Pengabdian Internasional: Fisioterapi UMM Berikan Brain Gym Exercise di Pertubuhan Rumah Anak Yatim Az-Zahra Malaysia

Pelaksanaan Pengabdian Internasional di Malaysia

Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Indonesia kini tengah merambah pengabdian hingga ke mancanegara. Tim ini terdiri dari beberapa Dosen Fisioterapi yaitu Dimas Sondang Irawan, SST.Ft, M.Fis., Ph.D, Safun Rahmanto, SST.Ft., M.Fis., Nungki Marlian Yuliadarwati, SST.Ft., M.Kes., dan Ali Multazam, S.Ft., Physio., M.Sc. Kegiatan in turut menggandeng mahasiswa S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis yang tengah melakukan Student Exchange di Universiti teknologi Mara (UiTM) Cawangan Pulau Pinang Kampus Bertam, Rabu (30 April 2024). Pengabdian internasional ini menggandeng mitra Pertubuhan Rumah Anak Yatim Az-Zahra di Malaysia dengan tema Brain Gym Exercise. Latihan ini dikenal juga dengan istilah senam otak yang bertujuan untuk latihan gerakan fisik. Selain itu untuk meningkatkan kemampuan belajar dan perkembangan otak anak. Dengan melakukan gerakan-gerakan yang terkoordinasi, diharapkan kegiatan ini mambu membantu meningkatkan konsentrasi, fokus, dan kemampuan belajar anak. Brain Gym Exercise merupakan rangkaian latihan sederhana yang mencakup gerakan-gerakan seperti menyilangkan tangan dan kaki, menarik napas dalam, serta meregangkan tubuh. Latihan ini dirancang untuk merangsang koordinasi antara otak kanan dan kiri, sehingga mendukung fungsi kognitif yang optimal. Selain itu, gym exercise ini juga bermanfaat dalam mengurangi stres dan meningkatkan suasana hati, sehingga anak-anak dapat belajar dengan lebih efektif. Kegiatan ini tidak memerlukan peralatan khusus, sehingga mudah dilakukan di mana saja dan kapan saja, menjadikannya solusi praktis untuk mendukung perkembangan anak. “Pemberian latihan ini disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan mitra. Terlebih lagi metode ini tanpa menggunakan bantuan media simulasi sehingga dapat dengan mudah dilakukan,” kata Dimas Sondang Irawan, selaku Ketua Program Studi Fisioterapi dan Ketua Tim PkM. Dr. Wan Ishma selaku perwakilan dari Ketua Fakulti Sains Kesihatan UiTM mengatakan bahwa Fisioterapi UMM menjadi satu-satunya Program Studi dari luar negara yang melakukan Pengabdian di Malaysia. “Saya merasa kegiatan ini sangat bermanfaat untuk peserta didik di Pertubuhan Rumah Anak Yatim Az-Zahra,” tandasnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Lolos Pendanaan BELMAWA, Mahasiswa Fisioterapi UMM Usung Edukasi Berbasis Game untuk ODHA dan Balita

Tim PKM-PM pertama beranggotakan Bagus Prasetyo Pamungkas, Rahmatia Junus, Nur Halizah Rahma Dini, dan Farika Maulidiyah Rahman

Tim Program Kreativitas Mahasiswa-Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menorehkan prestasi serta menjadi berita gembira karena berhasil mendapatkan pendanaan Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Gelaran ke-37 ini akan dilangsungkan di Universitas Airlangga, Surabaya. Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKes), Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc(PT)., Ph.D menyampaikan bahwa FIKes juga menjadi Fakultas dengan penyumbang judul PKM tertinggi ke-2 di lingkungan universitas. Prestasi ini semoga menjadi pijakan kita dalam kompetisi tingkat nasional. Karena tidak dapat dipungkiri, kegiatan ini merupakan ajang bergengsi tahunan mahasiswa pada tingkat nasional yang diadakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa)”, jelasnya, Sabtu (20/4/2024). Bidang PKM-PM meliputi kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa yang berlandaskan Sustainable Development Goals (SDGs). Bukan tanpa alasan, kegiatan PKM-PM secara umum bertujuan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berinteraksi secara aktif dengan masyarakat mitra non-profit, menumbuhkan tenggang rasa dan solidaritas terhadap masalah yang dihadapi masyarakat mitra, menerapkan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni untuk membantu menyelesaikan permasalahan mitra. Hal ini lah yang juga mendasari pembentukan tim PKM-PM di lingkungan Program Studi Fisioterapi UMM. Serta sebagai media pengenalan Profesi Fisioterapis di tengah masyarakat. Tim PKM-PM pertama beranggotakan Bagus Prasetyo Pamungkas, Rahmatia Junus, Nur Halizah Rahma Dini, dan Farika Maulidiyah Rahman. Judul yang diusung adalah ladders snakes game untuk meningkatkan aktivitas fisik pada komunitas orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kota Malang. Kemudian tim kedua beranggotakan Prabawati Sinta Mario, Nurul Intan Fadhilah, dan Khairunnisa Al Mutmainnah. Mengusung judul edukasi busy board untuk perkembangan senso-motorik pada balita di Posyandu Kelurahan Dinoyo. Judul inovasi PKM-PM diharapkan nantinya mampu memberikan dampak yang positif baik bagi sivitas akademika ataupun mitra non profit. Kedua judul yang diajukan merupakan modifikasi prioritas dari hasil informasi, komunikasi dan diskusi kondisi masyarakat mitra, ungkap pembimbing PKM-PM, Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Strategi Terintegrasi Pemutakhiran Data dalam Meningkatkan Skor Sinta Fisioterapi UMM

Foto Bersama Dalam Kegiatan Pemutakhiran Akun Sinta Fisioterapi

Lembaga Pengembangan Publikasi Ilmiah (LPPI), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) berikan pendampingan pemutakhiran data pada Sinta yang dilaksanakan di Aula Kampus I UMM pada Senin, 17 Maret 2024. Kegiatan ini didampingi langsung oleh Yusmine Yulianto Pradita, SKom dari Tim Teknologi Informasi dari LPPI dan Wakil Dekan III, Rakhmad Rosadi, Ph.D. Selain itu, kegiatan ini di hadiri oleh seluruh Dosen dan Tenaga Pendidik Program Studi S1 Fisioterapi serta Program Studi Profesi Fisioterapis. Dalam sambutannya, Ketua Program Studi, Dimas Sondang Irawan, Ph.D menyampaikan bahwa tingkat statistik Sinta merupakan parameter penting untuk menilai produktivitas sebuah program studi dalam memenuhi Tridarma Perguruan Tinggi. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi dan pendampingan langsung untuk pemutakhiran masing-masing akun sinta Dosen. Terlihat sebelum pemutakhiran skoring Sinta Program Studi Fisioterapi berada jauh dari kata memuaskan. Namun, setelah pemutakhiran terdapat peningkatan skoring dengan berada pada posisi ketiga dari seluruh Program Studi Fisioterapi di Indonesia. Peningkatan ini dikarenakan adanya sinkronisasi seluruh akun dari Garuda, Google Scholar, Scopus dan Web of Science. Selain itu banyak para Dosen yang telah memiliki karya Buku, HKI dan Paten, akan tetapi belum diperbaharui pada Sinta. Hal inilah yang menyebabkan skoring pada Program Studi juga rendah. Peningkatan skoring akan terus dilanjutkan melalui berbagai program kegiatan baik secara nasional ataupun internasional. Bentuk nyata kegiatan peningkatan ini setiap tahunnya dapat dilihat secara rill pada grafik latest number of article, research, community sevices, IPRs, Book dan metrics pada Sinta Fisioterapi UMM. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Fisioterapi UMM-UPT RSBN Malang Realisasikan CoE Fisioterapi Inklusi

Foto Bersama Setelah Melakukan Pembahasan Silabus dan Transfer Knowledge

Guna menciptakan program Center of Excellence (CoE) dalam pengembangan kemampuan mahasiswa, Program Studi Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melakukan penguatan bersama Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Netra (UPT RSBN) Malang. Selain itu program CoE merupakan bentuk implementasi program Kampus Merdeka. Program CoE ini berfokus pada Fisioterapi Inklusi. Ketua Program Studi, Dimas Sondang Irawan, Ph.D dalam paparannya menyampaikan bahwa seorang fisioterapis harus mampu memberikan layanan kesehatan diseluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Namun, temuan dilapangan banyak menunjukkan adanya diskriminasi layanan tersebut bagi penyandang tunanetra, tunawicara, tunadaksa, tunarungu dan tunagrahita, Malang (6/3/2024). Kemandirian aksesibilitas layanan kesehatan bagi penyandang disabilitas masih belum optimal. Dalam pelayanannya, tenaga kesehatan membutuhkan pendamping pasien untuk menjalankan proses asuhan atau tatalaksana. Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan berkomunikasi dan pelayanan pada pasien disabilitas menjadi kelemahan di sistem layanan kesehatan saat ini. Serangkaian kegiatan CoE diawali dengan Training of Trainers (ToT) dan observasi. Dalam ToT menjelaskan metode pembelajaran, kompetensi keilmuan dan keahlian, sertifikasi serta menejemen risiko praktik. Komponen tersebut menjadi parameter utama dalam program CoE, yang di sampaikan oleh Ali Multazam, Physio MSc. Program ini mendapatkan apresiasi dari Kepala UPT RSBN Malang, Firdaus Sulistijawan S.Sos MPSSp. “Kami sebagai Penerima Manfaat (PM) berharap program ini kedepannya mampu memberikan peningkatan soft skill dan kemandirian penyandang disabilitas di tengah masyarakat. Selain itu, program ini juga menjadi media transfer knowledge. Dengan adanya Program Studi Fisioterapi, nantinya mampu menjadi kolaborator dalam pengembangan silabus dan sertifikasi pelatihan,” ungkapnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Mahasiswa Fisioterapi UMM Torehkan Medali di PORNIKES JATIM 2024

Foto Bersama Setelah Penyerahan Medali PORNIKES JATIM

Pekan Olahraga Seni dan Kesehatan (PORNIKES) Se-Jawa Timur telah sukses digelar, Sabtu-Minggu (2-3/3/2024). Pekan tersebut merupakan agenda tahunan antar Perguruan Tinggi Kesehatan yang tahun ini digelar di Universitas dr. Soebandi, Jember. PORNIKES merupakan ajang kegiatan perlombaan pada cabang olahraga dan seni bagi kampus dengan program studi kesehatan di wilayah Jawa Timur. Hingga saat ini terdapat 45 institusi dan 24 program studi kesehatan dari vokasi ataupun strata-1. Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (FIKes UMM) menjadi salah satu peserta PORNIKES yang berhasil menorehkan medali pada beberapa cabang olahraga dan seni. Keberhasilan tersebut ditunjukkan dengan perolehan juara 3 tenis meja pada kategori tunggal putra, putri dan ganda campuran, juara 3 futsal, juara 3 catur. Kemudian juara 2 pada english presentation skill dan harapan 3 pada cabang olahraga seni. Dan yang paling membanggakan yaitu perolehan juara 1 pada e-sport. Kontingen PORNIKES FIKes UMM merupakan mahasiswa dari program studi ilmu keperawatan, D3 keperawatan, farmasi dan fisioterapi. Keberhasilan ini didukung dengan pembinaan melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Semi Otonom (LSO) pada tingkat fakultas serta kerja keras tim kontingen. Unit dan lembaga tersebut menjadi tempat untuk terus mengasah kemampuan secara bersama-sama bagi para kontingen. Selain hal itu, Wakil Dekan 3 FIKes UMM, Rakhmad Rosadi SSTFt MSc PhD, menambahkan bahwa kesuksesan para kontingen didukung oleh kerja keras dengan penuh juang baik selama persiapan atau dalam kompetisi. Secara penuh FIKes memberikan motivasi, apresiasi dan dukungannya kepada para kontingen untuk terus berprestasi pada bidang olahraga dan seni, tutupnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

Perkuat Kompetensi Internasional, Fisioterapi UMM Kirimkan Dosennya Pelatihan DNS ke Turki

Foto Kegiatan Pelatihan DNS, di Turki

PWMU.CO: Program Studi Fisioterapi, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) terus mengupayakan untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) pada tingkat Internasional. Penguatan ini bertujuan untuk menyongsong kebutuhan dan perubahan tren kesehatan baik secara nasional ataupun global. Komitmen ini dibuktikan dengan diberangkatkannya salah satu dosen Fisioterapi, Rakhmad Rosadi, SST.Ft., M.Sc.Pt., Ph.D(PT). Melalui sambungan telefon, Rakhmad Rosadi mengungkapkan kegiatan ini merupakan Dynamic Neuromuscular Stabilization (DNS) Skill Course on Scoliosis. Sertifikasi ini dilaksanakan oleh Rehabilitation Prague School pada 27-28 Januari di Istanbul Turki, Minggu (28/01/2024). Instruktur sertifikasi DNS ini adalah Katerina Jezkova, MPt dan Martina Jeskova, MPt yang berasal dari Rehabilitation Prague School. Sekolah ini merupakan pusat pengembangan prinsip-prinsip kontrol motorik, postural, gerakan, pola berjalan dan rehabilitasi saraf yang dikemukakan oleh Karel Lewit dan Vladimir Janda. Hingga prinsip DNS yang saat ini secara protokol klinis mampu memulihkan dan menstabilkan fungsi gerak, jelasnya. Penguatan ini selaras dengan program pemerintah untuk mengendalikan angka kejadian skoliosis di Indonesia. Menurut data yang dilansir oleh Kementrian Kesehatan, prevalensi kejadian skoliosis mencapai 2.93%. Sedangkan di Dunia pertahunnya terus mengalami peningkatan mencapai 12%. Skoliosis yang terjadi di Indonesia tergolong dalam kategori skoliosis idiopatik. Ironisnya kejadian ini ditemukan pada rentang usia remaja yang merupakan generasi emas bangsa. Selain itu remaja dengan jenis kelamin perempuan dibandingkan dengan laki-laki.  Skoliosis sendiri merupakan kondisi kelainan postur tulang belakang yang pada umumnya membentuk pola huruf C ataupun S. Fenomena skoliosis tersebut dikelompokkan menjadi empat kategori berdasarkan usia. Kategori pertama,  Infantile Idiopathic yang terjadi sejak lahir sampai usia 20 tahun. Kategori kedua, Juvenile Idiopathic Scoliosis yang terjadi pada rentang usia 3 hingga 9 tahun. Kemudian kategori ketiga, Adolescent Idiopathic Scoliosis yang terjadi pada usia 10 sampai 17 tahun.  Sedangkan yang terakhir adalah kategori Adult Idiopathic Scoliosis yang terjadi diatas usia 18 tahun. Faktor lain yang berpotensi meningkatkan prevalensi skoliosis adalah masa pubertas, indeks masa tubuh, dan perilaku aktivitas sehari-hari. Meningkatnya angka penggunaan gawai pada anak sekolah tanpa disertai posisi yang ergonomis menjadi sumbangsih terhadap angka kejadian skoliosis di Indonesia. Upaya promotif dan preventif terus dilakukan oleh Program Studi Fisioterapi UMM melalui berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Deteksi dini dapat dilakukan melalui pengukuran skoliometer dan pemeriksaan spesifik fisioterapi. Namun, upaya kuratif dan rehabilitatif tetap dilakukan untuk mengambalikan fungsi gerak penderita skoliosis, salah satunya melalui penguatan ini, tukas Rakhmad Rosadi diakhir sambungan telfonnya. Penulis dan Editor Bayu Prastowo

PFAI dan Departemen Pediatri Fisioterapi UMM Lakukan Standarisasi Laboratorium

Foto Bersama Ketua PFAI, Ketua Departemen Fisioterapi Pediatri, dan Asisten Laboratorium

Ketua Perkumpulan Fisioterapi Anak Indonesia (PFAI), dr. Yohanes Purwanto, Ftr, S.Psi lakukan kunjungan ke Kampus I Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Ketua Departemen Fisioterapi Pediatri, Atika Yulianti, SST.Ft., Ftr., M.Fis, Sabtu, (13/01/2024). Kunjungan ini merupakan upaya tindak lanjut dari diskusi mengenai standarisasi laboratorium pediatri di beberapa kegiatan dan juga pengembangan laboratorium fisioterapi UMM terstandar International Organization for Standardization (ISO: 17025.2017), ungkap Atika Yulianti. Selain itu, dr. Yohanes juga menyampaikan bahwa laboratorium pediatri yang ada di Program Studi S1 Fisioterapi dan Profesi Fisioterapis UMM sudah memenuhi kebutuhan pembelajaran. Parameter untuk menentukan standarisasi laboratorium pediatri di Indonesia memang masih belum tersedia. Sehingga salah satu upaya yang PFAI lakukan adalah mengadopsi sistem laboratorium pediatri dari luar negeri. Beliau juga sharing bagaimana research laboratory setting di National Taipei University (NTU), Taiwan, tempat beliau mengenyam pendidikan doktoralnya. Laboratorium fisioterapi pendiatri perlu dilakukan pengembangan kompetensi neonatal care, pediatric care, dan sensory laboratory setup. Pengembangan inilah yang merupakan kompetensi pembeda antara tingkat diploma dan sarjana dan atau profesi. Laboratorium pediatri memiliki konsep yang lebih sederhana apabila dibandingkan dengan laboratorium lainnya. Namun, pada penatalaksanaannya membutuhkan kemampuan analisis yang tinggi. Disamping itu laboratorium pediatri juga harus mampu memberikan simulasi ataupun situasi nyata seperti pada layanan kesehatan secara umum. Diakhir kujungannya, dr. Yohanes mengatakan bersedia untuk melakukan pengembangan laboratorium pediatri bersama fisioterapi UMM. Pengembangan ini diharapkan menjadi penghubung antara kondisi di layanan kesehatan dengan proses pembelajaran. Sehingga capaian pembelajaran (CPL) berjalan dengan optimal sesuai dengan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Penulis dan Editor Bayu Prastowo