Peran Strategis Fisioterapi UMM dalam Mendukung Performa Pelari di MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026

Danang Wasis Medika, Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang di Gelaran MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026

Ajang MS Glow For Men Malang Half Marathon 2026 yang digelar pada 26 April 2026 resmi menjadi salah satu event lari terbesar di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti sekitar 7.000 peserta dari berbagai daerah dengan tiga kategori lomba, yakni 21K (half marathon), 10K, dan 5K. Pembukaan acara dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Taufik Hidayat. Di balik suksesnya penyelenggaraan event berskala besar ini, pendekatan fisioterapi yang tergabung dalam Tim Sport Science Pocari Sweat menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung performa optimal para peserta. Peran tersebut turut mengedukasi strategi hidrasi dan nutrisi serta pencegahan cedera dalam tiga hari menjelang race. Menariknya, mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Danang Wasis Medika, turut ambil bagian sebagai anggota tim sport science tersebut. Ia menegaskan bahwa fisioterapi memiliki kontribusi signifikan dalam mendukung kesiapan fisik pelari. “Fisioterapi tidak hanya berfokus pada penanganan cedera, tetapi juga pencegahan dan optimalisasi performa. Kami melakukan berbagai intervensi seperti treatment kasus muskuloskeletal spesifik, pemasangan taping, hingga teknik release dan recovery,” ungkap Medika. Setiap peserta mendapatkan kesempatan pemeriksaan singkat selama kurang lebih 10 menit untuk mengidentifikasi potensi risiko cedera. Pemeriksaan tersebut meliputi skrining kondisi peserta, misalnya shin splints, iliotibial band syndrome (ITB syndrome), serta evaluasi biomekanika dasar yang berkaitan dengan aktivitas lari. Tidak hanya itu, tim juga memberikan edukasi terkait postur dan teknik berlari yang tepat guna meminimalkan beban berlebih pada sistem muskuloskeletal. Pendekatan ini dinilai penting mengingat tren olahraga lari yang semakin meningkat di masyarakat, namun belum sepenuhnya diimbangi dengan pemahaman tentang prinsip latihan yang benar. Keterlibatan fisioterapi dalam event ini menjadi bukti bahwa dukungan ilmiah dan klinis sangat dibutuhkan dalam olahraga massal. Persiapan yang matang, baik dari sisi teknis penyelenggaraan maupun kesiapan fisik peserta, menjadi kunci utama dalam menciptakan event yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga aman dan berkelanjutan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo