Pakar Fisioterapi Pediatri Sampaikan Dukungan bagi Individu dengan Autisme dalam Gelaran UMM Autism Summit 2024

Pakar Fisioterapi Pediatri dalam Autism Summit 2024

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses menggelar acara bertajuk UMM Autism Summit 2024 (UAS24) untuk Indonesia, sebuah konferensi internasional yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan dukungan terhadap individu dengan autisme di masyarakat. Acara ini menjadi forum penting yang mengumpulkan praktisi, keluarga, ahli, dan individu yang berada dalam spektrum autisme untuk saling berbagi wawasan dan pengalaman. Summit ini diisi dengan berbagai sesi interaktif dan diskusi panel yang menghadirkan para ahli di bidang autisme, termasuk pakar fisioterapis pediatri, Atika Yulianti, SST.Ft., FTr., M.Fis. Dalam paparannya, Atika, yang kerap disapa Atika, menekankan peran krusial fisioterapi dalam mendukung perkembangan anak dengan autisme atau kebutuhan khusus lainnya. Menurut Atika, fisioterapis memiliki tanggung jawab besar dalam membantu anak-anak dengan autisme mengembangkan keterampilan motorik kasar, seperti berjalan, berlari, melompat, serta menjaga keseimbangan tubuh. Ia menjelaskan bahwa melalui latihan yang difokuskan pada penguatan otot dan peningkatan kesadaran tubuh, keseimbangan dan koordinasi anak dapat ditingkatkan secara signifikan. Selain itu, Atika juga menyoroti pentingnya pengelolaan sensorik yang baik. Anak-anak dengan autisme sering kali mengalami kesulitan dalam merespons rangsangan sensorik, dan melalui terapi yang tepat, mereka dapat lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Komponen ini menjadi kunci untuk membantu mereka menghadapi berbagai tantangan sehari-hari. Tidak hanya dari segi motorik, Atika juga menggarisbawahi pentingnya pengembangan keterampilan sosial melalui aktivitas fisik, seperti permainan olahraga atau kegiatan gerak lainnya. “Melalui aktivitas yang melibatkan gerakan, kita tidak hanya melatih tubuh mereka, tetapi juga membantu anak-anak ini berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain,” jelas Atika. Summit ini memberikan harapan besar bagi para peserta, baik praktisi, orang tua, maupun komunitas yang peduli terhadap autisme. Melalui sesi-sesi yang inspiratif dan informatif, diharapkan peserta dapat membawa pulang pengetahuan baru yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus. UMM Autism Summit 2024 telah membuktikan bahwa kolaborasi berbagai pihak dapat menghasilkan strategi dan solusi nyata dalam mendukung individu dengan autisme, serta memperkuat komitmen untuk menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan peduli. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Mahasiswa Fisioterapi UMM Kompak Kenakan Batik untuk Rayakan Hari Batik Nasional

Mahasiswa Fisioterapi UMM Serempak Kenakan Batik

Suasana berbeda terlihat di Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) hari ini. Di tengah kegiatan perkuliahan yang biasa berlangsung, hampir seluruh mahasiswa tampak kompak mengenakan batik. Kehadiran mereka dengan balutan kain khas Indonesia ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai bentuk perayaan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober. Mahasiswa dari berbagai daerah asal tampak antusias menunjukkan kebanggaan mereka terhadap warisan budaya Indonesia ini. Kampus yang biasanya dihiasi pakaian kasual kini dipenuhi beragam motif batik, mulai dari batik klasik hingga modern, menciptakan suasana yang lebih meriah dan penuh semangat nasionalisme. Salah satu mahasiswa, mengungkapkan rasa bangganya bisa turut serta dalam perayaan ini. “Memakai batik di hari spesial ini adalah bentuk apresiasi kita sebagai generasi muda terhadap warisan budaya yang sudah diakui dunia. Kami ingin menonjolkan bahwa batik tidak hanya sekadar pakaian tradisional, tetapi juga bisa dikenakan di berbagai kesempatan, termasuk di kampus,” ujarnya. Pihak kampus pun mendukung penuh inisiatif mahasiswa ini. Beberapa dosen dan staf pengajar juga terlihat mengenakan batik, menjadikan kampus sebagai pusat perayaan budaya yang harmonis. Aktivitas belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa, namun dengan nuansa kebersamaan dan kebanggaan nasional yang lebih terasa. Dengan momentum Hari Batik Nasional ini, Program Studi Fisioterapi UMM kembali menegaskan komitmennya untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia, serta mengajarkan mahasiswa untuk terus menghargai identitas bangsa di tengah era globalisasi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Meningkatkan Soft Skill dan Prestasi Akademik FIKES UMM Gelar Lokakarya Kemahasiswaan

Foto Bersama Narasumber Internasional dan Mahasiswa

MALANGPRAWIRA.COM: Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Lokakarya Kemahasiswaan. Bertajuk “Enhacing Soft Skills and Academic Achievement With a Global Perspective Among Health Sciences Students”, di Kapal Garden Hotel, Rabu (25/9/2024). Dekan FIKES UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom menjelaskan, peserta Lokakarya Kemahasiswaan ini yakni para aktivis kemahasiswaan yang ada di FIKES. Selain lembaga eksekutif mahasiswa, senat Mahasiswa juga ada unit-unit lembaga per program studi. “Mereka ini adalah motor-motor penggerak mahasiswa FIKES yang jumlahnya lebih dari 3 ribu. Supaya menjadi resonansi buat mahasiswa FIKES agar mereka selalu punya karakter yang kuat,” ujarnya. Yoyok mencontohkan, saat ini di kampus dua ada 20 mahasiswa keperawatan UMM yang sedang digembleng oleh instruktur dari Jerman, berbahasa Jerman selama 8 bulan ke depan. Dimana saat ini sudah menginjak minggu ke-2. Mereka digembleng bahasa Jerman sampai level tertentu. Kemudian diuruskan dokumen internasional diberikan visa dan tiket ke Jerman untuk kemudian bekerja di Jerman. “Itu kalau di hitung-hitung, satu orang biayanya jika mandiri itu sekitar 50-60 juta per orang. Tapi di UMM mereka dengan gratis mengikuti program ini. Semua dibiayai konsorsium rumah sakit di Jerman. Dimana ini menjadi pilot project kita,” jelasnya. Menurut Yoyok, mereka yang mengikuti program ini merupakan mahasiswa yang luar biasa, yang memiliki prinsip dan karakter yang kuat. Karena tidak mudah di gembleng bahasa Jerman. “Dan ini menjadi salah satu konsen Rektor UMM bahwa lulusan UMM tidak hanya di Indonesia saja, tetapi harus bisa merambah internasional,” pungkasnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Inovasi Biomekanik Tepat Guna, Dimas Sondang Irawan Curi Perhatian di Konferensi Internasional ICMEDH 2024

Penyerahan Sertifikat Sebagai Pembicara

Dimas Sondang Irawan PhD(PT), Ketua Program Studi Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), tampil sebagai invited speaker dalam The 4th International Conference on Medical and Health Sciences (ICMEDH) pada Selasa (24/9/2024). Konferensi internasional ini mengusung tema “Advancing Health and Medicine: Innovations, Integration, and Impact.” Dalam paparannya membahas fenomena inovasi dalam bidang biomekanik. Ia juga menyoroti pandangan umum bahwa inovasi selalu identik dengan teknologi terbaru, canggih, dan mahal. Namun, menurutnya, pendekatan tersebut tidak selalu dapat diterapkan di negara-negara berkembang. “Saat ini, teknologi biomekanik tercanggih menggunakan pemetaan tiga dimensi (3D), yang tentunya membutuhkan biaya operasional tinggi,” jelasnya. Menanggapi tantangan ini, Dimas bersama beberapa rekannya merancang metode pemetaan biomekanik dua dimensi (2D), yang terbukti memiliki tingkat validitas yang baik dan lebih terjangkau. Metode pemetaan 2D yang dikembangkan menawarkan solusi yang lebih praktis dan ekonomis, tanpa mengorbankan akurasi, sehingga dapat diadopsi oleh negara-negara dengan keterbatasan sumber daya. “Ini bisa menjadi pilihan yang menjanjikan di masa depan,” tambahnya. Konferensi ICMEDH 2024 ini menjadi ajang penting bagi para ilmuwan dan praktisi kesehatan untuk bertukar gagasan dan inovasi guna meningkatkan kesehatan global melalui integrasi dan dampak teknologi yang tepat guna. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Bermula Dari Aslab Fisioterapi UMM Kini Menjadi Fisioterapis Tim Voli Nasional

Muhammad Fauzan Algifari, lulusan S1 Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Tak hanya itu, Algi juga pernah menjadi Asisten Laboratorium (Aslab) yang kini telah menorehkan jejaknya sebagai salah satu fisioterapis di Tim Voli Nasional. Kurang lebih dua bulan setelah menyelesaikan pendidikan profesinya, Algi mendapatkan kesempatan emas untuk bergabung dalam tim voli nasional sebagai fisioterapis. Kesempatan ini menjadi pengalaman berharga yang mempertemukannya dengan atlet-atlet nasional hingga internasional. Sebagai fisioterapis, Algi mengemban tanggung jawab yang tidak ringan. Tugas utamanya mencakup empat aspek promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif. Selain itu, Algi diberi wewenang untuk memberikan medikamentosa kepada para atlet, tentunya atas koordinasi dengan dokter. “Kami juga dituntut untuk mampu memberikan pendekatan khusus kepada pemain yang mengalami cedera agar psikis mereka tetap terkontrol,” ungkap Algi. Algi juga memberikan perhatian khusus dalam mengedukasi para pemain untuk menjaga kondisi tubuh mereka. Ia menekankan pentingnya istirahat yang cukup, penggunaan pelindung seperti tapping, dan memastikan para atlet melakukan pendinginan atau cooling down setelah latihan. Algi merasa bahwa ilmu yang diperoleh dari bangku perkuliahan serta pendidikan profesi di UMM sudah sangat relevan dengan kebutuhan fisioterapi olahraga saat ini. Namun, tantangan terbesar yang ia hadapi adalah tekanan untuk segera memulihkan pemain yang mengalami cedera. Menurut Algi, fisioterapi di dunia voli masih sangat terbuka luas. Ia berharap ke depannya lebih banyak lulusan UMM yang berkarir dan berkarya di bidang ini. “Jangan pernah takut untuk mencoba hal baru, karena fisioterapi di bidang olahraga sangat menjanjikan dan dapat menambah relasi secara luas,” pesan Algi kepada para rekan-rekannya sesama lulusan UMM. Algi yakin, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, fisioterapis Indonesia mampu memberikan kontribusi besar dalam dunia olahraga, khususnya voli, baik di tingkat nasional maupun internasional. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Holista Mila Yuniar Wakili Fisioterapi UMM di Physiotherapy Academic Competition & Expo 2024

Pengumuman Perolehan Medali Kategory Essay

Holista Mila Yuniar, mahasiswa Fisioterapi tahun ketiga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), turut berpartisipasi dalam ajang Physiotherapy Academic Competition & Expo (PACE) 2024. Acara bergengsi yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi Universitas Muhamamdiyah Surakarta (UMS) ini diikuti oleh berbagai universitas di seluruh Indonesia, Sabtu (14/9/2024). Holista Mila Yuniar, yang akrab disapa Mila, tidak asing dengan dunia kompetisi. Sebelumnya, ia telah mengikuti berbagai perlombaan, salah satunya lomba esai Hipnotic’8 yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Pengalamannya di berbagai ajang perlombaan membuatnya semakin terasah dalam menulis dan memperluas wawasan di bidang fisioterapi. Dalam PACE 2024 kali ini, Mila mengangkat esai berjudul “Aplikasi Terapi Bekam Kering dengan Essential Oil Lavender Sebagai Rehabilitasi Low Back Pain (LBP).” Esai ini menggali potensi penggunaan terapi bekam kering yang dipadukan dengan minyak esensial lavender untuk mengatasi masalah nyeri punggung bawah. Tema ini relevan dengan perkembangan ilmu fisioterapi modern yang terus mencari solusi rehabilitasi yang efektif dan alami. Mila berbagi pandangannya tentang pentingnya kompetisi seperti ini. “Kegiatan ini menurut saya mampu menjadi ajang untuk mengembangkan minat kepenulisan dan menciptakan karya tulis. Selain itu, banyak hal yang bisa dipelajari, terutama terkait kepenulisan ilmiah,” jelasnya. Meskipun memiliki pengalaman dalam lomba esai, Mila menekankan pentingnya terus belajar dan memperdalam pengetahuan melalui jurnal ilmiah. “Walaupun pernah mengikuti lomba esai, tetap penting untuk sering membaca dan menelaah jurnal. Referensi yang terpercaya dan sesuai dengan tema sangat diperlukan untuk menghasilkan karya tulis yang kuat,” tambahnya. Mila juga mengungkapkan filosofi yang menjadi inspirasinya dalam menulis. “Bagi saya, kebiasaan membaca dan menulis adalah kunci utama. Seperti ungkapan, ‘Untuk mengetahui dunia maka membacalah, untuk dikenal dunia maka menulislah,’ ini yang selalu saya pegang dalam perjalanan akademik saya.” Keikutsertaan Mila dalam PACE 2024 tidak hanya menunjukkan dedikasinya pada bidang fisioterapi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus mengembangkan keterampilan kepenulisan ilmiah dan memperluas wawasan dalam dunia rehabilitasi ataupun keterapian fisik. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Datang dari Surga Kecil Ujung Timur, Donbosco Siap Gapai Mimpinya di FIKes UMM

Mahasiswa Fisioterapi dari Timika, Papua

TABLOIDMATAHATI.COM: Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus memperkuat nuansa keberagaman etnis dengan menerima mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Bumi Cenderawasih, Papua. Salah satunya adalah Donbosco Tsunme, mahasiswa asal Timika yang kini menempuh pendidikan di Program Studi Fisioterapi UMM, Kamis (12/9/2024). Donbosco memiliki semangat yang tinggi untuk membangun daerah asalnya. Sebagai anak daerah, ia merasa bertanggung jawab untuk membawa perubahan, terutama di bidang kesehatan. Salah satu alasan utamanya memilih Fisioterapi UMM adalah minimnya tenaga fisioterapis di lingkungannya, bahkan jika ada, akses terhadap layanan kesehatan tersebut sangat terbatas. “Setelah lulus nanti, saya ingin kembali ke Timika dan mengaplikasikan ilmu serta pengalaman yang saya peroleh selama kuliah di UMM,” ungkap Donbosco. Ia meyakini bahwa pendidikan di UMM akan memberikan bekal yang cukup untuk mewujudkan mimpinya tersebut. Donbosco juga mengaku semakin yakin dengan pilihannya setelah mengikuti Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba) di FIKes UMM. Ia merasakan suasana yang ramah dan inklusif tanpa ada tindakan perundungan, baik fisik maupun verbal. Semua kegiatan selama Pesmaba didesain untuk mendukung proses pembelajaran mahasiswa selama menempuh studi di kampus. Keyakinan Donbosco untuk melanjutkan pendidikan di FIKes UMM tidak hanya didorong oleh impiannya untuk memajukan Timika, tetapi juga karena lingkungan kampus yang kondusif dan mendukung keberagaman. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Bangun Suasana Kampus Beradab, Pastikan Tidak Ada Bullying di Pesmaba Fikes UMM

Foto Bersama Duta FIKes, Dekan FIKes dan Maskot PESMABA 2024

Mengambil tema forest atau hutan, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menggelar Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (Pesmaba). Untuk menyambut sekitar 570 Mahasiswa Baru (Maba) Fikes UMM, dengan rincian Prodi Keperawatan 210, Farmasi 250 dan Fisioterapi 110. Dekan Fikes UMM, Dr. Yoyok Bekti Prasetyo, M. Kep., Sp. Kom mengatakan, saat ini sudah tidak jamannya lagi perpeloncoan atau bullying saat pengenalan kampus. Sekarang jamannya Pesmaba yang menyenangkan dan berkesan. “Jadi kita tekankan kepada kepanitiaan Pesmaba jangan sampai terjadi perpeloncoan, bentak-bentakan karena sudah tidak jamannya lagi. Sekarang ini Pesmaba harus yang Humanis, lebih menyenangkan sehingga meningkatkan motivasi Maba,” ujarnya di kampus Fikes UMM, Selasa (10/9/2024). Terlebih ratusan Maba ini kebanyakan berasal dari luar Malang, seperti dari NTT, NTB, Sumatera, Jakarta. Mereka datang kesini harapannya bisa menjadi perawat, farmasi maupun fisioterapis. “Sehingga mereka harus segera beradaptasi, menata niat dan belajar yang benar. Supaya dapat lulus tepat waktu,” pesannya. Selain pengenalan kampus, para Maba Fikes UMM ini juga mulai dikenalkan ke dunia internasional. Dengan menghadirkan Pesmaba bernuansa internasionalisasi. “Di tahun ini kita punya MoU dengan salah satu Universitas Negeri di Malaysia yakni Universitas Sultan Zainal Abidin (UnisZa) Malaysia. Besok salah satu dosennya akan menjadi narasumber di Pesmaba Fikes,” sebutnya. Menurut Yoyok, internasionalisasi ini penting karena Fikes UMM dituntut agar mencapai di level internasional. Sehingga mahasiswa Fikes UMM bisa memiliki kesempatan untuk belajar di luar negeri. “Selama dia menjadi mahasiswa di Fikes UMM, mereka mempunyai beberapa peluang untuk belajar di luar negeri melalui pertukaran pelajar,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Panitia Pesmaba Fikes UMM, apt. Dyah Rahmasari, M.Farm menjelaskan, Pesmaba Fikes UMM 2024 ini mengambil tema forest atau hutan. Tema ini menyesuaikan dengan tema besar dari UMM yang mengambil tema ‘Generasi Digital Penyelamat Bumi’. “Jadi di sini kami punya icon yang namanya Neo yang mempunyai misi menyelamatkan hutan dalam bentuk penyelamatan bumi. Sehingga kami membentuk dekor membentuk tema yang hijau dan ramah lingkungan,” jelasnya. Selain pengenalan kampus dan Lembaga Sosial yang ada di kampus. Para Maba ini juga akan ditambah wawasannya dengan kehadiran narasumber dari Fakulti Sains Kesihatan UnisZa, Malaysia, Prof. Madya Dr. Aryati Binti Ahmad. “Yang jelas tidak ada perpeloncoan dalam Pesmaba. Karena kita buat Pesmaba yang menyenangkan, diingat, mengasyikkan dan Pesmaba yang bahagia,” pungkasnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM Fokus Bangun Etos Kerja Melalui Character Building

Foto Kegiatan Character Building Mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM

Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengadakan agenda rutin dalam rangka proses penerimaan mahasiswa baru. Salah satu kegiatan penting yang dilaksanakan adalah Character Building, bekerja sama dengan Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM. Kegiatan ini berlangsung di Sengkaling, Senin (9/9/2024). Kegiatan Character Building ini merupakan langkah awal guna membentuk karakter mahasiswa agar memiliki jiwa simpati, empati, dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto, SST.Ft., M.Fis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia praktik. “Pada jenjang sarjana, mahasiswa kami sudah dibekali dengan Interprofessional Education (IPE), yang berfokus pada praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan. Mahasiswa mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan guna meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan. Namun, di jenjang profesi ini, mahasiswa kami berasal dari berbagai kampus, sehingga perlu ada pembinaan karakter yang intensif dalam waktu singkat,” jelas Safun Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk menumbuhkan etos kerja yang baik pada mahasiswa sehingga nantinya mereka siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Program ini menjadi pondasi awal bagi mahasiswa baru dalam memahami pentingnya kerja sama antarpihak dalam lingkungan kerja profesional di bidang kesehatan. Diharapkan melalui Character Building, lulusan program profesi Fisioterapis UMM tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melayani masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Mahasiswi Fisioterapi UMM Raih Juara 3 dalam Kompetisi Nasional Video Edukasi PACE 2024

Pengumuman Perolehan Medali

Mahasiswi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi dalam ajang kompetisi Video Edukasi pada PACE 2024 (Physiotherapy Academic Competition and Expo). Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu, 8 September 2024. PACE 2024 dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa di luar aspek empiris, dengan tetap mendorong pengembangan potensi lain yang dimiliki setiap peserta. Tujuannya adalah untuk melahirkan karya-karya bermanfaat bagi masyarakat. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus, seperti Universitas Widya Husada Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Poltekkes Surakarta, STIKes Baitul Hikmah, dan masih banyak lagi. Delegasi dari UMM bernama Triwiyarya yang terdiri dari Hervinda Suryaning Cahyani, Inayah Wahyu Widyaningrum, dan Nisa’ Daril Hannah. “Sebelumnya kami belum pernah mengikuti perlombaan video edukasi. Ini pertama kalinya kami berpartisipasi, dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan masing-masing anggota tim. Saya, misalnya, lebih terbiasa berbicara di depan umum, sementara Hanna dan Ina lebih unggul dalam pengambilan gambar dan editing,” jelas Hervinda. Hervinda menambahkan bahwa dalam kompetisi perdana ini, tim mereka memilih topik edukasi mengenai Low Back Pain (LBP) untuk masyarakat. Dengan persiapan matang, mulai dari konsep visualisasi, materi, hingga pengaturan lokasi, mereka merasa percaya diri mampu bersaing dengan peserta lain. “Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara 3,” tutupnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo