Dari Kampus untuk Lansia: Aksi Nyata Mahasiswa Fisioterapi UMM di Masyarakat

Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Lembaga Kesejahteraan Sosial Lanjut Usia (LKS-LU) Panti Werdha Pangesti. Kegiatan ini melibatkan lebih dari 29 orang lansia yang tinggal di panti tersebut, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam menjaga kesehatan melalui pendekatan fisioterapi geriatri. Kegiatan ini tidak hanya berupa penyuluhan kesehatan umum, tetapi juga mencakup pemberian materi dan praktik langsung yang berkaitan dengan sindrom metabolik dan intervensi fisioterapi yang tepat. Para mahasiswa membimbing lansia dalam memahami dan mengelola kondisi kesehatan yang umum dialami di usia lanjut, seperti diabetes melitus, dislipidemia, dan hipertensi. Materi ini memberikan pemahaman kepada lansia mengenai sindrom metabolik kepada kelompok faktor risiko yang mencakup peningkatan tekanan darah, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak di perut, dan kadar kolesterol abnormal. Penyuluhan ini bertujuan agar lansia mampu mengenali gejala dini dan memahami pentingnya gaya hidup sehat sebagai langkah pencegahan. Lansia juga diberikan pemahaman bagaimana fisioterapi dapat membantu dalam mencegah dan menangani gangguan metabolik, dengan menitikberatkan pada peningkatan aktivitas fisik, latihan terstruktur, dan penguatan fungsi tubuh. Untuk mendukung teori yang diberikan, mahasiswa membimbing para lansia dalam melakukan serangkaian latihan fisik yang disesuaikan dengan kondisi tubuh lansia. Latihan ini meliputi aerobic exercise yang bertujuan meningkatkan kapasitas jantung dan paru-paru, membantu mengontrol berat badan, serta mengatur tekanan darah dan kadar gula darah. Selain itu ankle pumping exercise untuk melatih pergerakan pergelangan kaki untuk meningkatkan sirkulasi darah, mencegah pembekuan darah, dan mengurangi risiko edema (pembengkakan) pada tungkai bawah. Latihan ini dikombinasikan dengan teknik pernapasan untuk membantu meningkatkan relaksasi, mengurangi stres, serta menstabilkan tekanan darah. Lansia diajak menarik napas selama 4 detik, menahan selama 7 detik, dan menghembuskan selama 8 detik. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi ilmu fisioterapi geriatri di lapangan, sekaligus sebagai wujud kontribusi mahasiswa dalam mendukung kualitas hidup lansia secara holistik. Dosen pendamping dan pengelola panti memberikan apresiasi atas antusiasme para mahasiswa dan respon positif dari para lansia. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat terus dilanjutkan dan diperluas ke berbagai lembaga lansia lainnya sebagai upaya peningkatan kesehatan masyarakat secara menyeluruh. Penulis dan Editor Bayu Prastowo