SPORTPHYSIO UMM Buktikan Pentingnya Peran Fisioterapi dalam Event Olahraga

Tim Sportphysio UMM Dalam Melakukan Tindakan Fisioterapi

Semangat sportivitas dan kolaborasi mahasiswa mewarnai pelaksanaan DEKAN CUP FIKES 2026 yang digelar pada 16–17 Mei 2026 di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Ajang olahraga tahunan tersebut diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi di FIKES dan menjadi salah satu event internal paling bergengsi di tingkat fakultas. Dalam gelaran tersebut, komunitas SPORTPHYSIO UMM turut mengambil peran strategis dengan memberikan dukungan di bidang kesehatan dan penanganan cedera selama pertandingan berlangsung. Keterlibatan mahasiswa fisioterapi ini menjadi bentuk implementasi langsung kompetensi klinis di lapangan olahraga sekaligus penguatan pengalaman praktik berbasis sport physiotherapy. Ketua SPORTPHYSIO UMM, Muhamad Abdilah Ibdaul Hakiki, menjelaskan bahwa keterlibatan tim dalam DEKAN CUP bukan hanya sekadar membantu jalannya pertandingan, tetapi juga menjadi media pembelajaran nyata bagi mahasiswa fisioterapi. “Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi kami karena bisa terjun langsung dalam penanganan kondisi peserta di lapangan. Banyak hal yang kami pelajari, mulai dari penanganan awal cedera, pengambilan keputusan saat pertandingan berlangsung, hingga bagaimana bekerja cepat dan tepat dalam situasi tertentu,” ungkapnya. Selama dua hari pelaksanaan kegiatan, tim SPORTPHYSIO UMM menangani berbagai kondisi cedera ringan hingga sedang yang dialami peserta pertandingan, seperti luka lecet, benturan antarpemain, kram otot, hingga cedera pada beberapa bagian tubuh akibat aktivitas olahraga kompetitif. Selain memperkuat keterampilan teknis, kegiatan tersebut juga menjadi sarana pembelajaran dalam membangun komunikasi, koordinasi, dan kekompakan tim di lingkungan klinis lapangan olahraga. Menurut Abdilah, pengalaman seperti ini menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa fisioterapi sebelum memasuki dunia praktik profesional yang sesungguhnya. “Tidak hanya belajar secara teknis, kami juga dilatih untuk memiliki rasa tanggung jawab, komunikasi yang baik, dan solidaritas tim dalam menjalankan tugas bersama. Karena salah satu kunci utama keberhasilan tim adalah kekompakan dan kemampuan saling mendukung satu sama lain,” tambahnya. Selama jalannya pertandingan, seluruh proses pelayanan kesehatan dan penanganan cedera dapat berjalan dengan lancar. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi yang baik antaranggota SPORTPHYSIO UMM serta dukungan berbagai pihak dalam pelaksanaan DEKAN CUP FIKES 2026. Keterlibatan SPORTPHYSIO UMM dalam event olahraga kampus juga menjadi bukti bahwa mahasiswa fisioterapi tidak hanya dibekali kompetensi akademik di ruang kelas, tetapi juga didorong aktif dalam atmosfer praktik klinis lapangan sejak dini, khususnya dalam bidang fisioterapi olahraga. Penulis dan Editor Bayu Prastowo