Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM Fokus Bangun Etos Kerja Melalui Character Building

Foto Kegiatan Character Building Mahasiswa Pendidikan Profesi Fisioterapis UMM

Pendidikan Profesi Fisioterapis Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengadakan agenda rutin dalam rangka proses penerimaan mahasiswa baru. Salah satu kegiatan penting yang dilaksanakan adalah Character Building, bekerja sama dengan Pusat Layanan Psikologi (PLP) UMM. Kegiatan ini berlangsung di Sengkaling, Senin (9/9/2024). Kegiatan Character Building ini merupakan langkah awal guna membentuk karakter mahasiswa agar memiliki jiwa simpati, empati, dan profesional dalam menjalankan tugas sebagai tenaga kesehatan. Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis, Safun Rahmanto, SST.Ft., M.Fis, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat penting dalam mempersiapkan mahasiswa untuk terjun ke dunia praktik. “Pada jenjang sarjana, mahasiswa kami sudah dibekali dengan Interprofessional Education (IPE), yang berfokus pada praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan. Mahasiswa mempelajari peran masing-masing profesi kesehatan guna meningkatkan kemampuan kolaborasi dan kualitas pelayanan. Namun, di jenjang profesi ini, mahasiswa kami berasal dari berbagai kampus, sehingga perlu ada pembinaan karakter yang intensif dalam waktu singkat,” jelas Safun Rahmanto. Ia juga menambahkan bahwa pembinaan ini bertujuan untuk menumbuhkan etos kerja yang baik pada mahasiswa sehingga nantinya mereka siap memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas kepada masyarakat. Program ini menjadi pondasi awal bagi mahasiswa baru dalam memahami pentingnya kerja sama antarpihak dalam lingkungan kerja profesional di bidang kesehatan. Diharapkan melalui Character Building, lulusan program profesi Fisioterapis UMM tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang mumpuni, tetapi juga jiwa kepemimpinan dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam melayani masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Mahasiswi Fisioterapi UMM Raih Juara 3 dalam Kompetisi Nasional Video Edukasi PACE 2024

Pengumuman Perolehan Medali

Mahasiswi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali menorehkan prestasi dalam ajang kompetisi Video Edukasi pada PACE 2024 (Physiotherapy Academic Competition and Expo). Kompetisi tingkat nasional ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Minggu, 8 September 2024. PACE 2024 dirancang untuk mengasah kemampuan mahasiswa di luar aspek empiris, dengan tetap mendorong pengembangan potensi lain yang dimiliki setiap peserta. Tujuannya adalah untuk melahirkan karya-karya bermanfaat bagi masyarakat. Kompetisi ini diikuti oleh mahasiswa dari berbagai kampus, seperti Universitas Widya Husada Semarang, Universitas Muhammadiyah Surakarta, Poltekkes Surakarta, STIKes Baitul Hikmah, dan masih banyak lagi. Delegasi dari UMM bernama Triwiyarya yang terdiri dari Hervinda Suryaning Cahyani, Inayah Wahyu Widyaningrum, dan Nisa’ Daril Hannah. “Sebelumnya kami belum pernah mengikuti perlombaan video edukasi. Ini pertama kalinya kami berpartisipasi, dengan tujuan untuk mengembangkan kemampuan masing-masing anggota tim. Saya, misalnya, lebih terbiasa berbicara di depan umum, sementara Hanna dan Ina lebih unggul dalam pengambilan gambar dan editing,” jelas Hervinda. Hervinda menambahkan bahwa dalam kompetisi perdana ini, tim mereka memilih topik edukasi mengenai Low Back Pain (LBP) untuk masyarakat. Dengan persiapan matang, mulai dari konsep visualisasi, materi, hingga pengaturan lokasi, mereka merasa percaya diri mampu bersaing dengan peserta lain. “Alhamdulillah, kami berhasil meraih juara 3,” tutupnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Fisioterapi UMM Sambut Tahun Ajaran 2024/2025 dengan Wajah Baru Asisten Laboratorium

Tim Asisten Laboratorium Fisioterapi UMM

Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) bersiap menyambut tahun ajaran baru 2024/2025 dengan sejumlah inovasi yang siap meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah signifikan yang diambil adalah penerapan kurikulum Outcome-Based Education (OBE), sebuah pendekatan yang berfokus pada capaian belajar yang diharapkan dari para mahasiswa. Kurikulum OBE ini dirancang untuk memastikan lulusan Program Studi Fisioterapi UMM memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dapat beradaptasi dengan perubahan di sektor kesehatan. Penerapan kurikulum ini diharapkan dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan di dunia profesional. Selain itu, kehadiran Asisten Laboratorium (Aslab) baru juga menjadi warna baru dalam perkuliahan tahun ajaran ini. Para Aslab ini telah melewati serangkaian seleksi ketat yang meliputi Tes Potensi Akademik Fisioterapi (TPAF), observasi praktik, dan wawancara. Seleksi ini dilakukan untuk memastikan bahwa Aslab yang terpilih memiliki kemampuan akademik dan praktis yang mumpuni, serta mampu mendukung proses pembelajaran di laboratorium. Tugas para Aslab ini mencakup tanggung jawab mendampingi mahasiswa saat kegiatan praktikum dan memberikan asistensi kepada mahasiswa dalam menyusun laporan praktikum. Selain itu, Aslab juga berperan dalam membantu memonitor pelaksanaan praktikum, memastikan bahwa seluruh peralatan laboratorium digunakan dengan benar dan aman, serta membantu dalam evaluasi kinerja mahasiswa selama praktikum. Para Aslab ini, Cici Farida Ahmad Putri, Ferina Nur Aqilah, Bagus Prasetyo Pamungkas, Nurul Waridhil Iqbal, Naela Saumi Zuventin, Nur Halizah Rahma Dini, Rizki Awwaludin, Prabawati Sinta Mario, Rahmantia Junus, Agnes Darin dan Alimah Yusandy. Mereka nantinya akan ditempatkan di beberapa departemen, yakni muskuloskeletal, pediatri, geriatri, olahraga, kardiopulmonal, dan neuromuskular. Dengan adanya Aslab di setiap departemen, mahasiswa diharapkan dapat lebih optimal dalam mengasah keterampilan praktis mereka, di bawah bimbingan tenaga pendidik yang profesional. Persiapan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih baik dan mendalam bagi para mahasiswa, guna mencetak fisioterapis yang kompeten dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Fisioterapi UMM Berpadu Dalam Warna Budaya di Peringatan HUT RI Ke-79

Foto Bersama Dosen dan Tenaga Kependidikan Fisioterapi dalam HUT RI Ke-79

Dosen dan tenaga pendidik dari Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), dengan penuh semangat mengikuti peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-79 di Halipad pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Pada upacara yang berlangsung khidmat tersebut, seluruh peserta tampil dengan busana tradisional yang mencerminkan keberagaman budaya Indonesia. Dosen dan tenaga pendidik mengenakan baju pangsi betawi, lurik, kebaya, bugis serta pakaian profesi petani, yang menambah kekayaan visual peringatan hari kemerdekaan ini. Selain upacara bendera, peringatan HUT RI di FIKes UMM juga diwarnai dengan berbagai perlombaan yang diikuti dengan antusias oleh dosen dan tendik. Salah satu momen berkesan adalah keberhasilan mereka meraih juara dua dalam lomba Tiktok. Video yang diangkat dalam lomba ini mengusung tema “Transisi Pengabdian Seorang Fisioterapis yang Berbudaya”, yang menggambarkan bagaimana seorang fisioterapis mengabdi kepada masyarakat dengan tetap memegang teguh nilai-nilai budaya. Perayaan ini bukan hanya menjadi ajang untuk mengenang perjuangan pahlawan, tetapi juga sebagai wujud kebersamaan dan penghargaan terhadap kebudayaan yang terus hidup di tengah-tengah masyarakat. Semangat ini diharapkan dapat terus menginspirasi seluruh civitas akademika UMM dalam menjalankan tugas dan pengabdian mereka. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Bentuk Generasi Bermartabat, Fisioterapi UMM Lakukan Lokakarya Pengembangan Kurikulum OBE

Suasana Rapat Lokakarya Kurikulum OBE 2024

Lokarya pengembangan kurikulum Outcome-Based Education (OBE) sukses diselenggarakan di Ruang Sidang Lt.2 Kampus 1 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Lokakarya ini dihadiri oleh seluruh sivitas akademika yang berada dilingkungan Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis, Rabu (8/8/2024). Dimas Sondang Irawan, SST.Ft., M.Fis., Ph.D selaku Ketua Program Studi Fisioterapi menyampaikan bahwa kurikulum yang diterapkan di program studi kami telah disesuaikan berdasarkan ketentuan yang telah disepakati baik asosiasi ataupun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Selain itu, Safun Rahmanto, SST.Ft., M.Fis selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis juga mengungkapkan bahwa kegiatan lokakarya merupakan agenda rutin, guna menjawab tantangan dan perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) khususnya pada bidang Fisioterapi. Sudah selayaknya kita berfokus bagaimana menyiapkan lulusan kami yang mampu berdaya saing serta bermartabat berdasarkan al-islam kemuhammadiyahan. Sejak tahun ajaran periode 2023/2024 telah melakukan pendidikan berdasarkan kurikulum OBE. Kurikulum ini merupakan sistem pendidikan yang berfokus pada hasil proses pembelajaran. Domain fokus kurikulum ini meliputi pengetahuan, keterampilan dan sikap yang spesifik. Penilaian pada setiap mata kuliah berdasarkan kompetensi ujian, tugas proyek, portofolio atau kinerja yang dipusatkan pada peningkatan berkelanjutan. Peningkatan bertujuan untuk memastikan proses pendidikan memberikan relevansi dengan perkembangan dan kebutuhan dunia kerja. Keterlibatan alumni dan beberapa pakar memberikan dampak positif terhadap kepuasan belajar. Hal ini dikarenakan mahasiswa lebih memahami tujuan pembelajaran dan bagaimana dampak pada karir kedepannya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Keren, Mahasiswi Fisioterapi UMM Raih Runner-Up 2 Pemilihan Putra Putri Kampus 2024

Pemilihan Putra Putri Kampus UMM Tahun 2024

Penentuan Putra Putri Kampus (PAPIKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) telah memasuki grand final, Sabtu malam lalu (1/7/2024). Gelaran ini merupakan program tahunan yang di selenggarakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Putra Putri Kampus UMM. Gelaran ini bertujuan untuk mengasah keunikan setiap mahasiswa dengan berdasarkan 5B (Brain, Beauty, Behaviour, Belive, Brave). Tentunya ini sebagai representasi PAPIKA UMM untuk mengemban tugas sebagai promotor, edukator dan inspirator. Pada sesi grand final menobatkan Hervinda Suryaning Cahyani, yang merupakan mahasiswi Program Studi Fisioterapi menjadi Runner-Up 2 PAPIKA UMM Tahun 2024. Bahagia dan haru dirasakan oleh Vinda, sapaan akrabnya. “Sampai detik ini saya tidak pernah terbersit akan menjadi Runner-Up 2 PAPIKA UMM. Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Bagaimana tidak, saya telah berhasil melewati tahap seleksi dari 100 peserta. Kemudian tersaring menjadi 10 Finalis Putra dan 10 Finalis Putri, hingga memasuki grand finalis,” ungkapnya. Salah satu hal yang menjadi dorongan kuat untuk mengikuti PAPIKA adalah ingin membuka kesempatan untuk diri saya agar terus berkembang. Saya yakin kita semua mampu untuk menggapi sesuatu yang dicitakan seperti ungkapan Let To Be Grow With Our Good Confidance. Penulis Nur Halizah Rahmadini dan Editor Bayu Prastowo

Atlit Fisioterapi UMM Boyong Tropi Emas Pada Gelaran Rector Cup Yang Di Buka Jokowi

Foto Peraih Medali Karate dalam Ajang Rektor Cup 2024

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tengah menyelenggarakan Rektor Cup sejak sebulan yang lalu. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan guna mengasah dan menggali potensi mahasiswa. Agenda ini diikuti oleh 1.200 mahasiswa yang terdiri dari 10 fakultas. Rektor Cup tahun ini dibuka secara resmi oleh Badan Pembina Harian (BPH) UMM Prof. Dr. Joko Widodo, M.Si. Dalam sambutannya, “Kegiatan ini merupakan tempat mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan sekaligus menjadi tempat mendulang pengalaman di dunia kampus. Kegiatan baik ini, tentunya menjadi agenda rutin tahunan,” tegasnya. Jokowi, sapaan akrabnya juga menegaskan bahwa menang ataupun kalah itu menjadi hal biasa didalam sebuah kompetisi. Hal ini lah yang kedepannya kalian hadapi ditengah masyarakat, harus mampu memiliki rasa menghormati dan legowo. Suasana kompetitif juga dirasakan oleh Baihaqi Rahmatiga Soesanto yang merupakan perwakilan atlit karate dari Fisioterapi. Baihaqi, mengungkapkan bahwa dirinya beserta rekan-rekan lainnya berusaha menguatkan mental, disiplin dan latihan yang lebih keras. Kini ia bertanding dibawah Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) pada kategori Kata Perorangan Putra, Kumite Bebas Putra dan Kumite Perorangan + 60kg Putra. Di keseluruhan kategori tersebut berhasil meraih medali emas dari 36 atlit dari berbagai fakultas di UMM. Hal serupa juga dirasakan oleh atlit pencak silat, Najmuddin Akbar yang berhasil meraih juara 2 kategori tanding putra dari Tapak Suci. Kemudian Danang Wasis Medika yang juga berhasil meraih juara 3 kategori tanding putra dari Persaudaraan Setia Hati terate (PSHT). Sedangkan pada cabang olahrga Catur, altit fisioterapi juga berhasil meraih medali emas yang diwakili oleh Nur Syifa Sulistia dan Apriliana Rambu Dulu Mosa. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Pioner Berbagai Inovasi, Fisioterapi UMM Raih Akreditasi Unggul

Foto Bersama dengan Asesor LAMPT-Kes

Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis mengumumkan pencapaiannya dalam meraih akreditasi unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAMPT-Kes). Pencapaian gemilang ini tertuang di Surat Keputusan (SK) No.0367/LAMPT-Kes/Akr/Sar/VI/2024 dan No.0368/LAMPT-Kes/Akr/Pro/VI/2024 yang diterbitkan pada 14 Juni 2024. Bukan hanya kali ini saja Program Studi Fisioterapi dan Pendidikan Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menjadi pioner diberbagai inovasi akademik ataupun non-akademik. Sebelumnya telah menjadi program studi pertama di Jawa Timur pada tingkat sarjana ataupun profesi pada tahun 2012. Selain itu juga menjadi program studi pertama yang memiliki tenaga pendidik doktoral fisioterapi. Guna menciptakan profil lulusan sesuai dengan standar nasional dan internasional, seluruh tenaga pendidik tersebut berasal dari lulusan perguruan tinggi luar negeri. Selain itu juga dari lulusan perguruan tinggi nasional terbaik. Tak sampai disitu, tenaga pendidik tersebut juga telah tersertifikasi Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS), Proprioceptive Neuromuscular Facilitation (PNF) dan Dry Needling (DN). Kiprahnya dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi dibuktikan dengan karya akademik seperti publikasi ilmiah, buku, hak kekayaan intelektual (HKI) hingga paten. Bukan hanya tenaga pendidik, para mahasiswa juga berperan aktif dalam berbagai kegiatan. Sederet medali terpampang menghiasi prestasi yang telah diraihnya. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Dr Yoyok Bekti Prasetyo, MKep, SpKom menyampaikan rasa syukur dan terimakasih kepada seluruh sivitas akademik dilingkungan program studi atas kerja cerdasnya. Semoga ini menjadi lecutan untuk terus menjadi yang terbaik. Dimas Sondang Irawan, SSTFt, MFis, PhD selaku Ketua Program Studi Fisioterapi dan Safun Rahmanto, SSTFt, MFis selaku Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Fisioterapis mengungkapkan hal yang sama, “Dedikasi seluruh sivitas akademika serta berbagai prestasi menjadi komitmen kita semua untuk terus mengembangkan kualitas mutu. Sedari awal kita tidak hanya berfokus dalam proses pembelajaran. Namun, kita berupaya menyiapkan lulusan untuk siap memberikan layanan prima,” ungkapnya. “Lulusan profesi fisioterapis secara umum memiliki masa tunggu tidak lebih dari 4 bulan. Alhamdulillah, lulusan kita juga saat ini tersebar diseluruh Indonesia baik di klub olahraha, klinik, rumah sakit, praktik mandiri, dosen hingga peneliti. Bahkan beberapa diantaranya menjadi perwira fisioterapis di TNI AD,” tandasnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Peringati HUT IFI Ke-56, Fisioterapi UMM Galakan Pengabdian Kepada Masyarakat Nasional

Foto Bersama Pengabdian kepada Masyarakat Bersama Alumni di Lombok

JurnalPost: Gerakan pengabdian kepada masyarakat tengah terus digalakan oleh Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kegiatan ini berkaitan dengan peringatan HUT Ikatan Fisioterapi Indonesia yang ke-56. Pengabdian ini mengangkat tema “Bergerak Bersama Fisioterapi Untuk Indonesia Maju”. Pengabdian diselengarakan di RT 01 Lingkungan Marong Jamaq Utara, Mataram dan diikuti oleh lebih dari 50 masyarakat, Rabu (10-13/7/2024). Kegiatan ini disambut hangat oleh Perangkat Kelurahan dari Lingkungan Marong, Lalu Muhammad Yaqub S.E, “Senang rasanya menerima kegiatan pengabdian dari para akademisi dilingkungannya. Keterlibatan dari berbagai perangkat sekitar dan ikatan alumni fisioterapi UMM sangat membantu dalam meningkatkan wawasan baru. Saya yakin ini semua tak lepas dari rencana tindak lanjut kedepannya”, katanya. Dimas Sondang Irawan SST.Ft., M.Fis., Ph.D, dalam sambutanya juga menyampaikan, “Kegiatan ini bekerjasama dengan ikatan alumni fisioterapi UMM yang tersebar diwilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat. Dengan ini kami berharap para masyarakat dapat mengenal dan menjangkau fisioterapi melalui alumni kami,” jelasnya. Kegiatan pengabdian ini sebelumnya telah dijembatani oleh para alumni. Sehingga yang disampaikan ini berdasarkan permasalahan yang sering terjadi di tengah lingkungan masyarakat Marong. Seperti permasalahan gerak tubuh, penurunan kekuatan dan nyeri otot, obesitas, kebugaran fisik dan perilaku tumbuh kembang ditengah kemajuan teknologi. Materi pengabdian tersebut disampaikan oleh dosen fisioterapi UMM sesuai dengan kepakarannya. Keluhan tersebut dinilai akibat kurang optimalnya pemanfaatan sumber daya alam dilingkungan. Seperti keluhan masyarakat mengenai nyeri otot, kelemahan otot, serta rasa mudah lelah yang dapat dicegah melalui konsumsi makanan tinggi kalsium. Jenis makanan yang dapat dikonsumsi meliputi ikan, kacang-kacangan, telur, produk olahan susu dan sayuran berdaun hijau. Seluruh makanan ini dapat dengan mudah ditemui di lingkungan Marong. Selain itu juga, pola makan dengan real food mampu mengurangi kejadian obesitas. Perilaku obesitas saat ini juga dipengaruhi oleh kemajuan teknologi. Salah satu contoh sederhananya adalah penggunaan kendaraan bermotor walaupun hanya aktivitas ke sekitar rumah. Pola ini dapat dirubah dengan membiasan berjalan kaki, karena dengan 8.000-10.000 langkah mampu menurunkan 2kg berat badan. Tak hanya itu, dosen juga memberikan pencegahan ketika masyarakat mengalami nyeri pada tubuh, yang masyarakat sekitar sebut dengan istilah “panggel”. Yang tak kalah pentingnya adalah menyoroti pola asuh dengan normalisasi penggunaan gawai pada balita hingga anak-anak. Pembiasaan ini jika diteruskan dapat menurunkan kemampuan motorik, gangguan penglihatan, perubahan postur, dan menurunkan ketrampilan bersosialisasi. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Mahasiswi Fisioterapi UMM Berkesempatan Belajar Vojta Therapy di Thailand

Suasana Pembelajaran Metode Vojta Therapy

Dua mahasiswi Program Studi S1 Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berkesempatan mengikuti pertukaran pelajar internasional di Thailand melalui International Student Exchange di Physical Therapy Mahidol University, Thailand. Syabina Zahra Rienanda dan Nur Halizah Rahma Dini yang merupakan mahasiswa tahun ketiga yang mengikuti program tersebut sejak Juni 2024 lalu. Program ini sepenuhnya dibiayai oleh Program Studi melalui beberapa persyaratan dan seleksi. Zahra sapaan akrabnya menceritakan kegiatannya, “kami mendapatkan pengetahuan dan wawasan baru yang sebelumnya belum pernah didapatkan di Indonesia, yaitu Vojta Therapy. Kami mempelajari teknik ini pada saat melakukan Clinical Practice di Klinik Pediatri Mahidol University bersama PT.Soraya,” tandasnya. Vojta Therapy merupakan sebuah metode neuromuskular dinamis menggunakan prinsip refleks lokomotor dan kinesiologi. Metode ini dapat diberikan pada pasien dengan permasalahan sistem saraf pusat dan sistem muskuloskeletal di segala rentang usia. Metode Vojta Therapy dikembangkan oleh Prof. Vaclav Vojta yang merupakan seorang spesialis neurologi anak pada abad ke-20 dan sekarang sudah banyak berkembang di Eropa. Halizah juga menambahkan, “tidak hanya Vojta Therapy, kami juga dikenalkan dengan beberapa modalitas lain seperti Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Transcranial Direct Current Stimulation (tDCS), dan Peripheral Magnetic Stimulation (PMS)”. Modalitas ini seharusnya hanya didapatkan ketika sudah di tingkat Master ataupun Doktoral. Namun, kami memberikan kesempatan untuk mempelajari modalitas-modalitas tersebut,” tutur Dr. Jenjira Thanalamchokai selaku Pakar Neurologi di Mahidol University. Penulis Nur Halizah Rahma Dini dan Editor Bayu Prastowo