Fisioterapi UMM Tegaskan Komitmen International Atmosphere Dalam RAKER FIKES 2026

Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 setelah sebelumnya menggelar Pra-Rapat Kerja pada 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam merumuskan arah kebijakan dan program kerja FIKES UMM ke depan, Rabu (11/2/2026). Raker 2026 mengusung tema “Transformasi, Kolaborasi, Integrasi Keilmuan Menuju FIKES yang Berdampak.” Tema tersebut menegaskan komitmen FIKES UMM untuk terus beradaptasi dan memperkuat peran fakultas dalam menjawab tantangan global, khususnya di bidang pendidikan dan pengembangan ilmu kesehatan. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Rektor II UMM Dr. Ahmad Juanda, Ak., M.M., C.A., menekankan arah kebijakan pengelolaan sumber daya manusia (SDM), keuangan, dan sarana prasarana yang berorientasi pada peningkatan World University Ranking (WUR). Ia menyampaikan bahwa periode 2026–2028 merupakan fase penting dalam mencapai target internasionalisasi universitas. Menurutnya, internasionalisasi tidak hanya dimaknai sebagai pencapaian akreditasi internasional, tetapi harus diawali dengan pembangunan ekosistem dan rekognisi internasional yang kuat sebagai fondasi kesiapan institusi. Sebagai contoh implementasi, Program Studi Fisioterapi dinilai telah memulai langkah strategis melalui pemeliharaan atmosfer internasionalisasi berbasis kolaborasi akademik berkelanjutan. Beberapa agenda yang rutin dilaksanakan meliputi student exchange ke Mahidol University dan Universiti Teknologi MARA (UiTM) Malaysia, pelaksanaan visiting professor, serta kehadiran guest lecturer dari perguruan tinggi mitra luar negeri. Ketua Program Studi Fisioterapi sekaligus mewakili Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Dimas Sondang Irwan, Ph.D(PT), dalam paparannya menegaskan komitmen penguatan internasionalisasi dan pengembangan keilmuan fisioterapi berbasis peningkatan kapasitas SDM. Ia menyampaikan bahwa internasionalisasi bukan sekadar program mobilitas, tetapi strategi sistematis untuk meningkatkan kualitas akademik, penelitian, dan kompetensi lulusan agar memiliki daya saing global. Menurutnya, pengembangan jejaring internasional, kolaborasi riset, peningkatan publikasi bereputasi, serta penguatan kompetensi dosen dan mahasiswa menjadi prioritas dalam roadmap pengembangan Program Studi Fisioterapi ke depan. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung visi internasionalisasi universitas secara menyeluruh. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah