Bangun Kesiapan Klinis, Fisioterapi UMM Terjunkan Mahasiswa ke Wahana Praktik di Jawa Timur

Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mulai melaksanakan pembelajaran preklinik bagi mahasiswa semester enam. Kegiatan yang berlangsung selama Januari hingga Februari 2026 ini dirancang untuk memperkuat kesiapan mahasiswa sebelum memasuki praktik klinik pada Program Profesi Fisioterapis kedepannya, Kamis (4/12/2025). Pembelajaran preklinik dilaksanakan melalui skema bed side teaching secara langsung di berbagai wahana praktik, mulai dari praktik mandiri fisioterapi, klinik, hingga rumah sakit yang tersebar di wilayah Jawa Timur. Model ini diterapkan sebagai respons terhadap tuntutan kompetensi tenaga fisioterapi yang semakin tinggi, baik di skala nasional maupun internasional. Sebagai bagian dari rangkaian preklinik, mahasiswa mengikuti kegiatan pretest untuk mengukur tingkat kesiapan awal serta memastikan pemahaman fundamental sebelum terjun ke lapangan. Pretest ini juga berfungsi sebagai pembekalan untuk memetakan kemampuan mahasiswa, sehingga proses pembelajaran di wahana praktik dapat berlangsung lebih terarah dan efektif. Program ini menjadi bagian dari upaya UMM menghasilkan lulusan fisioterapi yang unggul, profesional, serta mampu mengintegrasikan pengetahuan dengan praktik nyata secara tepat, berbasis ilmu pengetahuan, teknologi, metodologi, dan etika profesi. Person in Charge (PIC) Preklinik, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tahap penting sebelum mahasiswa memasuki dunia praktik klinis yang sesungguhnya. “Preklinik memberikan gambaran nyata tentang suasana layanan klinis, membantu membangun kepercayaan diri, dan memastikan mahasiswa benar-benar siap melalui evaluasi pretest. Dengan bekal ini mereka akan lebih siap ketika memasuki praktik profesi,” ujarnya. Selain pemahaman klinis, program ini juga menargetkan penguatan soft skills mahasiswa. Kompetensi yang dikembangkan meliputi keterampilan komunikasi, kemampuan berpikir kritis serta pemecahan masalah, adaptasi terhadap lingkungan kerja, kerja sama tim, hingga penyusunan laporan kasus berdasarkan kondisi pasien di lapangan. UMM memandang penyelenggaraan preklinik sebagai langkah strategis menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia fisioterapi yang berkembang pesat. Oleh karena itu, kegiatan ini mengombinasikan aktivitas di wahana layanan fisioterapi seperti rumah sakit, puskesmas, dan komunitas, dengan pembelajaran yang berlangsung di kampus. Dengan pelaksanaan preklinik dan evaluasi kesiapan secara komprehensif ini, Program Studi S1 Fisioterapi UMM menegaskan komitmennya dalam mencetak tenaga fisioterapi yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di dunia kerja. Penulis dan Editor Bayu Prastowo