Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) angkatan ke-13 saat ini tengah menjalani stase Fisioterapi Komunitas dan Geriatri di sejumlah puskesmas di wilayah Malang Raya. Salah satu titik praktik yang menjadi sorotan adalah keterlibatan mahasiswa dalam layanan Posyandu Disabilitas di Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Senin (20/04/2026).

Program Posyandu Disabilitas di wilayah ini dikenal sebagai salah satu layanan kesehatan inklusif yang telah berjalan sejak 2019, dengan pusat kegiatan di Desa Bedali dan dukungan dari Puskesmas Lawang. Posyandu ini menghadirkan pendekatan terpadu melalui model 7 meja pelayanan, mulai dari pendaftaran, pengukuran, pencatatan, konsultasi dan komunikasi informasi edukasi (KIE), pelayanan kesehatan, terapi, hingga pemberdayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa fisioterapi UMM berperan aktif dalam memberikan edukasi sekaligus layanan berbasis kebutuhan masyarakat disabilitas. Mereka turut memperkenalkan konsep fisioterapi inklusi, yang menekankan akses layanan kesehatan yang setara bagi penyandang disabilitas. Hal ini merupakan sebuah aspek yang dinilai masih terbatas di tingkat posyandu maupun puskesmas.
Layanan yang diberikan tidak hanya berfokus pada intervensi fisik, tetapi juga pendekatan multidisiplin. Fisioterapi diberikan kepada penyandang tuna daksa, sementara terapi wicara menyasar individu dengan hambatan pendengaran dan komunikasi. Selain itu, terdapat layanan konseling untuk membantu penyelesaian persoalan disabilitas serta edukasi parenting bagi orang tua dalam mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Kehadiran mahasiswa dalam program ini sekaligus menjadi upaya bridging antara konsep akademik dengan praktik nyata di masyarakat. Posyandu sebagai layanan kesehatan berbasis komunitas yang mengedepankan prinsip dari, oleh, dan untuk masyarakat menjadi ruang strategis dalam memperkuat literasi kesehatan inklusif.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan di bawah pendampingan Clinical Educator Nadya Setyarini Farizka, A.Md.Kep serta supervisi Perseptorship Bayu Prastowo, Ftr., M.Si. Pendampingan ini memastikan bahwa intervensi yang dilakukan mahasiswa tetap berbasis evidensi serta sesuai dengan standar praktik fisioterapi komunitas.
Melalui keterlibatan langsung di Posyandu Disabilitas, mahasiswa tidak hanya mengasah kompetensi klinis, tetapi juga memperkuat sensitivitas sosial terhadap isu disabilitas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan layanan fisioterapi yang lebih inklusif di tingkat layanan primer, sekaligus memperluas peran fisioterapis dalam sistem kesehatan masyarakat.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo