Dosen Fisioterapi UMM Tingkatkan Kompetensi Melalui Program Internasional

Dosen Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc., berhasil menyelesaikan pelatihan dan ujian kredensial Dry Needling Certification Program yang diselenggarakan oleh International Physical Therapy Academy (IPTA) Batch 8 di Bali. Melalui program tersebut, Ali Multazam resmi dinyatakan lulus dan memperoleh gelar nonformal CDNP (Certified Dry Needling Practitioner), sebagai bentuk pengakuan kompetensi profesional dalam penerapan dry needling pada praktik fisioterapi muskuloskeletal. Kegiatan sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi dosen fisioterapi UMM dalam mengikuti perkembangan metode intervensi fisioterapi berbasis standar internasional. IPTA sendiri diketahui telah memperoleh akreditasi dari lembaga pendidikan di Inggris serta terdaftar sebagai Approved CPD Provider by CPD Group UK, sehingga sertifikasi yang diberikan memiliki pengakuan dalam pengembangan profesional berkelanjutan (continuing professional development). Program pelatihan tersebut secara umum membahas pendekatan dry needling untuk penanganan kasus muskuloskeletal, mulai dari teori dasar, clinical reasoning, safety protocol, hingga praktik aplikasi klinis berbasis evidence-based practice. Dry needling merupakan salah satu pendekatan fisioterapi modern yang digunakan untuk membantu mengurangi nyeri, meningkatkan fungsi gerak, serta menangani gangguan neuromuskular dan muskuloskeletal melalui stimulasi titik spesifik pada jaringan otot menggunakan jarum monofilamen. Ali Multazam menjelaskan bahwa perkembangan ilmu fisioterapi saat ini menuntut tenaga profesional untuk terus memperbarui kompetensi dan kemampuan klinis sesuai perkembangan global. “Fisioterapi berkembang sangat cepat. Karena itu, tenaga fisioterapi harus terus melakukan pembaruan kompetensi agar pelayanan yang diberikan tetap relevan, aman, dan berbasis evidence,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa penguasaan metode intervensi internasional seperti dry needling menjadi salah satu nilai tambah dalam meningkatkan kualitas layanan fisioterapi, khususnya pada kasus muskuloskeletal yang saat ini banyak ditemukan di masyarakat. Sementara itu, Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurutnya, peningkatan kompetensi dosen menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas pendidikan fisioterapi di UMM. “Kami terus mendorong dosen untuk aktif mengikuti sertifikasi maupun pelatihan internasional. Hal ini penting agar proses pembelajaran di kampus selalu selaras dengan perkembangan praktik fisioterapi global,” jelasnya. Melalui capaian ini, Fisioterapi UMM kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan pengembangan kompetensi profesional berbasis standar internasional, baik bagi dosen maupun mahasiswa. Penulis dan Editor Bayu Prastowo