Mahasiswa Fisioterapi UMM Dibekali Skill Menulis Manuskrip hingga Raih HKI

Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan perkembangan pesat dengan berbagai gebrakan inovatif. Salah satu terobosan utamanya adalah memberikan pengalaman studi yang mencakup kemampuan menulis manuskrip pengabdian dan penelitian, yang diambil langsung dari permasalahan mitra. Langkah ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan akademis dan praktik yang mendalam. Selain itu, mahasiswa juga dipacu untuk meraih Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Menurut Ketua Program Studi, Safun Rahmanto, M.Fis, langkah ini memberikan kontribusi signifikan pada portofolio mahasiswa, sekaligus memperkaya literatur fisioterapi di Indonesia. “Ini adalah upaya kami untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Harapannya, lulusan kami tidak hanya menjadi klinisi yang andal, tetapi juga mampu membuat manuskrip yang relevan untuk menambah khazanah keilmuan fisioterapi di tanah air,” ujar Safun. Sebagai program yang berorientasi pada praktik, Program Studi Profesi Fisioterapis UMM memiliki tiga belas stase dengan wahana praktik tersebar di berbagai wilayah, mulai dari Jawa Timur, Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga Bali. Pada tahap awal pendidikan, mahasiswa difokuskan pada kompetensi promotif dan preventif di Puskesmas yang tersebar di kawasan Malang Raya. Pada stase awal inilah mahasiswa mendapatkan bimbingan intensif dalam penulisan manuskrip dan pembuatan karya inovatif sebagai metode promotif dan preventif. Dukungan masyarakat terhadap program ini cukup besar, terlihat dari antusiasme mereka terhadap layanan fisioterapi pada tingkat pertama. Bahkan, masyarakat berharap layanan ini dapat terus berlangsung di Puskesmas untuk membantu menjaga kesehatan mereka. Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa fokus pada tingkat promotif dan preventif menghadirkan tantangan unik. “Kami harus lebih mengedepankan komunikasi terapeutik daripada hanya berfokus pada metode intervensi spesifik,” ujarnya. Dengan kombinasi antara kompetensi akademis, klinis, dan praktik di lapangan, Program Studi Profesi Fisioterapis UMM berkomitmen mencetak lulusan berdayasaing sekaligus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Gebrakan ini menunjukkan bagaimana pendidikan fisioterapi dapat menjadi motor perubahan di dunia kesehatan Indonesia. Penulis dan Editor Bayu Prastowo