Dinkes Kota Malang Gandeng Fisioterapis UMM Dorong Peningkatan Gerakan Lansia Sehat

Dinas Kesehatan Kota Malang kembali mengintensifkan pelayanan kesehatan bagi warga lanjut usia melalui program “Gerakan Lansia Sehat” yang digelar pada November 2025. Program ini menargetkan enam puskesmas dengan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) lansia terendah sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas layanan kesehatan dasar. Langkah tersebut diambil menyusul meningkatnya kompleksitas penyakit degeneratif yang dialami kelompok lansia. Data Riskesdas menunjukkan hipertensi, masalah sendi, gangguan gigi dan mulut, serta penyakit jantung dan stroke menjadi kasus paling banyak ditemukan pada warga lanjut usia. Kondisi ini menuntut intervensi kesehatan yang lebih komprehensif dan terkoordinasi. Melalui program ini, posyandu menjadi pusat layanan terpadu dengan menghadirkan pemeriksaan antropometri, pengecekan gula darah sewaktu, kolesterol, kesehatan gigi, hingga edukasi kesehatan. Selain pemeriksaan klinis, peserta juga mengikuti senam lansia yang dirancang untuk menjaga mobilitas dan kebugaran fisik sesuai kebutuhan usia lanjut. Pelaksanaan kegiatan didampingi oleh Tim Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang, yakni Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc., dan An Nizar Hermawan Al Bisri, S.Kes., Ftr. Keduanya tidak hanya bertindak sebagai pendamping, tetapi juga memberikan edukasi medis, konsultasi gerak, serta panduan latihan aman bagi para lansia. Kehadiran tim akademisi ini membantu memastikan intervensi kesehatan berjalan sesuai kaidah fisioterapi. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas program di puskesmas, melibatkan Promosi Kesehatan, Program Lansia, Penyakit Tidak Menular, dan Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut. Masing-masing elemen bekerja sama memastikan kegiatan berjalan efektif dan mencakup seluruh aspek layanan yang dibutuhkan. Kolaborasi dengan Program Studi Fisioterapi UMM juga memperkuat kualitas edukasi yang diberikan. Dinas Kesehatan Kota Malang menyediakan dukungan logistik berupa konsumsi peserta dan doorprize untuk mendorong partisipasi warga. Sementara itu, puskesmas menyediakan alat medis habis pakai dan tenaga kesehatan yang bertugas melakukan pemeriksaan. Posyandu berperan menyiapkan lokasi dan fasilitas pendukung seperti kursi tunggu dan sistem pengeras suara agar kegiatan berjalan lancar. Melalui “Gerakan Lansia Sehat”, pemerintah berharap capaian SPM lansia pada tahun 2025 meningkat secara signifikan sekaligus memperkuat budaya hidup sehat di masyarakat. Dengan kolaborasi antara tenaga kesehatan, akademisi, dan kader posyandu, program ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam memastikan warga lanjut usia di Kota Malang dapat menua dengan lebih sehat, mandiri, dan berkualitas. Penulis dan Editor Bayu Prastowo