Rangkaian kegiatan Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi Indonesia (TITAFI) XXXVIII dan Kongres Nasional Ikatan Fisioterapi Indonesia (KONAS IFI) 2026 resmi ditutup melalui kegiatan RUN WITH PHYSIO: Heals Every Movement 5K yang berlangsung meriah di Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh ratusan peserta yang terdiri atas fisioterapis dari berbagai daerah di Indonesia, akademisi, mahasiswa, komunitas lari, hingga masyarakat umum yang memiliki kepedulian terhadap gaya hidup sehat dan aktif, Sabtu (13/06/2026).

Foto Bersama Pelari dan Fisioterapi dalam Kegiatan RUN WITH PHYSIO
Foto Bersama Pelari dan Fisioterapi dalam Kegiatan RUN WITH PHYSIO

Sebagai salah satu institusi pendidikan fisioterapi yang turut mendukung penyelenggaraan TITAFI dan KONAS IFI 2026, Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Sejumlah dosen dan mahasiswa Fisioterapi UMM turut ambil bagian dalam ajang lari 5 kilometer ini, di antaranya Ketua Program Studi S1 Fisioterapi UMM, Dimas Sondang Irawan, Ph.D., serta laboran Annisa Dona, Amd.Ft. Kehadiran sivitas akademika Fisioterapi UMM menjadi bentuk dukungan terhadap kampanye peningkatan aktivitas fisik dan kesehatan masyarakat melalui olahraga yang aman dan terukur.

Mengusung tema Heals Every Movement, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang olahraga rekreasional, tetapi juga sarana edukasi mengenai pentingnya peran fisioterapi dalam mendukung performa gerak manusia. Berbeda dengan event lari pada umumnya, RUN WITH PHYSIO 5K menghadirkan nuansa khas profesi fisioterapi yang sangat memperhatikan aspek persiapan fisik, pencegahan cedera, serta pemulihan pascaaktivitas olahraga.

Sebelum kegiatan dimulai, peserta mendapatkan sesi pemanasan yang dipandu secara sistematis untuk mempersiapkan otot, sendi, dan sistem kardiovaskular sebelum berlari. Selain itu, tim fisioterapis juga disiagakan di berbagai titik untuk memberikan pendampingan apabila peserta mengalami keluhan selama kegiatan berlangsung. Pendekatan tersebut menjadi implementasi nyata bagaimana fisioterapi berperan dalam menjaga kesehatan dan keselamatan pelaku olahraga, baik pada level rekreasi maupun prestasi.

Dimas Sondang Irawan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa fisioterapi tidak hanya berfokus pada rehabilitasi setelah cedera terjadi, tetapi juga memiliki peran besar dalam upaya promotif dan preventif. Menurutnya, edukasi mengenai pemanasan, manajemen beban latihan, recovery, serta pencegahan cedera perlu terus digaungkan kepada masyarakat agar aktivitas olahraga dapat dilakukan secara aman dan berkelanjutan.

“Fisioterapi memiliki peran penting untuk memastikan setiap orang dapat bergerak dengan aman dan optimal. Melalui kegiatan seperti RUN WITH PHYSIO, masyarakat dapat melihat secara langsung bagaimana fisioterapis mendukung kesehatan gerak, meningkatkan performa, sekaligus mencegah terjadinya cedera,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang pelaksanaan kegiatan. Tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, RUN WITH PHYSIO 5K juga menjadi ruang silaturahmi bagi fisioterapis dari berbagai daerah yang hadir dalam TITAFI dan KONAS IFI 2026. Suasana kebersamaan, semangat hidup sehat, dan kampanye aktif bergerak terasa kuat hingga garis finis.

Berkat persiapan yang matang serta keterlibatan fisioterapis dalam setiap tahapan kegiatan, seluruh rangkaian RUN WITH PHYSIO 5K berlangsung dengan aman dan lancar. Tidak ditemukan kasus cedera serius selama kegiatan berlangsung, menunjukkan bahwa penerapan prinsip pencegahan cedera dan kesiapan fisik yang baik mampu mendukung aktivitas olahraga secara optimal.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo