Fisioterapi UMM dan Perum Jasa Tirta I Perkuat Bulan K3 Nasional Melalui Pemeriksaan Kesehatan Terpadu

Dalam rangka Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional, Perum Jasa Tirta I berkomitmen untuk membangun budaya K3 yang berkelanjutan. Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, perusahaan terus mendorong penerapan K3 sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas kerja demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Sebagai implementasi konkret dari komitmen tersebut, Perum Jasa Tirta I menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan terpadu bagi seluruh karyawan melalui kolaborasi dengan Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan mencakup pemeriksaan tanda-tanda vital, pengecekan gula darah, kolesterol, asam urat, hingga pemeriksaan elektrokardiogram (EKG) untuk memantau kondisi jantung karyawan. Selain itu, dilakukan pula pemeriksaan fisik yang berfokus pada kesehatan work-related musculoskeletal disorders (WRMDS), postur kerja, serta identifikasi risiko gangguan akibat aktivitas fisik berulang, baik pada pekerjaan administratif maupun lapangan. Mahasiswa Program Studi Fisioterapi UMM yang terlibat dalam kegiatan ini adalah Hilda Nevia Arsyanti dan Selvera Pranata. Keduanya berperan aktif dalam proses skrining dan asesmen fisik di bawah pengawasan tim medis perusahaan serta dosen pembimbing dari Program Studi Fisioterapi UMM, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si. Kegiatan ini turut melibatkan dr. Donny Septian Wibisono sebagai dokter penanggung jawab dan Novira Dinda Dhearisma, S.Tr.Kep sebagai perawat pendamping. Pemeriksaan dilaksanakan di sejumlah titik operasional Perum Jasa Tirta I di Jawa Timur dan Jawa Tengah, termasuk wilayah Sungai Bengawan Solo, Bendungan Colo, Bendungan Wonogiri, serta kantor perusahaan di Bojonegoro. dr. Donny Septian Wibisono menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan berkala merupakan bagian strategis dalam sistem manajemen K3. “Deteksi dini adalah langkah preventif yang sangat penting untuk mencegah risiko penyakit kronis maupun gangguan akibat kerja. Dengan pemantauan rutin, kondisi kesehatan karyawan dapat terkontrol dan intervensi bisa dilakukan lebih cepat serta tepat sasaran,” ujarnya. Sementara itu, Bayu Prastowo menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberikan nilai akademik sekaligus kontribusi nyata bagi industri. “Kolaborasi ini memperkuat kompetensi mahasiswa dalam asesmen kesehatan kerja dan ergonomi. Fisioterapis memiliki peran penting dalam menjaga fungsi gerak, mencegah cedera kerja, dan mendukung produktivitas tenaga kerja secara berkelanjutan,” jelasnya. Antusiasme karyawan terlihat dari tingginya partisipasi sejak pagi hingga akhir kegiatan. Selain pemeriksaan, tim juga memberikan edukasi mengenai manajemen kelelahan, prinsip ergonomi, serta pencegahan gangguan muskuloskeletal. Melalui sinergi ini, Perum Jasa Tirta I menegaskan bahwa K3 adalah tanggung jawab bersama. Pulang dengan sehat dan selamat merupakan tujuan utama setiap aktivitas kerja. Kolaborasi antara dunia industri dan institusi pendidikan ini diharapkan menjadi model penguatan budaya K3 yang profesional, andal, dan kolaboratif secara berkelanjutan. Penulis Hilda Nevia Arsyanti dan Editor Bayu Prastowo