Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali memperkuat jejaring internasional melalui penyelenggaraan International Guest Lecturer yang digelar di Auditorium GKB 5 pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi sekaligus praktisi fisioterapi internasional, Dr. Ahmed Habeeb Alsiddig Mohamed dari Department of Physiotherapy, Al Neelain University, Sudan. Selain aktif sebagai dosen, Dr. Ahmed saat ini juga menjabat sebagai Dean of Physiotherapy Al Neelain University serta President of the Sudanese Physiotherapy Association.

Foto Bersama Pimpinan Universitas, Fakultas, Program Studi dan Pemateri
Foto Bersama Pimpinan Universitas, Fakultas, Program Studi dan Pemateri

Kegiatan ini di hardiri oleh Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), apt. Sendi Lia Yunita, S.Farm., M.Sc. Kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor IV UMM, Muhamad Salis Yuniardi, M.Psi., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa atmosfer internasional yang terus dibangun di UMM menjadi modal penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi persaingan global.

“Patut kita syukuri bahwa UMM memiliki atmosfer internasional yang kuat. Fisioterapi juga merupakan profesi dengan standar kompetensi yang relatif seragam di berbagai negara, sehingga keilmuan dan praktiknya dapat diaplikasikan secara global. Ini yang menjadikan fisioterapi memiliki posisi yang sangat strategis,” ungkapnya.

Menurut Muhamad Salis Yuniardi, penguatan kerja sama internasional bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi langkah konkret dalam memperluas akses mahasiswa dan dosen terhadap pengalaman akademik lintas negara.

Dalam sesi diskusi akademik, Muhamad Salis Yuniardi bersama Dr. Ahmed juga membahas sejumlah peluang pengembangan kerja sama antara UMM dan Al Neelain University. Beberapa komitmen yang dibangun mencakup penguatan student mobility, pertukaran tenaga pengajar, hingga peluang joint research di bidang fisioterapi dan kesehatan.

Dr. Ahmed menyampaikan bahwa pihaknya sangat terbuka untuk menjalin kolaborasi akademik secara lebih luas bersama Fisioterapi UMM.

“Kami siap menerima berbagai aktivitas mahasiswa, baik dari UMM ke Al Neelain University maupun sebaliknya. Selain itu, peluang pertukaran dosen dan penelitian bersama juga sangat memungkinkan untuk dikembangkan ke depan,” ujarnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi yang terus didorong oleh Fisioterapi UMM, khususnya dalam memperkuat kualitas pendidikan berbasis global serta membuka peluang kolaborasi akademik lintas negara.

Melalui forum internasional seperti ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan keilmuan global, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai tantangan dan perkembangan fisioterapi di berbagai negara. Hal tersebut diharapkan mampu membentuk lulusan yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing dalam ekosistem kesehatan internasional.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo