Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan akses pelayanan kesehatan masyarakat melalui penyebaran mahasiswa profesi fisioterapis ke berbagai puskesmas di wilayah Malang Raya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan fisioterapi yang lebih dekat, terjangkau, dan mudah diakses bagi seluruh lapisan masyarakat.

Melalui program praktik profesi berbasis komunitas, mahasiswa profesi fisioterapis diterjunkan secara langsung ke sejumlah puskesmas untuk memberikan pelayanan fisioterapi kepada masyarakat. Program ini tidak hanya berorientasi pada penguatan kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan kesehatan primer di masyarakat.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menjelaskan bahwa pelayanan fisioterapi di tingkat puskesmas memiliki peran strategis dalam mendukung upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif secara berkelanjutan. Menurutnya, kebutuhan layanan rehabilitasi saat ini terus meningkat, mulai dari kasus muskuloskeletal, stroke, gangguan gerak pada lansia, cedera olahraga, hingga gangguan aktivitas fungsional dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui program ini, kami ingin layanan fisioterapi hadir lebih dekat dengan masyarakat. Selama ini fisioterapi masih sering dipandang hanya tersedia di rumah sakit besar, padahal pelayanan rehabilitasi juga sangat dibutuhkan di tingkat pelayanan dasar seperti puskesmas,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa profesi fisioterapis UMM turut terlibat dalam berbagai bentuk pelayanan kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut meliputi asesmen fisioterapi, latihan terapi, edukasi kesehatan, home visit, pendampingan aktivitas fungsional pasien, hingga pelayanan fisioterapi komunitas berbasis promotif dan preventif.

Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Tengah Melakukan Home Visite
Mahasiswa Profesi Fisioterapis UMM Tengah Melakukan Home Visite

Selain memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, program ini juga menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa profesi untuk memahami kondisi kesehatan masyarakat secara holistik. Mahasiswa dituntut mampu membangun komunikasi dengan pasien, keluarga, serta tenaga kesehatan lainnya dalam pendekatan interprofesional di fasilitas kesehatan primer.

Safun menambahkan bahwa pengalaman praktik di puskesmas menjadi bagian penting dalam membentuk karakter fisioterapis yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Pendekatan komunitas dinilai mampu memperluas perspektif mahasiswa mengenai pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada terapi klinis, tetapi juga pada edukasi dan pemberdayaan masyarakat.

Keberadaan mahasiswa profesi fisioterapis UMM di berbagai puskesmas se-Malang Raya pun mendapat respons positif dari masyarakat maupun tenaga kesehatan setempat. Kehadiran layanan fisioterapi di tingkat pelayanan primer dinilai membantu masyarakat memperoleh penanganan lebih awal tanpa harus menunggu rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut.

Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah