Program Home Visit Jadi Ruang Kolaborasi Internasional Antara Fisioterapi UMM, Yemen Dan Thailand

Program home visit geriatri yang dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di wilayah kerja Puskesmas Mojolangu tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi internasional dalam pelayanan kesehatan berbasis komunitas. Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa profesi fisioterapis UMM bersama mahasiswa internasional, yakni Omar Salem, mahasiswa asal Republic of Yemen yang tengah menempuh pendidikan melalui sistem bundling Sarjana dan Pendidikan Profesi Fisioterapis di UMM. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh Siwat Matro dari Thailand yang saat ini menjalani program Student Exchange hasil kolaborasi antara Fisioterapi UMM dan Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa internasional turut melakukan observasi dan pendampingan home visit bersama mahasiswa profesi fisioterapis UMM untuk melihat secara langsung implementasi pelayanan fisioterapi komunitas, khususnya pada pasien geriatri di Indonesia. Kehadiran mahasiswa lintas negara tersebut menjadi bagian dari penguatan internasionalisasi akademik sekaligus pertukaran wawasan mengenai pendekatan pelayanan kesehatan lintas negara. Dalam home visit tersebut, mahasiswa melakukan kunjungan ke sejumlah pasien lanjut usia dengan berbagai kondisi kesehatan seperti stroke, osteoarthritis, spondylosis lumbal, low back pain, post-operative total knee replacement, hingga gangguan kecemasan pada lansia. Mahasiswa membantu proses pemeriksaan fisioterapi, memberikan edukasi kesehatan, melakukan latihan terapeutik sederhana, serta mendampingi keluarga pasien dalam aktivitas yang dapat mendukung proses pemulihan dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menjelaskan bahwa kegiatan home visit menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kesehatan berbasis komunitas sekaligus memperkuat pengalaman internasional bagi mahasiswa fisioterapi. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata institusi pendidikan dalam membantu masyarakat. Dengan adanya mahasiswa internasional dan student exchange, mahasiswa dapat belajar mengenai perspektif pelayanan kesehatan global tanpa meninggalkan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat lokal,” jelasnya. Menurutnya, pendekatan home visit memberikan pengalaman yang berbeda bagi mahasiswa karena pelayanan fisioterapi dilakukan langsung di rumah pasien. Hal tersebut membuat mahasiswa mampu memahami kondisi pasien secara lebih menyeluruh, termasuk faktor lingkungan, aktivitas sehari-hari, hingga dukungan keluarga yang memengaruhi proses rehabilitasi. Kehadiran mahasiswa internasional dalam kegiatan tersebut juga mendapat respons positif dari masyarakat. Pasien dan keluarga merasa terbantu dengan adanya pendampingan kesehatan secara langsung di rumah sekaligus mendapatkan pengalaman menarik karena dapat berinteraksi dengan mahasiswa dari berbagai negara. Melalui kegiatan ini, Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM berharap kolaborasi internasional dalam pelayanan kesehatan komunitas dapat terus ditingkatkan. Selain memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya UMM dalam memperkuat internasionalisasi kampus serta mencetak fisioterapis yang adaptif terhadap perkembangan pelayanan kesehatan global. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah
Profesi Fisioterapis UMM Perluas Akses Layanan Kesehatan Melalui Puskesmas se-Malang Raya

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyebaran mahasiswa profesi fisioterapis ke berbagai puskesmas di wilayah Malang Raya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan fisioterapi yang lebih dekat, terjangkau, dan mudah diakses bagi seluruh lapisan masyarakat. Melalui program praktik profesi berbasis komunitas, mahasiswa profesi fisioterapis diterjunkan secara langsung ke sejumlah puskesmas untuk memberikan pelayanan fisioterapi kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan kesehatan primer di masyarakat. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menjelaskan bahwa pelayanan fisioterapi di tingkat puskesmas memiliki peran strategis dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif secara berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan layanan rehabilitasi saat ini terus meningkat, mulai dari kasus muskuloskeletal, stroke, gangguan gerak pada lansia, cedera olahraga, hingga gangguan aktivitas fungsional dalam kehidupan sehari-hari. “Melalui program ini, kami ingin layanan fisioterapi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selama ini fisioterapi masih sering dipandang hanya tersedia di rumah sakit besar, padahal pelayanan rehabilitasi juga sangat dibutuhkan di tingkat pelayanan dasar seperti puskesmas,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa profesi fisioterapis UMM turut terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi asesmen fisioterapi, latihan terapi, edukasi kesehatan, home visit, pendampingan aktivitas fungsional pasien, hingga pelayanan fisioterapi komunitas berbasis promotif dan preventif. Selain memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa profesi untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara holistik. Mahasiswa dituntut mampu membangun komunikasi dengan pasien, keluarga, serta tenaga kesehatan lainnya dalam pendekatan interprofesional di fasilitas kesehatan primer. Safun menambahkan bahwa pengalaman praktik di puskesmas menjadi bagian penting dalam membentuk karakter fisioterapis yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan komunitas dinilai mampu memperluas perspektif mahasiswa mengenai pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada terapi klinis, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Keberadaan mahasiswa profesi fisioterapis UMM di berbagai puskesmas se-Malang Raya pun mendapat respons positif dari masyarakat maupun tenaga kesehatan setempat. Kehadiran layanan fisioterapi di tingkat pelayanan primer dinilai membantu masyarakat memperoleh penanganan lebih awal tanpa harus menunggu rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah
Program Support Group Mahasiswa

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui layanan Bimbingan dan Konseling (BK UMM) membuka program Support Group bagi seluruh mahasiswa aktif UMM. Program ini menjadi wadah pendampingan dan dukungan bagi mahasiswa yang tengah menghadapi berbagai kendala selama proses perkuliahan maupun penyelesaian tugas akhir. Kegiatan Support Group dirancang sebagai ruang yang aman, nyaman, dan saling mendukung antarmahasiswa. Melalui program ini, peserta dapat berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta belajar menghadapi berbagai permasalahan akademik maupun pribadi dengan cara yang lebih sehat dan realistis. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk membantu mahasiswa meningkatkan motivasi, rasa percaya diri, serta membangun kemampuan coping dalam menghadapi tekanan selama masa studi. Peserta akan diajak untuk tumbuh dan menguatkan satu sama lain melalui suasana diskusi yang suportif dan penuh empati. Adapun syarat mengikuti kegiatan ini, yaitu: Mahasiswa aktif UMM Memiliki kendala yang menghambat proses perkuliahan, baik akademik, tugas akhir, maupun persoalan pribadi Bersedia mengikuti kegiatan dengan nyaman dan saling menghargai Menjaga kerahasiaan cerita dan privasi sesama peserta Memiliki komitmen untuk saling mendukung dan bertumbuh bersama Pendaftaran Support Group dibuka mulai 23 Mei hingga 6 Juni 2026 melalui tautan bit.ly/pendaftaransupportgroup. Informasi terkait jadwal dan tempat pelaksanaan kegiatan akan diumumkan secara berkala kepada peserta yang telah mendaftar.