Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Angkatan Ke-13, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), kembali melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis promotif dan preventif di bidang kesehatan kerja. Salah satu kegiatan tersebut adalah identifikasi risiko postur kerja dan edukasi peregangan bagi pekerja linting rokok di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Urek-Urek, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, dengan sasaran utama para pekerja linting rokok.

Fisioterapi Komunitas di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi.
Fisioterapi Komunitas di Pabrik Hasil Tembakau Gondanglegi.

Program tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya risiko gangguan muskuloskeletal pada pekerja linting rokok yang sebagian besar bekerja dalam posisi duduk statis, membungkuk, serta menundukkan kepala dalam waktu lama disertai gerakan tangan berulang secara terus-menerus. Kondisi kerja seperti ini berpotensi menimbulkan Musculoskeletal Disorders (MSDs), seperti nyeri leher, bahu, punggung, hingga pergelangan tangan.

Sebagai upaya preventif, mahasiswa profesi fisioterapis UMM melakukan observasi dan identifikasi postur kerja menggunakan metode Ovako Working Posture Analysis System (OWAS). Metode ini digunakan untuk menganalisis tingkat risiko ergonomi berdasarkan posisi kerja yang dilakukan pekerja selama aktivitas produksi berlangsung.

Setelah proses identifikasi, kegiatan dilanjutkan dengan edukasi langsung mengenai pentingnya postur kerja ergonomis serta demonstrasi latihan peregangan sederhana yang dapat dilakukan pekerja di sela aktivitas maupun saat waktu istirahat. Edukasi tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran pekerja akan pentingnya menjaga kesehatan sistem otot dan rangka selama bekerja.

Selain penyuluhan secara langsung, tim juga membagikan leaflet dan buku panduan edukasi yang memuat informasi mengenai posisi kerja ergonomis serta panduan peregangan otot sederhana bagi pekerja linting rokok. Media edukasi ini diharapkan dapat menjadi panduan praktis yang mudah dipahami dan diterapkan secara mandiri oleh para pekerja.

Kegiatan ini menjadi bentuk implementasi peran fisioterapi tidak hanya pada aspek rehabilitatif, tetapi juga promotif dan preventif di lingkungan kerja. Pendekatan ergonomi dan edukasi kesehatan kerja menjadi bagian penting dalam upaya menjaga produktivitas serta kualitas hidup pekerja.

Melalui program pengabdian masyarakat ini, mahasiswa profesi fisioterapis UMM diharapkan mampu mengembangkan kemampuan pola pikir kritis, komunikasi kesehatan, serta pendekatan fisioterapi komunitas yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo