Pioner Berbagai Inovasi, Fisioterapi UMM Raih Akreditasi Unggul

Foto Bersama dengan Asesor LAMPT-Kes

Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis mengumumkan pencapaiannya dalam meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes). Pencapaian gemilang ini tertuang di Surat Keputusan (SK) No.0367/LAMPT-Kes/Akr/Sar/VI/2024 dan No.0368/LAMPT-Kes/Akr/Pro/VI/2024 yang diterbitkan pada 14 Juni 2024. Bukan hanya kali ini saja Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pioner diberbagai inovasi akademik ataupun non-akademik. Sebelumnya telah menjadi program studi pertama di Jawa Timur pada tingkat sarjana ataupun profesi pada tahun 2012. Selain itu juga menjadi program studi pertama yang memiliki tenaga pendidik doktoral fisioterapi. Guna menciptakan profil lulusan sesuai dengan standar nasional dan internasional, seluruh tenaga pendidik tersebut berasal dari lulusan perguruan tinggi luar negeri. Selain itu juga dari lulusan perguruan tinggi nasional terbaik. Tak sampai disitu, tenaga pendidik tersebut juga telah tersertifikasi Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS), Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) dan Dry Needling (DN). Kiprahnya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dibuktikan dengan karya akademik seperti publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual (HKI) hingga paten. Bukan hanya tenaga pendidik, para mahasiswa juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Sederet medali terpampang menghiasi prestasi yang telah diraihnya. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Dr Yoyok Bekti Prasetyo, MKep, SpKom menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh sivitas akademik dilingkungan program studi atas kerja cerdasnya. Semoga ini menjadi lecutan untuk terus menjadi yang terbaik. Dimas Sondang Irawan, SSTFt, MFis, PhD selaku Ketua Program Studi Fisioterapi dan Safun Rahmanto, SSTFt, MFis selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis mengungkapkan hal yang sama, “Dedikasi seluruh sivitas akademika serta berbagai prestasi menjadi komitmen kita semua untuk terus mengembangkan kualitas mutu. Sedari awal kita tidak hanya berfokus dalam proses pembelajaran. Namun, kita berupaya menyiapkan lulusan untuk siap memberikan layanan prima,” ungkapnya. “Lulusan profesi fisioterapis secara umum memiliki masa tunggu tidak lebih dari 4 bulan. Alhamdulillah, lulusan kita juga saat ini tersebar diseluruh Indonesia baik di klub olahraha, klinik, rumah sakit, praktik mandiri, dosen hingga peneliti. Bahkan beberapa diantaranya menjadi perwira fisioterapis di TNI AD,” tandasnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Peringati HUT IFI Ke-56, Fisioterapi UMM Galakan Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional

Foto Bersama Pengabdian kepada Masyarakat Bersama Alumni di Lombok

JurnalPost: Gerakan pengabdian kepada masyarakat tengah terus digalakan oleh Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini berkaitan dengan peringatan HUT Ikatan Fisioterapi Indonesia yang ke-56. Pengabdian ini mengangkat tema “Bergerak Bersama Fisioterapi Untuk Indonesia Maju”. Pengabdian diselengarakan di RT 01 Lingkungan Marong Jamaq Utara, Mataram dan diikuti oleh lebih dari 50 masyarakat, Rabu (10-13/7/2024). Kegiatan ini disambut hangat oleh Perangkat Kelurahan dari Lingkungan Marong, Lalu Muhammad Yaqub S.E, “Senang rasanya menerima kegiatan pengabdian dari para akademisi dilingkungannya. Keterlibatan dari berbagai perangkat sekitar dan ikatan alumni fisioterapi UMM sangat membantu dalam meningkatkan wawasan baru. Saya yakin ini semua tak lepas dari rencana tindak lanjut kedepannya”, katanya. Dimas Sondang Irawan SST.Ft., M.Fis., Ph.D, dalam sambutanya juga menyampaikan, “Kegiatan ini bekerjasama dengan ikatan alumni fisioterapi UMM yang tersebar diwilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan ini kami berharap para masyarakat dapat mengenal dan menjangkau fisioterapi melalui alumni kami,” jelasnya. Kegiatan pengabdian ini sebelumnya telah dijembatani oleh para alumni. Sehingga yang disampaikan ini berdasarkan permasalahan yang sering terjadi di tengah lingkungan masyarakat Marong. Seperti permasalahan gerak tubuh, penurunan kekuatan dan nyeri otot, obesitas, kebugaran fisik dan perilaku tumbuh kembang ditengah kemajuan teknologi. Materi pengabdian tersebut disampaikan oleh dosen fisioterapi UMM sesuai dengan kepakarannya. Keluhan tersebut dinilai akibat kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya alam dilingkungan. Seperti keluhan masyarakat mengenai nyeri otot, kelemahan otot, serta rasa mudah lelah yang dapat dicegah melalui konsumsi makanan tinggi kalsium. Jenis makanan yang dapat dikonsumsi meliputi ikan, kacang-kacangan, telur, produk olahan susu dan sayuran berdaun hijau. Seluruh makanan ini dapat dengan mudah ditemui di lingkungan Marong. Selain itu juga, pola makan dengan real food mampu mengurangi kejadian obesitas. Perilaku obesitas saat ini juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Salah satu contoh sederhananya adalah penggunaan kendaraan bermotor walaupun hanya aktivitas ke sekitar rumah. Pola ini dapat dirubah dengan membiasan berjalan kaki, karena dengan 8.000-10.000 langkah mampu menurunkan 2kg berat badan. Tak hanya itu, dosen juga memberikan pencegahan ketika masyarakat mengalami nyeri pada tubuh, yang masyarakat sekitar sebut dengan istilah “panggel”. Yang tak kalah pentingnya adalah menyoroti pola asuh dengan normalisasi penggunaan gawai pada balita hingga anak-anak. Pembiasaan ini jika diteruskan dapat menurunkan kemampuan motorik, gangguan penglihatan, perubahan postur, dan menurunkan ketrampilan bersosialisasi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo