Fisioterapi UMM Satukan Pakar Dunia Guna Pengembangan Fisioterapi Komunitas di Indonesia

Keegiatan Webinar Internasional

Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menyelenggarakan seminar internasional bertajuk Empowering Communities through Physiotherapy: Advancing Health, Inclusion, and Sustainability pada 11 Januari 2026. Kegiatan ini menjadi forum akademik global yang menegaskan peran strategis fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat berbasis komunitas. Seminar internasional tersebut menyoroti transformasi paradigma pelayanan kesehatan dari pendekatan individual menuju pendekatan komunitas, seiring meningkatnya tantangan kesehatan global seperti disabilitas, penuaan populasi, dan penyakit kronis. Melalui forum ini, fisioterapi diposisikan sebagai profesi kunci dalam mendorong layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari berbagai negara, antara lain Indonesia, Thailand, United Kingdom, Uni Emirat Arab, Malaysia dan Australia. Seminar dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa seminar internasional ini merupakan langkah strategis Program Studi Fisioterapi UMM dalam memperkuat kontribusi fisioterapi pada tataran komunitas. “Pendekatan komunitas mampu menjawab tantangan kesehatan saat ini. Program Studi Fisioterapi UMM berkomitmen untuk berperan aktif dalam pengembangan praktik fisioterapi yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menambahkan bahwa pergeseran pendekatan pelayanan kesehatan secara global dipicu oleh meningkatnya berbagai kondisi yang mengarah pada disabilitas. Menurutnya, disabilitas tidak hanya dimaknai secara sempit, tetapi mencakup kondisi seperti obesitas hingga keterbatasan fungsional pada kelompok lanjut usia. “Fenomena dunia menunjukkan pergeseran dari pendekatan personal menuju komunitas. Hal ini penting karena tantangan kesehatan saat ini bersifat masif dan kompleks, sehingga membutuhkan intervensi yang sistemik dan berkelanjutan,” jelasnya. Perspektif internasional turut memperkaya diskusi. DR. Siriporn V. Siriphorn dari Rangsit University, Thailand, memaparkan bahwa penanganan Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) dapat dilakukan secara efektif melalui pendekatan komunitas. Ia menekankan pentingnya pemetaan masalah kesehatan di tingkat komunitas serta pemilihan intervensi yang aman, seperti breathing pattern control management dan positioning. Sementara itu, Prof. Keith Hill dari Monash University, Australia, menyoroti peningkatan populasi lansia yang terus terjadi setiap tahun dan diikuti dengan meningkatnya risiko disabilitas, terutama risiko jatuh. Menurutnya, kondisi tersebut dapat dikendalikan melalui pendekatan balance continuum yang dikombinasikan dengan berbagai intervensi fisioterapi di tingkat komunitas. Namun demikian, implementasi fisioterapi komunitas tidak lepas dari tantangan. DR. Munayati Munajar dari International Islamic University Malaysia menekankan bahwa faktor budaya dan gaya hidup masyarakat sering kali menjadi hambatan utama dalam penerapan intervensi komunitas secara optimal. Cakupan fisioterapi komunitas yang luas juga disampaikan oleh dr. Yohanes Purwanto, Ftr., Ph.D., selaku Ketua Perkumpulan Fisioterapi Anak Indonesia (PFAI). Ia menjelaskan bahwa di Indonesia, pendekatan komunitas telah dimulai sejak fase pralahir untuk memastikan dukungan kesehatan yang komprehensif dan berkelanjutan sepanjang siklus kehidupan. Isu kesehatan berbasis komunitas kini menjadi perhatian global, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara seperti United Kingdom dan Uni Emirat Arab. Hal ini menunjukkan bahwa fisioterapi komunitas memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan kesehatan lintas negara. Melalui seminar internasional ini, Program Studi Fisioterapi UMM menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ilmu dan praktik fisioterapi berbasis komunitas di tingkat global. Penulis Nikmatur Rosidah dan Editor Bayu Prastowo