Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersama RSUD Sumberglagah menggelar kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) kerja sama pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk meninjau keberlangsungan kolaborasi yang telah berjalan sejak 2023 sekaligus merumuskan arah pengembangan kerja sama ke depan.

Foto Bersama Antara Perwakilan dari RSUD Sumberglagah dan Dekanat serta Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis
Foto Bersama Antara Perwakilan dari RSUD Sumberglagah dan Dekanat serta Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis

Kerja sama antara kedua institusi yang berlaku hingga 2027 ini selama ini berfokus pada pengiriman mahasiswa praktik klinik profesi fisioterapis dengan jumlah rata-rata 4 hingga 6 mahasiswa setiap bulan. Mahasiswa menjalani praktik di beberapa stase, termasuk neurologi sentral dan perifer, integumen di bawah supervisi clinical educator yang telah ditunjuk.

Dalam evaluasi tersebut, berbagai aspek teknis turut dibahas, mulai dari sistem orientasi mahasiswa sebelum praktik, mekanisme administratif, hingga rencana penyesuaian perjanjian kerja sama melalui adendum. Salah satu poin penting yang mengemuka adalah perlunya penguatan implementasi kerja sama yang tidak hanya terbatas pada bidang pendidikan, tetapi juga mencakup penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Evaluasi Bersama Antara Perwakilan dari RSUD Sumberglagah dan Dekanat serta Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis
Evaluasi Bersama Antara Perwakilan dari RSUD Sumberglagah dan Dekanat serta Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis

Dekan FIKES UMM, Hidajah Rachmawati, S.Si., Sp.FRS, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan kerja sama yang telah terjalin sekaligus memperluas dampaknya.

“Kerja sama ini perlu terus dijaga dan dikembangkan. Tidak hanya dalam pengiriman mahasiswa praktik, tetapi juga perlu diimplementasikan dalam bentuk lain seperti penelitian dan pengabdian, sehingga manfaatnya semakin luas bagi kedua belah pihak,” ujarnya.

Selain itu, Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, turut mendorong penguatan kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia, khususnya bagi tenaga kesehatan di RSUD Sumberglagah.

“Kami membuka peluang bagi pegawai rumah sakit untuk melanjutkan studi ke jenjang profesi fisioterapi di UMM sebagai bagian dari penguatan kompetensi dan peningkatan kualitas layanan,” ungkapnya.

Hasil monitoring dan evaluasi ini juga menghasilkan sejumlah rencana tindak lanjut, termasuk penyusunan naskah adendum kerja sama yang akan menyesuaikan dengan kebutuhan dan dinamika regulasi terkini. Selain itu, penguatan sistem orientasi mahasiswa juga menjadi perhatian untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa sebelum memasuki wahana praktik. Kegiatan ini menegaskan komitmen bersama dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan, tidak hanya dalam pendidikan klinik, tetapi juga dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo