Sebanyak 86 mahasiswa baru Program Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan ke-13 Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) mengikuti kegiatan Character Building yang diselenggarakan di Stadion UMM, Sabtu (7/2/2026).
Mahasiswa ini berasal dari beragam latar belakang institusi pendidikan, antara lain alumni S1 Fisioterapi UMM, Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), Universitas Dhyana Pura, Institut Teknologi Kesehatan dan Sains (ITKES) Wiyata Husada Samarinda (WHS), serta sejumlah perguruan tinggi lainnya. Keberagaman ini menjadi potensi sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter dan kesiapan profesional mahasiswa profesi fisioterapis.

Kegiatan Character Building ini difokuskan pada refleksi dan penguatan soft skills yang esensial bagi fisioterapis profesional. Beberapa poin refleksi utama yang disampaikan meliputi pentingnya manajemen diri, kemampuan komunikasi yang efektif, kerja sama tim, serta kesadaran untuk tidak bersikap menyalahkan diri sendiri dalam proses belajar dan praktik klinik.
Mahasiswa juga diajak memahami bahwa praktik profesi fisioterapis di lapangan. Oleh karena itu, kemampuan self-control menjadi krusial, termasuk kesadaran bahwa tidak semua anggota tim harus selalu berada dalam kondisi emosional yang sama. Dalam sebuah tim, diperlukan peran yang saling melengkapi, termasuk individu yang mampu menjadi penenang dan penyeimbang dinamika kelompok. Keterampilan mendengarkan ditekankan sebagai pilar utama dalam komunikasi kesehatan. Mahasiswa dilatih untuk fokus, rapi, dan sistematis dalam mengerjakan tugas, sekaligus memahami perbedaan pendekatan logika dan perasaan yang kerap muncul dalam kerja tim, baik antarindividu maupun lintas profesi.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam membangun fondasi karakter mahasiswa sebelum terjun ke wahana praktik.
“Kegiatan Character Building ini merupakan upaya kami untuk membangun kesiapan mental, emosional, dan sosial mahasiswa profesi fisioterapis. Kompetensi klinis saja tidak cukup, tetapi harus diimbangi dengan karakter yang kuat, kemampuan berkomunikasi, serta kerja sama tim yang baik agar mahasiswa siap menghadapi kompleksitas layanan fisioterapi di masyarakat,” ungkapnya.
Kegiatan ini didampingi langsung oleh tim dari Pusat Layanan Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang, yang berperan dalam memfasilitasi proses refleksi, diskusi, dan penguatan aspek psikologis mahasiswa. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa profesi fisioterapis UMM memiliki kesiapan baik secara akademik, klinis, maupun karakter sebagai calon fisioterapis profesional.
Penulis Holista Mila Yuniar dan Editor Bayu Prastowo