PFAI dan Departemen Pediatri Fisioterapi UMM Lakukan Standarisasi Laboratorium

Foto Bersama Ketua PFAI, Ketua Departemen Fisioterapi Pediatri, dan Asisten Laboratorium

Ketua Perkumpulan Fisioterapi Anak Indonesia (PFAI), dr. Yohanes Purwanto, Ftr, S.Psi lakukan kunjungan ke Kampus I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Departemen Fisioterapi Pediatri, Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M.Fis, Sabtu, (13/01/2024). Kunjungan ini merupakan upaya tindak lanjut dari diskusi mengenai standarisasi laboratorium pediatri di beberapa kegiatan dan juga pengembangan laboratorium fisioterapi UMM terstandar International Organization for Standardization (ISO: 17025.2017), ungkap Atika Yulianti. Selain itu, dr. Yohanes juga menyampaikan bahwa laboratorium pediatri yang ada di Program Studi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis UMM sudah memenuhi kebutuhan pembelajaran. Parameter untuk menentukan standarisasi laboratorium pediatri di Indonesia memang masih belum tersedia. Sehingga salah satu upaya yang PFAI lakukan adalah mengadopsi sistem laboratorium pediatri dari luar negeri. Beliau juga sharing bagaimana research laboratory setting di National Taipei University (NTU), Taiwan, tempat beliau mengenyam pendidikan doktoralnya. Laboratorium fisioterapi pendiatri perlu dilakukan pengembangan kompetensi neonatal care, pediatric care, dan sensory laboratory setup. Pengembangan inilah yang merupakan kompetensi pembeda antara tingkat diploma dan sarjana dan atau profesi. Laboratorium pediatri memiliki konsep yang lebih sederhana apabila dibandingkan dengan laboratorium lainnya. Namun, pada penatalaksanaannya membutuhkan kemampuan analisis yang tinggi. Disamping itu laboratorium pediatri juga harus mampu memberikan simulasi ataupun situasi nyata seperti pada layanan kesehatan secara umum. Diakhir kujungannya, dr. Yohanes mengatakan bersedia untuk melakukan pengembangan laboratorium pediatri bersama fisioterapi UMM. Pengembangan ini diharapkan menjadi penghubung antara kondisi di layanan kesehatan dengan proses pembelajaran. Sehingga capaian pembelajaran (CPL) berjalan dengan optimal sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Penulis dan Editor Bayu Prastowo