood AL, Uhl TL, Mattacola CG, Malone TR. What Are the Validity of the Single-Leg-Squat Test and Its Relationship to Hip-Abduction Strength? Journal of Sport Rehabilitation. 2005;14(2):108.

Penulis : Safun Rahmanto

 
 

Back                                                     Home                                                     Next

Shared: