Tahun Ajaran Baru, Fisioterapi UMM Berkomitmen Menata Pendidikan Fisioterapi Berdaya Saing Internasional

Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berpartisipasi dalam kegiatan Pra-Rapat Kerja FIKES yang digelar di Auditorium Kampus II UMM. Kegiatan ini menjadi momentum bagi program studi untuk memaparkan rencana strategis menghadapi tahun ajaran 2026/2027, sekaligus menyelaraskan arah kebijakan universitas dengan kebijakan pemerintah di sektor pendidikan dan kesehatan. Pra-rapat kerja tersebut dihadiri oleh Rektor UMM, Prof Nazaruddin Malik. Dalam sambutannya, Prof Nazaruddin menekankan pentingnya konektivitas program kerja dari tingkat program studi hingga universitas agar seluruh agenda pengembangan dapat berjalan selaras dan terukur. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dan keterbukaan informasi di era kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), di mana setiap kegiatan akademik diharapkan dapat terdokumentasi dan terpublikasi secara optimal. Meski demikian, Prof. Dr. Nazaruddin, SE., M.Si menegaskan bahwa setiap program studi tetap perlu memiliki database center internal yang dapat diakses sewaktu-waktu sebagai bagian dari sistem monitoring dan evaluasi institusi. Menurutnya, publikasi harus diimbangi dengan pengelolaan data yang rapi dan akurat guna memperkuat tata kelola perguruan tinggi. Dalam kesempatan tersebut, Prof Nazaruddin juga memaparkan sejumlah capaian dan tantangan yang dihadapi beberapa program studi di lingkungan FIKES. Ia memberikan juga apresiasi kepada Program Studi Fisioterapi atas berbagai prestasi yang telah diraih. Apresiasi tersebut mencakup capaian prestasi dosen di tingkat nasional, status akreditasi unggul, tingkat kelulusan Uji Kompetensi Nasional yang mencapai 98 hingga 100 persen, serta berbagai kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat di tingkat nasional maupun internasional. Publikasi atas capaian tersebut dinilai sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen fakultas terhadap mutu akademik dan tata kelola institusi. Sementara itu, rencana kegiatan Program Studi S1 Fisioterapi dipaparkan oleh Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D. Ia menjelaskan bahwa fokus pengembangan program studi ke depan akan diarahkan pada penguatan sumber daya manusia melalui berbagai aktivitas berskala nasional maupun internasional. Strategi ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan mahasiswa, khususnya dalam menghadapi wahana praktik serta tantangan dunia kerja. Dimas Sondang Irawan menegaskan bahwa arah pengembangan tersebut selaras dengan arahan Prof Nazaruddin, terkait pentingnya membangun kualitas dari hulu. Ia mengutip arahan Prof Nazaruddin yang mengibaratkan pengelolaan program studi seperti menjual sebuah produk. Program studi tidak boleh hanya menampilkan citra yang baik dari luar tanpa didukung kualitas yang sesungguhnya. “Kualitas itu dibangun dari sumber daya manusia terlebih dahulu, sehingga mampu menghasilkan produk pendidikan yang bukan hanya baik dari kemasan, tetapi juga bagus dari seluruh aspek,” ujarnya. Selain pengembangan SDM, Program Studi S1 Fisioterapi UMM juga menargetkan peningkatan kualitas pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Upaya tersebut dibarengi dengan strategi perluasan jejaring kerja sama serta penguatan reputasi Program Studi Fisioterapi UMM di tingkat nasional dan internasional. Penulis Nikmatur Rosidah dan Editor Bayu Prastowo