Mahasiswa Fisioterapi UMM Perkuat Advokasi Kesehatan di Sekolah Legislatif Nasional 2026

Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut ambil bagian dalam Sekolah Legislatif Nasional 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Jakarta pada 11–13 Februari 2026. Kegiatan bertema “Membangun Legislator Mahasiswa yang Kritis, Progresif, dan Berintegritas” ini berlangsung di Auditorium UMJ serta Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi DKI Jakarta – Nusantara V DPR/MPR Senayan. Forum nasional ini menghadirkan pemateri dari unsur pimpinan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta, anggota DPRD Provinsi Banten, pengamat politik nasional, serta pimpinan universitas. Peserta berasal dari lembaga intra UMJ, jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) seluruh Indonesia, serta kampus PTMA wilayah Jabodetabek. Bagi Danang Wasis Medika Putra sebagai mahasiswa Fisioterapi UMM, kegiatan ini bukan sekadar forum diskusi politik, tetapi ruang strategis untuk memperkuat kapasitas advokasi kebijakan, khususnya di bidang kesehatan. Ia menilai bahwa keterlibatan mahasiswa kesehatan dalam ruang legislatif kampus maupun nasional merupakan bentuk tanggung jawab sosial untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan berpihak pada kepentingan masyarakat. “Mahasiswa kesehatan dengan terlibat dalam kegiatan politik seperti ini tidak berarti meninggalkan keilmuan fisioterapinya. Justru melalui jalur inilah setidaknya dapat memperjuangkan kebijakan yang mendukung sistem layanan kesehatan yang lebih baik,” ungkap Medika. Selama tiga hari, peserta dibekali pemahaman mengenai fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran, sekaligus pelatihan advokasi kebijakan dan penguatan tata kelola organisasi mahasiswa yang demokratis serta transparan. Kegiatan ini juga membuka jejaring nasional antarmahasiswa PTMA untuk membangun kolaborasi lintas kampus. Partisipasi mahasiswa Fisioterapi UMM dalam Sekolah Legislatif Nasional 2026 diharapkan menjadi langkah konkret dalam membentuk calon legislator mahasiswa yang tidak hanya kritis dan progresif, tetapi juga berintegritas serta mampu membawa perspektif kesehatan dalam setiap proses pengambilan kebijakan. Penulis dan Editor Danang Wasis Medika Putra