Program internasionalisasi yang dijalankan Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mendapat perhatian positif dari International Relations Office (IRO) UMM. Mahasiswa student exchange dari Faculty of Physical Therapy, Mahidol University Thailand, Siwat Matro, turut melakukan kunjungan resmi ke kantor International Relations Office UMM sebagai bagian dari rangkaian kegiatan mobility exchange di lingkungan kampus UMM.

Dalam kunjungan tersebut, Siwat Matro diterima langsung oleh Head of International Relations Office UMM, Dr. Ir. Listiari Hendraningsih, M.P. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak saat menyambut mahasiswa internasional yang tengah menjalani program pertukaran mahasiswa di Program Studi Fisioterapi UMM.
Dr. Listiari menyampaikan apresiasinya atas konsistensi Program Studi Fisioterapi UMM dalam menjalankan berbagai program internasionalisasi bersama mitra dari luar negeri. Menurutnya, Fisioterapi UMM menjadi salah satu program studi yang aktif mengembangkan kerja sama global melalui student exchange, academic collaboration, hingga cultural exchange.
“Fisioterapi UMM termasuk program studi yang sangat aktif dalam kegiatan internasionalisasi. Program exchange bersama Mahidol University telah berjalan secara rutin dan menunjukkan komitmen yang baik dalam membangun jejaring global bagi mahasiswa maupun dosen,” ujarnya.
Tidak hanya itu, Dr. Listiari juga mengungkapkan bahwa saat ini Fisioterapi UMM tengah mempersiapkan program student exchange internasional lainnya bersama universitas mitra dari Eropa. Persiapan tersebut dilakukan dengan dukungan penuh dari International Relations Office UMM.
“Selain menerima mahasiswa dari Mahidol University Thailand, saat ini Fisioterapi UMM juga sedang dalam proses persiapan untuk menyambut mahasiswa exchange dari Florence University, Italia. IRO UMM terus mendampingi dan membantu proses internasionalisasi ini agar dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Menurut Dr. Listiari, kesiapan Program Studi Fisioterapi UMM dalam menjalankan program pertukaran internasional dinilai sangat baik, baik dari sisi akademik, layanan mahasiswa internasional, maupun pengalaman dalam pengelolaan program mobility yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
“Program Studi Fisioterapi UMM memiliki kesiapan yang sangat baik untuk menjalankan program pertukaran. Mulai dari sistem akademik, pendampingan mahasiswa internasional, hingga aktivitas pembelajaran berbasis komunitas dan praktik klinik telah disiapkan dengan matang. Ini menjadi modal penting untuk terus memperluas kerja sama internasional ke depannya,” tambahnya.
Kehadiran mahasiswa internasional tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat atmosfer global di lingkungan Fakultas Ilmu Kesehatan UMM sekaligus mendukung visi UMM sebagai perguruan tinggi berdaya saing secara internasional. Program international mobility juga menjadi bagian dari komitmen Fisioterapi UMM dalam memberikan pengalaman akademik lintas budaya bagi mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi pendidikan kesehatan di tingkat global.
Penulis dan Editor Nikmatur Rosidah