Peringati Hari Lansia Nasional, Fisioterapi UMM Hadirkan Program SIMBAH LENTUR di Panti Lansia

Foto Bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat Fisioterapi UMM dengan Lansia di Griya Lansia Husnul Khatimah

Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 yang diperingati setiap 29 Mei sebagai momentum untuk menghormati peran dan kontribusi lansia dalam perjalanan bangsa. Dalam peringatan tahun ini, tim Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Panti Jompo Yayasan Peduli Kasih “KNDJH” serta Griya Lansia Husnul Khatimah. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh dosen Fisioterapi UMM, Nungki Marlian Yuliadarwati, SST.Ft., Ftr., M.Kes., dengan menghadirkan berbagai layanan fisioterapi promotif dan preventif bagi para lansia. Tidak hanya pemeriksaan kondisi fisik dan latihan gerak sederhana, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga aktivitas fisik, keseimbangan tubuh, serta kualitas tidur pada usia lanjut. Dalam kesempatan tersebut, tim Fisioterapi UMM memperkenalkan inovasi latihan fisik bertajuk SIMBAH LENTUR. Program ini merupakan model latihan berbasis budaya Jawa yang dirancang khusus untuk lansia dengan pendekatan yang aman, sederhana, dan mudah diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. SIMBAH LENTUR merupakan akronim dari Simbah Nggolek Lungguh Njaga Angler. “Simbah” merujuk pada lansia, “Nggolek Lungguh” menggambarkan latihan berbasis kursi (base chair exercise), sedangkan “Njaga Angler” bermakna menjaga kualitas tidur agar tetap nyenyak dan berkualitas. Program latihan ini mengombinasikan berbagai pendekatan fisioterapi, seperti senam berbasis kursi, senam senior Triloka, latihan keseimbangan dinamis, hingga deep breathing exercise atau latihan pernapasan dalam. Seluruh rangkaian latihan dirancang untuk membantu meningkatkan keseimbangan tubuh, fleksibilitas, kebugaran fisik, serta kualitas tidur pada lansia. Menurut Nungki Marlian Yuliadarwati, inovasi SIMBAH LENTUR lahir dari kebutuhan lansia akan aktivitas fisik yang aman namun tetap efektif dalam meningkatkan kualitas hidup. “Banyak lansia mengalami penurunan keseimbangan, gangguan tidur, hingga keterbatasan aktivitas akibat penurunan fungsi fisik. Melalui SIMBAH LENTUR, kami mencoba menghadirkan model latihan yang sederhana, aman, berbasis budaya lokal, tetapi tetap memiliki dasar ilmiah fisioterapi,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa penggunaan kursi sebagai alat bantu utama membuat latihan lebih ramah bagi lansia karena dapat meminimalkan risiko jatuh dan meningkatkan rasa aman saat bergerak. Selain itu, kombinasi latihan pernapasan dan postural juga membantu relaksasi tubuh sehingga kualitas tidur meningkat. Para lansia tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tidak sedikit peserta yang mengaku merasa lebih segar, rileks, dan percaya diri untuk kembali aktif bergerak setelah mengikuti latihan bersama tersebut. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa profesi fisioterapis UMM. Selain memberikan pengalaman klinis langsung kepada mahasiswa, kegiatan ini juga memperkuat peran fisioterapi dalam mendukung penuaan sehat di masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo