Kiprah alumni Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menunjukkan daya saing di dunia profesional. Bagus Prasetyo Pamungkas, alumni S1 Fisioterapi angkatan 2021 dan Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM angkatan ke-XI, kini meniti karier sebagai fisioterapis di Maestro Solo Futsal Club. Klub futsal ini berbasis di Solo, Boyolali dan bersiap menjalani debut di Pro Futsal League (PFL) 2 pada musim 2026.
Maestro Solo FC sendiri merupakan klub yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet usia muda di wilayah Eks Karesidenan Surakarta sejak berdiri pada 2026. Dalam perannya, Bagus bertanggung jawab mendampingi para pemain, khususnya dalam aspek kebugaran, pencegahan cedera, serta pemulihan kondisi fisik menjelang kompetisi.

Saat ini, Bagus bersama tim tengah menjalani persiapan intensif menghadapi putaran pertama kompetisi. “Saat ini saya tengah mempersiapkan pemain muda untuk menunjukkan performa maksimal, terutama menghadapi pertandingan di bulan ini. Kami sedang menjalani persiapan di Bandung untuk pekan pertama PFL 2 melawan Hamton FC dan Great Grace Surabaya FC pada April 2026 ini,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa dalam proses persiapan tersebut, tim sempat menghadapi tantangan berupa cedera pada beberapa pemain. Hal ini menuntut peran fisioterapis untuk memastikan kondisi atlet tetap optimal sebelum bertanding.
“Kemarin ada beberapa pemain yang mengalami cedera. Saat ini saya fokus memastikan mereka bisa kembali tampil maksimal. Tentunya ini juga membutuhkan sinergi yang baik dengan pelatih fisik dan tim pelatih secara keseluruhan,” tambahnya.
Bagus mengaku bersyukur dapat langsung memperoleh kesempatan berkarier di klub profesional tidak lama setelah menyelesaikan pendidikan profesinya. Ia menilai bahwa pengalaman akademik dan praktik yang diperoleh selama kuliah menjadi bekal utama dalam menghadapi dunia kerja.
“Saya bersyukur tidak perlu menunggu lama setelah lulus profesi untuk mendapatkan peluang ini. Ilmu yang didapat selama perkuliahan, ditambah pengalaman di berbagai stase praktik, sangat membantu dalam membentuk kesiapan saya di dunia profesional,” ungkapnya.
Selain itu, keterlibatannya dalam PhysioSET, sebuah wadah pembinaan minat fisioterapi olahraga, turut berkontribusi dalam mengasah kompetensinya di bidang sports physiotherapy.
Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapi UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih alumni. Ia menilai perkembangan alumni saat ini menunjukkan bahwa lulusan fisioterapi UMM mampu beradaptasi dan berkembang di berbagai sektor profesional.
“Kami bangga melihat progres para alumni. Apa yang sebelumnya menjadi harapan, kini telah menjadi realitas. Mahasiswa yang dulu kami dampingi kini telah berkembang menjadi rekan sejawat yang profesional dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.
Kehadiran alumni di level kompetisi profesional seperti Pro Futsal League menjadi bukti bahwa lulusan fisioterapi tidak hanya berperan di layanan kesehatan konvensional, tetapi juga memiliki peluang besar dalam dunia olahraga prestasi. Hal ini sekaligus mempertegas pentingnya penguatan kompetensi berbasis praktik dan pengalaman lapangan dalam pendidikan fisioterapi.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo