Cegah Gangguan Gerak Sejak Dini, Mahasiswa Fisioterapi UMM Skrining Flat Foot di SMP Kota Malang

Mahasiswa Fisioterapi UMM Ketika Melakukan Kegiatan Skrining Flat Foot

Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan dan skrining kondisi kaki pada siswa sekolah menengah pertama (SMP). Kegiatan ini dilakukan bersama SMP Negeri 13 Kota Malang dengan fokus pada deteksi dini kondisi flat foot serta upaya pengendaliannya melalui latihan fisioterapi. Mahasiswa fisioterapi UMM, Azhar Ramadhan Sarita dan Hendra Irza Fahrezi, melakukan pemaparan mengenai peran profesi fisioterapis dalam menjaga kesehatan sistem gerak tubuh, khususnya pada anak usia sekolah. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan kaki sebagai penopang aktivitas sehari-hari. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan skrining kondisi flat foot pada siswa. Pemeriksaan dilakukan pada 50 siswa kelas VIII untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya kelainan lengkung kaki yang dapat memengaruhi postur tubuh dan aktivitas fisik mereka. Flat foot atau kaki datar merupakan kondisi ketika lengkungan alami pada telapak kaki tidak terbentuk dengan baik, sehingga hampir seluruh telapak kaki menyentuh permukaan saat berdiri atau berjalan. Kondisi ini cukup sering ditemukan pada anak dan remaja usia sekolah. Pada usia SMP, flat foot dapat terjadi karena beberapa faktor seperti kelemahan otot-otot penyangga lengkung kaki, kelenturan ligamen yang berlebihan, kebiasaan aktivitas tertentu, penggunaan alas kaki yang kurang mendukung, hingga faktor pertumbuhan dan berat badan. Apabila tidak dikendalikan sejak dini, kondisi ini berpotensi memengaruhi postur tubuh, pola berjalan, serta keseimbangan. Dalam jangka panjang, flat foot juga dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri pada kaki, pergelangan kaki, lutut, hingga punggung bawah akibat distribusi beban tubuh yang tidak optimal. Selain melakukan skrining, para mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai cara mengendalikan dan mencegah kondisi flat foot melalui latihan sederhana yang dapat dilakukan secara mandiri. Latihan yang diperkenalkan meliputi strengthening exercise untuk memperkuat otot-otot penyangga lengkung kaki serta proprioceptive training untuk meningkatkan keseimbangan dan kontrol gerak kaki. Ketua Program Studi Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D.(PT), menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa sekaligus sarana edukasi kesehatan bagi siswa di lingkungan sekolah. “Ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran mahasiswa fisioterapi sekaligus bentuk edukasi dini kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sistem gerak. Melalui skrining dan latihan sederhana ini, diharapkan siswa dapat lebih memahami kondisi tubuhnya serta mengetahui langkah pencegahan sejak dini,” ungkapnya. Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan secara langsung di lingkungan sekolah sekaligus memperkenalkan peran profesi fisioterapis dalam upaya menjaga kesehatan sistem gerak sejak usia dini. Penulis dan Editor Bayu Prastowo