Mengenalkan Indonesia Lewat Budaya, Fisioterapi UMM Ajak Mahasiswa Thailand Kunjungi Situs Bersejarah

Foto Bersama Tim Student Exchange, Mahasiswa Thailand, dan Ki Soleh Adi Pramono

Program International Student Exchange yang diselenggarakan oleh Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik dan praktik klinik. Sebagai bagian dari penguatan pengalaman lintas budaya, mahasiswa internasional dari Department of Physical Therapy Mahidol University, Thailand, diajak untuk mengenal lebih dekat sejarah dan kebudayaan Indonesia melalui kunjungan ke sejumlah situs budaya di Kabupaten Malang, Sabtu (6/7/2026). Mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Kattiya Promkhandee, mahasiswa Master of Physical Therapy Mahidol University, serta Siwat Matro, mahasiswa program Bachelor of Physical Therapy. Kunjungan budaya ini didampingi langsung oleh Tim International Student Exchange Fisioterapi UMM yang dikoordinasikan oleh Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Situs Petirtaan Ngawonggo di Kabupaten Malang. Situs ini memiliki nilai sejarah yang penting karena diyakini berkaitan dengan keberadaan Desa Kaswangga yang disebut dalam Prasasti Wurandungan yang diterbitkan pada 7 November 944 Masehi pada masa pemerintahan Mpu Sindok dari Kerajaan Medang. Dalam prasasti tersebut, Kaswangga dikenal sebagai salah satu pusat kadewaguruan atau kawasan pendidikan keagamaan pada masa lampau. Keberadaan wilayah ini menunjukkan bahwa Malang telah menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritualitas sejak lebih dari seribu tahun lalu. Selain mengunjungi situs sejarah, rombongan juga melakukan kunjungan ke Padepokan Seni Mangun Dharma (PSMD) yang berlokasi di Kabupaten Malang. Padhepokan yang didirikan sejak tahun 1989 ini dikenal sebagai salah satu pusat pelestarian seni tradisional Malang, khususnya Wayang Topeng Malangan. Di bawah binaan maestro seni tradisi Malang, Ki Soleh Adi Pramono, PSMD aktif mengembangkan berbagai cabang seni budaya seperti tari tradisional, pedalangan, karawitan, sinden, macapat Malangan, hingga seni ukir topeng. Mahasiswa internasional berkesempatan menyaksikan secara langsung proses pelestarian budaya sekaligus mengenal filosofi yang terkandung dalam kesenian tradisional Jawa Timur. Nikmatur Rosidah, menjelaskan bahwa pengenalan budaya menjadi bagian penting dalam program mobility exchange yang dijalankan bersama Mahidol University. “Kami ingin mahasiswa internasional tidak hanya mendapatkan pengalaman akademik dan klinik selama berada di Indonesia, tetapi juga memahami sejarah, budaya, dan nilai-nilai lokal yang hidup di tengah masyarakat. Cultural exchange menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman global sekaligus memperkuat hubungan antarbangsa,” ujarnya. Menurutnya, pengalaman berinteraksi langsung dengan situs sejarah dan komunitas pelestari budaya memberikan perspektif yang lebih luas bagi mahasiswa internasional tentang kekayaan peradaban Indonesia. Bagi Kattiya Promkhandee dan Siwat Matro, kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang berkesan. Selain memperoleh wawasan mengenai sejarah panjang peradaban di Malang, mereka juga dapat melihat secara langsung bagaimana masyarakat Indonesia menjaga dan melestarikan warisan budaya yang dimiliki. Terlebih lagi, mereka cukup terkejut karena kebudayaan di Indonesia dan Thailand memiliki kesamaan. Melalui kegiatan ini, Fisioterapi UMM terus mengembangkan konsep internasionalisasi yang tidak hanya berbasis akademik, tetapi juga mengedepankan pemahaman budaya dan nilai-nilai lokal. Program ini diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih komprehensif bagi mahasiswa internasional sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia. Penulis dan Editor Bayu Prastowo