Dalam momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 Tahun 2025, Dinas Kesehatan Kota Malang menyelenggarakan Fun Walk 2025 yang dipusatkan di halaman Balai Kota Malang. Fun Walk ini adalah puncak rangkaian HKN ini diikuti sekitar 3.000 peserta dari berbagai elemen masyarakat dan komunitas kesehatan, Minggu (21/12/2025).

Kegiatan ini menggandeng Pendidikan Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang tergabung bersama Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Cabang Kota Malang. Kehadiran fisioterapi tidak sekadar bersifat partisipatif, melainkan menjadi bagian penting dalam pengawalan aktivitas fisik masyarakat secara aman, terukur, dan sebagai pusat pencegahan atau penanganan darurat akibat cedera.

Fisioterapi berperan aktif dalam menjaga keamanan dan kualitas aktivitas fisik peserta melalui pemberian peregangan dinamis sebelum kegiatan untuk mempersiapkan otot dan sendi agar siap menghadapi aktivitas berjalan dan berlari sejauh 2,5 hingga 4 km. Setelah kegiatan selesai, peserta didampingi untuk melakukan peregangan statis guna membantu relaksasi otot, menurunkan ketegangan, serta mempercepat pemulihan dan mencegah nyeri otot pasca aktivitas. Selain itu, tim fisioterapi juga siaga memberikan tindakan kegawatdaruratan muskuloskeletal, seperti penanganan kram, kelelahan otot, serta penerapan taping sebagai dukungan stabilitas dan pencegahan cedera.

Foto Bersama Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kota Malang dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang (Tengah)
Foto Bersama Ketua Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) Kota Malang dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang (Tengah)

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat secara langsung melepas peserta Fun Walk, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan puncak peringatan HKN 2025 yang kembali digelar setelah sempat vakum. Ia berharap semangat hidup sehat dapat terus ditanamkan kepada masyarakat sejak dini, sejalan dengan tema HKN tahun ini, “Generasi Sehat, Masa Depan Hebat”. Hal serupa juga disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang saat ini adalah dr. Husnul Muarif, M.M. yang juga turut hadir.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini menegaskan peran pendidikan profesi fisioterapis pada level komunitas.

“Pendidikan profesi fisioterapis tidak hanya berorientasi pada layanan kuratif di rumah sakit atau klinik, tetapi juga menempatkan fisioterapi sebagai garda terdepan dalam mendukung program kesehatan masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata fisioterapi UMM dalam mendukung kebijakan pemerintah sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya aktivitas fisik yang sehat dan aman,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan aktif dalam peringatan HKN ke-61, Profesi Fisioterapis UMM menegaskan komitmennya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga konsisten hadir memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan misi pengembangan kesehatan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo