Aktivitas Alam Jadi Media Terapi, Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Perkuat Stimulasi Sensoris Anak di ASYA Therapy Center Mojokerto

Mahasiswa Profesi Fisioterapis Tengah Mendampingi Terapi Sensoris di Alam

Pendekatan fisioterapi pediatrik tidak selalu dilakukan di ruang terapi. Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tengah menjalani praktik lapangan di ASYA Therapy Center Mojokerto memperoleh pengalaman pembelajaran yang unik melalui kegiatan menanam padi bersama anak-anak sebagai bagian dari stimulasi sensoris berbasis aktivitas alam. Kegiatan yang diikuti oleh lima mahasiswa profesi fisioterapis tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman sensoris yang kaya dan bermakna bagi anak-anak. Melalui aktivitas menyentuh tanah, merasakan tekstur lumpur, memegang bibit padi, hingga berinteraksi langsung dengan lingkungan alam terbuka, anak-anak diajak untuk mengembangkan kemampuan sensorik, motorik, serta keterampilan sosial secara alami dan menyenangkan. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa tidak hanya mendampingi anak-anak, tetapi juga melakukan observasi terhadap berbagai respons sensoris yang muncul. Aktivitas ini menjadi salah satu bentuk implementasi pendekatan terapi berbasis aktivitas fungsional (functional activity-based therapy) yang saat ini banyak diterapkan dalam layanan fisioterapi pediatri modern. Owner sekaligus Clinical Instructor Klinik Asya Pediatri, menjelaskan bahwa pengalaman langsung di lingkungan alam memiliki manfaat yang sangat baik bagi perkembangan anak, terutama dalam mendukung proses integrasi sensoris. “Anak-anak belajar melalui pengalaman nyata. Saat mereka menyentuh tanah, merasakan tekstur lumpur, atau menanam bibit padi secara langsung, berbagai sistem sensoris bekerja secara bersamaan. Kegiatan seperti ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menjadi media terapi yang efektif untuk mendukung perkembangan anak,” ujarnya. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa profesi fisioterapis dalam kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman berharga untuk memahami bahwa terapi dapat dikemas secara kreatif, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari anak. Sementara itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, S.ST.Ft., Ftr., M.Fis., menilai bahwa praktik lapangan merupakan kesempatan penting bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori yang diperoleh di bangku kuliah dengan kondisi nyata di lapangan. “Kami mendorong mahasiswa untuk mengembangkan pendekatan fisioterapi yang inovatif, berbasis bukti ilmiah (evidence-based), dan berpusat pada kebutuhan pasien. Kegiatan menanam padi ini menunjukkan bahwa terapi tidak selalu dilakukan dengan metode konvensional, tetapi dapat dikembangkan melalui aktivitas sehari-hari yang bermakna bagi anak,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pengalaman praktik di bidang pediatri, seperti di Klinik Asya Pediatri, menjadi sarana penting bagi mahasiswa untuk memperkuat kompetensi profesional, kemampuan komunikasi terapeutik, serta kreativitas dalam merancang intervensi fisioterapi yang efektif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa profesi fisioterapis UMM memperoleh kesempatan untuk memahami secara langsung penerapan stimulasi sensoris berbasis aktivitas alam. Di sisi lain, anak-anak mendapatkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk mendukung perkembangan sensorik, motorik, dan kemampuan interaksi sosial mereka. Kolaborasi antara Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM dan Klinik Asya Pediatri menjadi contoh bagaimana pendidikan profesi kesehatan dapat menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan aktivitas sederhana seperti menanam padi, terapi dapat menjadi pengalaman yang lebih natural, bermakna, dan menyenangkan bagi anak-anak dalam mendukung tumbuh kembang mereka secara optimal. Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah