Dua mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Moh. Nurul Waridhil Iqbal dan Rizki Awwaludin berkesempatan terlibat dalam meeting kerja sama internasional antara Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, perusahaan INOAC, dan Bangkok Foam Co., Ltd (BFC). Pertemuan ini membahas pengembangan SeAT Clinic (Seating and Assistive Technology Clinic) yang berfokus pada pembuatan kursi terapi untuk anak dengan gangguan postural, Senin 21/7/2025

Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Faculty of Physical Therapy, Mahidol University, dengan melibatkan akademisi, praktisi fisioterapi, serta mitra industri. Proyek SeAT Clinic ini bertujuan merancang kursi terapi yang ramah anak, fungsional, dan ekonomis, dengan memanfaatkan bahan cardboard (karton daur ulang) sebagai kerangka utama. Kursi kemudian dimodifikasi menggunakan foam bertekstur firm yang dipilih secara khusus untuk menopang tubuh, menjaga postur, dan memastikan kenyamanan anak saat duduk.

SeAT Clinic (Seating and Assistive Technology Clinic)
SeAT Clinic (Seating and Assistive Technology Clinic)

Setiap kursi didesain menyesuaikan ukuran dan bentuk tubuh anak, sehingga memberikan dukungan optimal sesuai kebutuhan masing-masing individu. Inovasi ini tidak hanya menghadirkan solusi rehabilitasi yang efektif, tetapi juga mengusung konsep keberlanjutan (sustainability) melalui pemanfaatan material daur ulang.

Bagi Iqbal dan Rizki, keterlibatan dalam proyek ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bagaimana fisioterapi dapat terintegrasi dengan teknologi dan inovasi industri.

“Kami belajar langsung bagaimana ide-ide rehabilitasi bisa diwujudkan menjadi produk nyata yang bermanfaat bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus. Konsep recycle ini juga memberi perspektif baru bahwa fisioterapi bisa berkontribusi dalam solusi yang ramah lingkungan,” ungkap Iqbal.

Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bagaimana kolaborasi akademisi, praktisi, dan mitra industri dapat menghasilkan inovasi alat bantu kesehatan yang lebih terjangkau, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Pertemuan ini sekaligus memperkuat jejaring internasional antara Mahidol University, UMM, serta mitra industri di Thailand. Kolaborasi lintas sektor diharapkan dapat melahirkan model klinik SeAT yang tidak hanya menjadi wadah riset dan pengembangan, tetapi juga berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup anak-anak dengan gangguan postural.

“Mahasiswa mendapatkan kesempatan emas untuk melihat secara langsung bagaimana fisioterapi dikembangkan bersama teknologi dan inovasi. Ini menjadi bekal penting untuk memperluas wawasan mereka, sekaligus memperkaya praktik fisioterapi di Indonesia,” ujar Dr. Jenjira, Lecturer Faculty of Physical Therapy Mahidol University.

Melalui proyek ini, mahasiswa UMM tidak hanya memperoleh ilmu praktis, tetapi juga merasakan atmosfer riset kolaboratif internasional yang membuka peluang pengembangan fisioterapi berbasis inovasi di kedepannya.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo