Mengawal Kebugaran Pelari: Peran Mahasiswa Fisioterapi UMM di Ajang Lari Trenggalek

Foto Bersama Tim Medis Trenggalek Economic Run 2024

Danang Wasis Medika Putra, mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), menunjukkan semangat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dengan terpilih menjadi bagian dari tim fisioterapis dalam ajang Trenggalek Economic Run 2024. Acara yang berlangsung di Kabupaten Trenggalek ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga simbol pemberdayaan ekonomi lokal dengan memadukan olahraga, kreativitas, dan pengembangan ekonomi masyarakat. Pendiri UMKM Perempuan Perintis Indonesia (UPRINTIS) menjelaskan bahwa acara ini menjadi wadah strategis untuk mendorong ekonomi kreatif sekaligus menanamkan nilai-nilai kesetaraan dan inklusivitas. “Trenggalek Economic Run 2024 hadir sebagai kegiatan kreatif yang mampu menjadi motor penggerak ekonomi. Acara ini juga menjunjung tinggi nilai kesetaraan dengan melibatkan berbagai komunitas, termasuk penyandang disabilitas, sehingga memberikan hak dan kesempatan yang sama untuk berpartisipasi dan berkarya,” tuturnya. Sebagai bagian dari semangat MBKM, Danang memanfaatkan kesempatan ini untuk memperoleh pengalaman lapangan yang relevan dengan bidang ilmunya. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya membantunya meningkatkan kompetensi profesional, tetapi juga memperluas jaringan relasi yang penting untuk masa depan kariernya. “Saya mengikuti kegiatan ini karena ingin mencari pengalaman langsung dan menjalin networking. Relasi dan pengalaman adalah kunci penting untuk menjadi seorang fisioterapis profesional,” ungkapnya. Meski sempat merasa ragu untuk menangani pelari karena kurang percaya diri, Danang mengaku bahwa teori yang ia pelajari di kampus sangat membantunya di lapangan. “Interaksi langsung dengan pasien memberikan pengalaman baru yang melatih kemampuan komunikasi saya sebagai terapis. Kendala awal terkait kepercayaan diri dapat teratasi berkat teori dari kampus yang memberikan panduan teknik penanganan pasien,” tambahnya. Keterlibatan Danang di ajang ini juga sejalan dengan salah satu tujuan utama MBKM, yaitu memberikan mahasiswa kebebasan belajar di luar kelas untuk mengembangkan kompetensi melalui pengalaman nyata. Dalam acara ini, tim fisioterapis berperan penting tidak hanya dalam menangani cedera peserta, tetapi juga memastikan kebugaran mereka sebelum dan sesudah lomba. Partisipasi Danang di Trenggalek Economic Run 2024 menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk memanfaatkan peluang belajar di luar kampus. Program MBKM memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu yang dipelajari di bangku kuliah ke dunia nyata, sekaligus membekali mereka dengan kemampuan yang relevan untuk menghadapi tantangan global. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Prestasi Membanggakan! Mahasiswi Fisioterapi UMM Buktikan Kuliah Tak Halangi Juara MTQH

Dhiyaa Zalfa Ramadhani

WARTA PTM: Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Dhiyaa Zalfa Ramadhani yang merupakan mahasiswi angkatan tahun 2023 berhasil meraih Juara 2 dalam kategori Hafizah pada gelaran Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadist (MTQH) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2024 (13/12/2024). Perjalanan Dhiyaa menuju kemenangan ini tidaklah mudah. Dalam wawancara, Dhiyaa mengungkapkan bahwa persiapan yang ia lakukan memerlukan dedikasi dan pengorbanan besar. “Saya harus membagi waktu antara kuliah, tugas, dan mengulang hafalan di sela-sela waktu istirahat kuliah. Namun, dengan tekad yang kuat dan dukungan dari orang-orang di sekitar saya, saya ingin membuktikan bahwa kuliah tidak menghalangi saya untuk meraih prestasi,” ujarnya. Dhiyaa juga mengungkapkan rasa syukur atas raihan ini. “Saya sangat bersyukur dengan capaian saya. Terima kasih kepada Program Studi Fisioterapi UMM yang telah memberikan apresiasi luar biasa terhadap setiap bentuk prestasi mahasiswa. Dukungan tersebut sangat berarti bagi saya.” Selain menjadi pengalaman yang mengesankan, perjalanan ini juga membawa dampak positif bagi pengembangan dirinya. “Persiapan yang melelahkan ini membantu saya mengembangkan kemampuan konsentrasi dan ketahanan mental. Walaupun perjalanan ini berat, saya percaya bahwa prestasi di bidang keagamaan dapat menjadi inspirasi, baik bagi diri saya sendiri maupun orang lain. Hal ini juga menjadi pengingat bahwa belajar dan berkontribusi untuk agama dapat berjalan seiring dengan tanggung jawab sebagai mahasiswa,” tambahnya. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, PhD, menyampaikan apresiasinya terhadap capaian Dhiyaa. “Kami sangat terbuka dan mendukung potensi setiap mahasiswa. Prestasi Dhiyaa menunjukkan bahwa mahasiswa dapat berkembang secara akademik maupun non-akademik. Kami berterima kasih kepada segenap mahasiswa yang telah meluangkan waktunya untuk berjuang dalam pengembangan dirinya.” Dengan pencapaian ini, Dhiyaa telah membuktikan bahwa kesibukan kuliah tidak menjadi halangan untuk berprestasi di bidang keagamaan. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berjuang dan mengharumkan nama Universitas Muhammadiyah Malang. Penulis dan Editor Bayu Prastowo