Dosen Fisioterapi UMM Ikuti Dialog Strategis Guna Menyambut Transformasi Pendidikan Tinggi

Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kegiatan Dialog Pimpinan antara Fakultas Ilmu Kesehatan dengan pimpinan universitas yang berlangsung di lingkungan UMM. Dialog tersebut menjadi ruang strategis dalam membahas arah pengembangan perguruan tinggi, penguatan daya saing program studi, hingga transformasi pendidikan kesehatan menghadapi tantangan global, Senin (4/5/2026). Dalam pemaparannya, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menegaskan bahwa dunia pendidikan tinggi saat ini tengah menghadapi perubahan besar yang menuntut perguruan tinggi untuk terus bertransformasi secara dinamis. Menurutnya, perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menjadi penyelenggara pendidikan, tetapi harus mampu menjadi pusat solusi yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa perubahan lanskap pendidikan tinggi saat ini dipengaruhi oleh ketatnya kompetisi antar perguruan tinggi, meningkatnya ekspektasi industri terhadap lulusan, serta kebutuhan mahasiswa terhadap pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan relevan dengan dunia kerja. Karena itu, UMM mendorong seluruh program studi untuk memperkuat pendekatan Outcome Based Education (OBE), Problem Based Learning (PBL), hingga penguatan Center of Excellence (CoE) sebagai bagian dari transformasi pendidikan modern. Dalam konteks Program Studi Fisioterapi, arah pengembangan tersebut dinilai sangat relevan dengan kebutuhan dunia kesehatan saat ini. Penguatan kompetensi klinis, internasionalisasi kurikulum, sertifikasi kompetensi, hingga keterlibatan mahasiswa dalam praktik berbasis industri kesehatan menjadi fokus penting yang terus dikembangkan oleh Fisioterapi UMM. Rektor juga menyoroti bahwa perguruan tinggi swasta saat ini telah berada pada posisi yang semakin kompetitif dan mandiri. Menurutnya, kualitas perguruan tinggi tidak lagi ditentukan oleh status negeri atau swasta, tetapi oleh kemampuan institusi dalam menghasilkan lulusan unggul, inovasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. “Perguruan tinggi swasta hari ini lahir dalam kondisi yang mandiri dan kompetitif. Karena itu, kita harus percaya diri bahwa kualitas yang kita miliki mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain,” ungkapnya. Selain membahas transformasi pendidikan tinggi, dialog ini juga menjadi upaya memperkuat kedekatan antara pimpinan universitas dengan warga fakultas. Forum tersebut dimanfaatkan untuk mendiskusikan berbagai tantangan aktual di dunia perguruan tinggi, termasuk penyesuaian indikator pendidikan tinggi terkini, dinamika akreditasi, penguatan reputasi internasional, hingga strategi peningkatan daya tarik mahasiswa baru. Melalui dialog tersebut, Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM menegaskan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan global melalui penguatan kualitas akademik, internasionalisasi, riset, serta kolaborasi dengan dunia industri dan layanan kesehatan. Penulis dan Editor Bayu Prastowo