Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) turut ambil bagian dalam kegiatan Posyandu Disabilitas yang diselenggarakan di Desa Turirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini merupakan program rutin Puskesmas Lawang dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas hidup penyandang disabilitas di masyarakat.
Keterlibatan mahasiswa profesi fisioterapis UMM tersebut menjadi bagian dari implementasi stase komunitas dan geriatri yang saat ini sedang dijalani. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya membantu pelayanan kesehatan, tetapi juga mendampingi peserta secara langsung melalui pendekatan promotif, preventif, hingga edukatif berbasis fisioterapi komunitas.

Kegiatan ini berlangsung di bawah pendampingan langsung Clinical Educator Puskesmas Lawang, Nadya Setyarini Farizka, A.Md.Kep., serta dosen pembimbing profesi, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si. Pendampingan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan proses pelayanan berjalan optimal sekaligus memberikan pengalaman klinis yang nyata kepada mahasiswa profesi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang dipandu oleh mahasiswa fisioterapi UMM. Melalui gerakan-gerakan sederhana dan adaptif, peserta diajak untuk tetap aktif bergerak guna menjaga fleksibilitas, kekuatan otot, keseimbangan, serta kemampuan fungsional tubuh. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusiasme dari para peserta maupun keluarga pendamping.
Selain aktivitas fisik bersama, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan berupa pengecekan tekanan darah, pemeriksaan kondisi fisik umum, serta skrining sederhana terkait keluhan gerak dan fungsi tubuh peserta. Pemeriksaan tersebut dilakukan sebagai langkah promotif dan preventif untuk mendeteksi risiko gangguan kesehatan sejak dini.
Mahasiswa profesi fisioterapis UMM juga memberikan edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik rutin, latihan sederhana yang dapat dilakukan di rumah, hingga cara menjaga kesehatan dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari bagi penyandang disabilitas maupun lansia. Edukasi diberikan dengan pendekatan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta dan keluarganya.
Tidak hanya itu, kegiatan Posyandu Disabilitas juga dilengkapi dengan layanan konsultasi fisioterapi. Dalam sesi tersebut, peserta dapat menyampaikan berbagai keluhan seperti nyeri sendi dan otot, keterbatasan gerak, gangguan keseimbangan, hingga kesulitan melakukan aktivitas fungsional sehari-hari. Mahasiswa bersama tim pendamping memberikan arahan latihan sederhana serta edukasi penanganan awal sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.
Kegiatan ini menjadi pengalaman penting bagi mahasiswa profesi fisioterapis UMM dalam memahami pelayanan kesehatan berbasis komunitas secara holistik. Fisioterapi tidak hanya berfokus pada terapi kuratif, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas hidup, serta pencegahan komplikasi melalui pendekatan yang aktif dan partisipatif.
Melalui kegiatan Posyandu Disabilitas ini, diharapkan upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas dan lansia, dapat terus berjalan secara berkelanjutan serta memperkuat pelayanan kesehatan promotif dan preventif di tingkat masyarakat.
Penulis dan Editor Bayu Prastowo