Komitmen Fisioterapi UMM Dorong Layanan Disabilitas Melalui Webinar Internasional

Professor Liz Croot dari Sheffield University, United Kigdome

Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menegaskan kiprahnya di tingkat global dengan menyelenggarakan Webinar Internasional Physiotherapy diawal tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Empowering Communities through Physiotherapy: Advancing Health, Inclusion, and Sustainability” dan diikuti oleh 500 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari akademisi hingga praktisi kesehatan. Webinar internasional tersebut menghadirkan tujuh pembicara dari enam negara, yang masing-masing memiliki kepakaran dan fokus keilmuan berbeda di bidang fisioterapi. Kehadiran para narasumber internasional ini memberikan perspektif global mengenai peran strategis fisioterapi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, mendorong inklusivitas, serta mendukung keberlanjutan sistem layanan kesehatan. Acara secara resmi dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan UMM, apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. Dalam sambutannya, ia menyampaikan harapan agar seminar internasional ini dapat menjadi wadah produktif bagi sivitas akademika dan praktisi untuk berbagi pengetahuan, temuan riset, serta perkembangan terkini dalam praktik klinis fisioterapi. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat jejaring dan kolaborasi antara perguruan tinggi, penyedia layanan kesehatan, dan institusi profesional, baik di tingkat nasional maupun internasional. Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi utama yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Fisioterapi UMM. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya peran fisioterapi dalam pemberdayaan komunitas, khususnya dalam mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyoroti bahwa kelompok difabel saat ini telah memperoleh perhatian yang semakin luas, baik dari sisi kebijakan maupun implementasi layanan kesehatan. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa fisioterapis dituntut untuk terus mengembangkan kompetensi dan keunggulan inklusif agar mampu memberikan pelayanan yang setara, bermartabat, dan sesuai dengan kebutuhan seluruh lapisan masyarakat. Melalui penyelenggaraan Webinar Internasional Physiotherapy 2026 ini, Program Studi Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis UMM berharap dapat terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu fisioterapi sekaligus memperkuat peran fisioterapis dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berkelanjutan. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah