Bangun Solidaritas, Fisioterapi UMM Rutin Gelar Olahraga Bersama Mahasiswa, Alumni, dan Dosen

Foto Bersama Dosen, IKA Fisioterapi UMM, Mahasiswa S1 Fisioterapi, Mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis, dan Mahasiswa Internasional

Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat hubungan antarwarga akademik melalui kegiatan olahraga bersama yang dilaksanakan secara rutin. Menariknya, kegiatan kali ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa dan dosen, tetapi juga melibatkan Ikatan Alumni Fisioterapi (IKA Fisioterapi UMM) serta mahasiswa internasional dari Program International Student Exchange Mahidol University, Thailand. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Fun Minisoccer tersebut berlangsung penuh keakraban dan semangat kebersamaan. Mahasiswa Program Studi S1 Fisioterapi, mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis, alumni, dosen, hingga mahasiswa internasional berbaur dalam satu lapangan tanpa sekat angkatan maupun status akademik. Kehadiran mahasiswa dari Department of Physical Therapy, Mahidol University, Thailand, turut memberikan nuansa internasional pada kegiatan tersebut. Selain menjadi sarana untuk menjaga kebugaran, aktivitas ini juga menjadi ruang interaksi lintas budaya yang mempererat hubungan antara mahasiswa Indonesia dan Thailand. Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama ini merupakan bagian dari upaya membangun iklim akademik yang sehat, aktif, dan kolaboratif. “Fisioterapi tidak hanya berbicara tentang pembelajaran di kelas atau laboratorium, tetapi juga tentang bagaimana membangun budaya hidup sehat serta hubungan yang kuat antarwarga akademik. Kegiatan seperti ini menjadi sarana yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Fisioterapi UMM,” ujarnya. Ke depan, kegiatan olahraga bersama tidak hanya berfokus pada fun minisoccer. Program Studi Fisioterapi UMM bersama organisasi kemahasiswaan dan alumni berencana mengembangkan berbagai cabang olahraga lain untuk mengakomodasi minat dan bakat mahasiswa yang semakin beragam. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Pembina Sport Physio UMM, Arys Hasta Baruna, S.Ft., M.Kes., yang turut hadir dan berpartisipasi langsung dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, olahraga bersama menjadi wadah yang sangat baik untuk membangun relasi sekaligus memberikan pengalaman belajar yang nyata bagi mahasiswa fisioterapi. “Ini menjadi momen yang sangat positif untuk saling mengenal, mempererat silaturahmi, dan membangun komunikasi antara mahasiswa, alumni, dosen, serta mahasiswa internasional. Selain itu, kegiatan olahraga seperti ini juga menjadi laboratorium nyata bagi mahasiswa untuk memahami aspek pencegahan cedera olahraga, kebugaran, serta penanganan kondisi yang sering dijumpai dalam aktivitas fisik,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keberadaan komunitas Sport Physio memiliki peran strategis dalam mendukung kegiatan olahraga kampus. Mahasiswa dapat belajar secara langsung mengenai skrining risiko cedera, edukasi pencegahan cedera, hingga prinsip-prinsip dasar fisioterapi olahraga yang selama ini dipelajari dalam perkuliahan. Melalui kegiatan ini, Fisioterapi UMM tidak hanya mendorong gaya hidup aktif dan sehat, tetapi juga memperkuat sinergi antara mahasiswa, alumni, dosen, dan mitra internasional. Semangat kolaborasi yang terbangun di lapangan diharapkan menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan akademik yang produktif. Penulis dan Editor Bayu Prastowo