Bukan Sekadar Lari, Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Jadi Garda Terdepan di Napak Tilas Festival Magetan 2025

Semarak Hari Jadi Kabupaten Magetan ke-350 semakin terasa dengan suksesnya gelaran Napak Tilas Running Festival (NTRF) 2025 yang digelar pada Sabtu (18/10/2025). Acara yang diinisiasi oleh Komunitas Playon Magetan ini berhasil menarik lebih dari 500 pelari dari berbagai daerah untuk mengikuti lomba lari kategori 5 kilometer (5K). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengangkat potensi olahraga dan pariwisata Magetan melalui semangat kebersamaan dan sportivitas. Ajang ini secara resmi diberangkatkan oleh Wakil Bupati Magetan, Kang Suyat, dari depan Pendapa Surya Graha Magetan. Para pelari menempuh rute sejauh 5 kilometer yang melintasi ruas-ruas utama kota, termasuk Jalan Kemasan, Imam Bonjol, Teuku Umar, Patimura, Monginsidi, Hasanudin, Timor, dan A. Yani, sebelum kembali ke titik finis di Pendapa Surya Graha. Di sepanjang rute, peserta disuguhi panorama kota yang berpadu dengan nuansa sejarah Magetan, menciptakan pengalaman berlari yang tidak hanya menantang secara fisik, tetapi juga menggugah rasa cinta terhadap daerah. Di tengah riuhnya pelari, pemandangan menarik terlihat di garis finis. Tim berseragam dari Ikatan Fisioterapis Indonesia (IFI) Cabang Magetan yang terdiri dari fisioterapis profesional serta mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tampak sibuk memberikan layanan medis. Mereka menjadi garda terdepan dalam penanganan cedera dan pemulihan, memastikan seluruh peserta berada dalam kondisi aman dan bugar selama kegiatan berlangsung. Sejak pagi, tim IFI telah menyiapkan layanan pre-run stretching dan taping untuk mencegah cedera, serta area post-race recovery berupa sport massage dan ice bath yang ramai dikunjungi para pelari seusai lomba. “Kami tidak hanya standby untuk menangani cedera, tapi juga membawa misi edukasi dan pencegahan. Di Hari Jadi Magetan ke-350 ini, kami ingin menunjukkan bahwa kesehatan adalah pilar utama pembangunan. Fisioterapi hadir untuk memastikan masyarakat tetap aktif, bugar, dan produktif,” ujar M. Sufi Cahya Mahabatullah, salah satu pengurus IFI Magetan, di posko utama acara. Kolaborasi antara praktisi dan mahasiswa fisioterapi ini menjadi bukti nyata sinergi antara dunia akademik dan profesional dalam mendukung event berskala daerah. Dengan semangat kolaboratif antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat, NTRF 2025 bukan sekadar lomba lari, melainkan momentum yang menegaskan komitmen Magetan untuk menjadi destinasi sport tourism unggulan di Jawa Timur. Penulis dan Editor Bayu Prastowo