Alumni Fisioterapis UMM Menjadi Tim Fisioterapi di Dewa United Basketball

Dunia fisioterapi olahraga Tanah Air kembali kedatangan sosok muda yang tengah naik daun. Fauzan Algifari, alumni S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang, resmi bergabung sebagai fisioterapis Dewa United Basketball sejak 24 Oktober 2025. Langkah ini menambah daftar panjang perannya dalam berbagai panggung olahraga nasional. Pria yang akrab disapa Algi itu bukan nama baru dalam ekosistem sport performance Indonesia. Pada tahun 2023, ia dipercaya sebagai Fisioterapis Tim Nasional Bola Voli Indonesia, sebuah posisi penting yang membawanya menangani atlet dengan intensitas latihan dan kompetisi bertaraf tinggi. Setahun setelahnya, pada 2024, ia kembali mendapat amanah di level elite sebagai fisioterapis Pelatnas Voli Indonesia U-20, tempat ia mendampingi para atlet muda menghadapi kompetisi global. Rekam jejak Algi kian menguat ketika pada 2025, ia turut mengawal Tim Nasional Bola Voli Indonesia U-21 berlaga di ajang internasional yang diselenggarakan oleh Fédération Internationale de Volleyball (FIVB). Ajang level dunia yang membutuhkan standar layanan fisioterapi dengan ketepatan klinis, manajemen cedera komprehensif, dan penguasaan evidence-based practice. Dengan portofolio tersebut, bergabungnya Algi ke Dewa United menjadi langkah strategis bagi klub yang tengah bersiap menghadapi ketatnya kompetisi Indonesian Basketball League (IBL) 2026. Menurutnya, komitmen utama yang ia bawa adalah membangun sistem pencegahan cedera yang lebih kuat, meningkatkan performa atlet berbasis data medis, serta mengintegrasikan sport rehabilitation dan sport performance agar risiko cedera dapat ditekan serendah mungkin. “Saya melihat Dewa United memiliki visi untuk membangun fondasi performa yang berkelanjutan. Dengan pengalaman di tim nasional dan kompetisi internasional, saya berkomitmen memberikan dukungan menyeluruh agar para atlet dapat tampil konsisten, sehat, dan siap bertanding di level tertinggi,” ujarnya. Dewa United sendiri merupakan klub multikategori yang berdiri sejak 2020, menaungi tiga cabang olahraga sepak bola, bola basket, dan e-sports. Meski memiliki pencapaian besar, termasuk gelar juara IBL 2025, berita ini menegaskan bahwa penguatan di bidang fisioterapi merupakan pilar kunci yang tidak dapat dipisahkan dari ambisi klub. Berbekal jam terbang yang luas, mulai dari tim nasional hingga pelatnas kelompok usia, Algi menyatakan keyakinannya untuk membawa pendekatan fisioterapi yang lebih modern, terukur, dan berbasis teknologi. “Dengan pengalaman yang ada, saya optimistis mampu mendampingi Dewa United mempertahankan performa terbaiknya, sekaligus membantu para atlet mencapai potensi maksimal mereka,” tambahnya. Kehadiran fisioterapis muda dengan integritas dan pengalaman internasional seperti Algi menjadi bukti bahwa perkembangan fisioterapi olahraga Indonesia semakin matang. Tidak hanya fokus pada penanganan cedera, fisioterapis kini menjadi bagian strategis dalam strategi kompetisi sebuah klub, menentukan kesiapan fisik, usia performa, hingga durabilitas atlet sepanjang musim. Penulis dan Editor Bayu Prastowo