Alumni Program Studi S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Fahma Yulinda Ekasari, S.Kes., Ftr., M.Kes., kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui berbagai media edukasi. Selain aktif menjalankan praktik fisioterapi di Physio Dahsyat Fisioterapi Homecare, Fahma juga dikenal konsisten menjalankan perannya sebagai promotor kesehatan dengan terlibat dalam berbagai kegiatan penyuluhan dan edukasi publik.

Fahma Yulinda Ekasari Ketika On-Air di Radio Persada FM Blitar
Fahma Yulinda Ekasari Ketika On-Air di Radio Persada FM Blitar

Komitmen tersebut kembali ditunjukkan saat Fahma menjadi narasumber dalam program siaran kesehatan di Perkasa FM Blitar pada 12 Juni 2026 lalu. Dalam kesempatan tersebut, ia mengangkat tema Transformasi Fisioterapi Menjadi Pakar Gerak Manusia untuk Mewujudkan Masyarakat Sehat Melalui Optimalisasi Gerak. Tema ini sejalan dengan semangat yang diusung pada Temu Ilmiah Tahunan Fisioterapi Indonesia (TITAFI) XXXVIII Tahun 2026, yaitu mendorong transformasi peran fisioterapis sebagai movement specialist atau pakar gerak manusia.

Dalam dialog interaktif tersebut, Fahma menjelaskan bahwa fisioterapi modern tidak lagi hanya berfokus pada rehabilitasi cedera atau pemulihan pascasakit. Fisioterapis juga memiliki peran yang lebih luas dalam menjaga, meningkatkan, dan mengoptimalkan kualitas gerak manusia sepanjang siklus hidup. Menurutnya, kemampuan bergerak merupakan fondasi utama bagi produktivitas, kemandirian, dan kualitas hidup seseorang. Oleh karena itu, fisioterapis berperan penting dalam upaya promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif untuk memastikan masyarakat tetap aktif dan sehat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kesehatan muskuloskeletal melalui aktivitas fisik yang teratur, menjaga postur tubuh yang baik, mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama, serta melakukan pemeriksaan sejak dini apabila muncul keluhan nyeri atau gangguan gerak. Edukasi semacam ini dinilai penting mengingat meningkatnya prevalensi gangguan muskuloskeletal akibat gaya hidup sedentari yang semakin banyak dijumpai pada berbagai kelompok usia.

Selain aktif sebagai praktisi, ia juga telah menyandang gelar Magister Kesehatan Masyarakat. Kombinasi antara kompetensi klinis fisioterapi dan keilmuan kesehatan masyarakat tersebut semakin memperkuat kapasitasnya dalam menjalankan peran sebagai promotor kesehatan. Tidak hanya mampu memberikan pelayanan fisioterapi secara langsung kepada pasien, ia juga memiliki bekal untuk merancang strategi edukasi, pencegahan penyakit, serta pemberdayaan masyarakat di bidang kesehatan.

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, Safun Rahmanto, SST.Ft., Ftr., M.Fis., menyampaikan bahwa kiprah Fahma merupakan implementasi nyata dari salah satu profil lulusan yang dikembangkan oleh Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM, yaitu sebagai health promoter. Menurutnya, fisioterapis masa kini tidak cukup hanya kompeten dalam pelayanan klinis, tetapi juga harus mampu hadir di tengah masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan gerak dan aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Melalui keterlibatannya dalam berbagai kegiatan edukasi publik, Fahma menunjukkan bahwa fisioterapis memiliki peran strategis sebagai agen perubahan kesehatan masyarakat. Kehadirannya di media massa menjadi bukti bahwa profesi fisioterapi tidak hanya bekerja di ruang praktik, tetapi juga berkontribusi aktif dalam membangun masyarakat yang lebih sehat melalui optimalisasi gerak manusia.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo