Cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) merupakan salah satu masalah yang umum terjadi pada atlet dengan prevalensi yang terus meningkat setiap tahun. Faktor keluarga memainkan peran signifikan dalam meningkatkan risiko cedera ACL. Individu dengan riwayat keluarga pernah mengalami cedera ACL memiliki kemungkinan 20% lebih tinggi. Risiko ini meningkat hingga 69% jika riwayat cedera terjadi pada saudara kembar. Pewarisan genetik yang berisiko pada cedera ACL meliputi hipermobilitas sendi, profil kolagen dan hiperekstensi lutut. Kondisi ini menyebabkan lemahnya stabilitas sendi lutut dan mengganggu kontrol neuromuskular. Hal ini mengurangi kemampuan sendi untuk menahan tekanan tinggi saat melakukan gerakan mendadak. Warisan genetik bentuk anatomi lutut, seperti kemiringan tibia posterior dapat meningkatkan gaya geser pada ligamen ACL. Hiperekstensi lutut juga memperburuk kondisi anatomis karena menempatkan ligamen pada posisi yang sangat rentan terhadap robekan.

Meskipun genetik keluarga memiliki pengaruh besar terhadap cedera ACL, tetapi bukanlah takdir yang tidak dapat dicegah !

Pelatihan neuromuskular dan proprioseptif secara teratur dan terukur dapat meningkatkan stabilitas lutut dan memperbaiki kontrol gerakan. Selain itu, menjaga berat badan yang ideal mengurangi beban tambahan pada lutut selama berolahraga. Dengan memahami mekanisme cedera ACL juga menjadi pengetahuan dasar dalam pencegahan terjadinya cedera tersebut.

Penulis Bagus Prasetyo Pamungkas