Fisioterapi UMM Sambut Tahun Ajaran 2024/2025 dengan Wajah Baru Asisten Laboratorium

Tim Asisten Laboratorium Fisioterapi UMM

Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap menyambut tahun ajaran baru 2024/2025 dengan sejumlah inovasi yang siap meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), sebuah pendekatan yang berfokus pada capaian belajar yang diharapkan dari para mahasiswa. Kurikulum OBE ini dirancang untuk memastikan lulusan Program Studi Fisioterapi UMM memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dapat beradaptasi dengan perubahan di sektor kesehatan. Penerapan kurikulum ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia profesional. Selain itu, kehadiran Asisten Laboratorium (Aslab) baru juga menjadi warna baru dalam perkuliahan tahun ajaran ini. Para Aslab ini telah melewati serangkaian seleksi ketat yang meliputi Tes Potensi Akademik Fisioterapi (TPAF), observasi praktik, dan wawancara. Seleksi ini dilakukan untuk memastikan bahwa Aslab yang terpilih memiliki kemampuan akademik dan praktis yang mumpuni, serta mampu mendukung proses pembelajaran di laboratorium. Tugas para Aslab ini mencakup tanggung jawab mendampingi mahasiswa saat kegiatan praktikum dan memberikan asistensi kepada mahasiswa dalam menyusun laporan praktikum. Selain itu, Aslab juga berperan dalam membantu memonitor pelaksanaan praktikum, memastikan bahwa seluruh peralatan laboratorium digunakan dengan benar dan aman, serta membantu dalam evaluasi kinerja mahasiswa selama praktikum. Para Aslab ini, Cici Farida Ahmad Putri, Ferina Nur Aqilah, Bagus Prasetyo Pamungkas, Nurul Waridhil Iqbal, Naela Saumi Zuventin, Nur Halizah Rahma Dini, Rizki Awwaludin, Prabawati Sinta Mario, Rahmantia Junus, Agnes Darin dan Alimah Yusandy. Mereka nantinya akan ditempatkan di beberapa departemen, yakni muskuloskeletal, pediatri, geriatri, olahraga, kardiopulmonal, dan neuromuskular. Dengan adanya Aslab di setiap departemen, mahasiswa diharapkan dapat lebih optimal dalam mengasah keterampilan praktis mereka, di bawah bimbingan tenaga pendidik yang profesional. Persiapan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan mendalam bagi para mahasiswa, guna mencetak fisioterapis yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo