Mahasiswa Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Tania Momtaza, mencatatkan prestasi membanggakan dengan terpilih sebagai delegasi dalam kegiatan The Global and Cultural Exposure (GCE) yang  diselenggarakan pada 15–18 April 2026 di Penang, Malaysia.

Program internasional ini merupakan inisiatif dari Pusat Prestasi Mahasiswa PTMA yang menghadirkan mahasiswa terbaik dari berbagai Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pengembangan kapasitas mahasiswa melalui kombinasi pertukaran budaya, penguatan jejaring global, serta kompetisi akademik dan nonakademik di tingkat internasional.

Tania Momtaza, Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
Tania Momtaza, Mahasiswa Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Selama empat hari pelaksanaan, para delegasi mengikuti berbagai agenda strategis yang mencakup eksplorasi budaya lintas negara, diskusi akademik, hingga kompetisi yang menuntut kemampuan berpikir kritis, kolaborasi, dan adaptasi dalam lingkungan global. Kegiatan ini menjadi ajang bagi mahasiswa untuk memperluas perspektif serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan internasional.

Salah satu rangkaian utama kegiatan berlangsung di Universiti Muhammadiyah Malaysia, yang menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan sesi akademik dan pertukaran wawasan. Melalui interaksi langsung dengan mahasiswa dan lingkungan akademik internasional, peserta memperoleh pengalaman nyata terkait sistem pendidikan global serta dinamika pembelajaran lintas budaya.

Keikutsertaan Tania Momtaza mencerminkan komitmen Program Studi Fisioterapi UMM dalam mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif di tingkat internasional. Tidak hanya sebagai representasi institusi, partisipasi ini juga menjadi bagian dari strategi penguatan kompetensi mahasiswa dalam menghadapi era globalisasi.

Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., menegaskan bahwa mobilitas internasional merupakan salah satu fokus pengembangan program studi.

“Kami secara konsisten memberikan kesempatan mobilisasi internasional, baik kepada mahasiswa maupun dosen. Hal ini penting agar mereka dapat mengakses perkembangan ilmu terbaru, membangun jejaring global, serta meningkatkan daya saing di tingkat internasional. Kesempatan ini tentu harus dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Melalui keterlibatan dalam program Global and Cultural Exposure, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman akademik, tetapi juga mampu mengembangkan wawasan global, sensitivitas budaya, serta kapasitas kepemimpinan. Dengan demikian, lulusan UMM diharapkan mampu tampil sebagai agen perubahan yang kompeten sesuai perkembangan global.

Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah