Penguatan Kerja Sama Malaysia Jadi Langkah Awal UMM Gagas Magister Fisioterapi

Rakhmad Rosadi Bersama Pimpinan UITM Malaysia

TABLOIDMATAHATI.COM: Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam pengembangan pendidikan tinggi bidang kesehatan. Salah satu langkah strategis tersebut ditandai dengan gagasan pembukaan Program Studi Magister Fisioterapi yang direncanakan mulai dibuka pada tahun depan. Gagasan ini digagas oleh Rakhmad Rosadi, PhD, dosen Fisioterapi UMM, yang sekaligus melakukan kunjungan akademik ke dua perguruan tinggi ternama di Malaysia, yakni International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat kerja sama sekaligus mempelajari secara langsung tata kelola dan pengembangan program studi fisioterapi di kedua universitas tersebut. Dalam kunjungannya ke IIUM, Rakhmad Rosadi disambut langsung oleh Dekan Kulliyyah of Allied Health Sciences IIUM, Prof. Dr. Ahmad Aidil Arafat Bin Dzulkarnain, serta Ketua Program Studi Fisioterapi IIUM, Dr. Munayati Binti Munajar. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk berdiskusi mengenai kurikulum, sistem pembelajaran, riset kolaboratif, serta pengembangan sumber daya manusia di bidang fisioterapi. “Kerja sama antara Fisioterapi UMM dengan IIUM dan UiTM sebenarnya sudah terjalin sejak lama. Kunjungan ini menjadi langkah awal yang lebih konkret sebagai bentuk komitmen kami dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Magister Fisioterapi di UMM,” ujar Rakhmad Rosadi. Ia menjelaskan bahwa IIUM dan UiTM memiliki pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pendidikan fisioterapi pada jenjang magister. Oleh karena itu, UMM ingin belajar dan mengadopsi praktik terbaik, baik dari sisi kurikulum, sistem pembelajaran, riset, maupun pengembangan sumber daya manusia. Rencana pendirian Magister Fisioterapi UMM ini juga didukung oleh kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dinilai memadai. Saat ini, Program Studi Fisioterapi UMM telah memiliki sejumlah dosen bergelar doktor dan dalam waktu dekat akan menyambut empat dosen internal yang segera menyelesaikan studi dan meraih gelar PhD. “Dari sisi SDM, kami optimistis. Kualifikasi dosen, pengalaman akademik, serta jejaring internasional yang dimiliki menjadi modal kuat untuk membuka program magister yang berkualitas dan berdaya saing global,” tambahnya. Ke depan, pendirian Program Studi Magister Fisioterapi di UMM diharapkan tidak hanya memperkuat posisi UMM sebagai salah satu pusat unggulan pendidikan fisioterapi di Indonesia, tetapi juga membuka peluang kolaborasi riset dan pertukaran akademik yang lebih luas dengan universitas mitra di tingkat internasional. Langkah ini sekaligus menegaskan arah UMM dalam mengembangkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap kebutuhan global, khususnya dalam bidang kesehatan dan rehabilitasi. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah

UMM Jalin Kolaborasi Internasional dengan IIUM dan UiTM Malaysia untuk Pengembangan Magister Fisioterapi

Rakhmad Rosadi Bersama Pimpinan IIUM

JurnalPost.com: Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat jejaring internasional dengan menjalin dan melanjutkan kerja sama strategis bersama International Islamic University Malaysia (IIUM) dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia. Kolaborasi yang telah terjalin sejak lama ini menjadi langkah awal sekaligus bentuk komitmen bersama dalam mempersiapkan pendirian Program Studi Magister Fisioterapi yang direncanakan dibuka pada tahun depan. Kerja sama antara Fisioterapi UMM dengan IIUM dan UiTM mencakup berbagai bidang, mulai dari pengembangan akademik, riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, hingga penguatan kurikulum berbasis internasional. Hubungan yang berkesinambungan ini dinilai menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan fisioterapi di tingkat regional Asia Tenggara. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM Dimas Sondang Irawan, PhD menyampaikan bahwa kolaborasi internasional tersebut bukan sekadar kerja sama formal, melainkan kemitraan akademik yang saling menguatkan. “Hubungan yang sudah terbangun lama dengan IIUM dan UiTM menjadi modal penting bagi kami untuk melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, yaitu pendirian Program Studi Magister Fisioterapi,” ujarnya. Melalui kerja sama ini, Fisioterapi UMM berkomitmen mengadopsi praktik terbaik (best practices) dari mitra internasional, khususnya dalam pengembangan kurikulum magister yang adaptif terhadap kebutuhan global, berbasis evidence-based practice, serta relevan dengan tantangan kesehatan masyarakat modern. Sementara itu, pihak IIUM dan UiTM menyambut baik rencana pengembangan Magister Fisioterapi UMM. Keduanya menilai UMM memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan fisioterapi di Indonesia, didukung oleh sumber daya akademik, pengalaman riset, serta rekam jejak kerja sama internasional yang konsisten. Rencana pendirian Program Studi Magister Fisioterapi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas akademik dosen dan lulusan, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan keilmuan fisioterapi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Ke depan, UMM menargetkan program magister ini menjadi ruang kolaborasi lintas negara dalam riset, inovasi layanan fisioterapi, dan penguatan peran fisioterapis di masyarakat. Dengan langkah strategis ini, Universitas Muhammadiyah Malang menegaskan posisinya sebagai perguruan tinggi yang berorientasi global, progresif, dan berkomitmen pada pengembangan pendidikan kesehatan yang berkualitas. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah