Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Angkatan 2025, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) kembali mengikuti rangkaian Student Day, sebuah kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu bagi mahasiswa baru. Agenda ini dirancang untuk memberikan pembinaan karakter, pengembangan diri, serta eksplorasi minat dan bakat melalui kegiatan program studi maupun Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Sabtu (15/11/2025).

Tim Penalaran Fisioterapi
Tim Penalaran Fisioterapi

Pada pelaksanaan hari ini, kegiatan Student Day yang berlokasi di GKB 5 UMM berfokus pada pembinaan potensi akademik. Sesi ini dipandu oleh Tim Penalaran Fisioterapi, yang terdiri atas Zidni Imanurrohmah Lubis, S.Ft., Ftr., M.Biomed, Nikmatur Rosidah, S.Ft., M.Sc(PT), dan Bayu Prastowo, S.Ft., Ftr., M.Si.

Materi yang disampaikan menekankan pentingnya kreativitas dan inovasi, terutama di tengah pesatnya perkembangan tren, teknologi, dan era kompetisi global. Para pemateri mendorong mahasiswa untuk mengasah kapasitas berpikir kritis, kemampuan problem solving, serta keberanian untuk mengembangkan ide-ide baru yang bermanfaat.

Salah satu sorotan utama adalah ajakan kepada mahasiswa untuk berpartisipasi dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), sebuah ajang bergengsi tingkat nasional yang menjadi wadah aktualisasi diri dan kompetensi akademik mahasiswa. Melalui pemaparan yang diberikan, mahasiswa diharapkan mampu memetakan potensi diri, menggali peluang riset atau inovasi, dan membangun mental kompetitif sejak dini.

Tim Penalaran Fisioterapi juga menekankan bahwa inovasi tidak selalu harus berkaitan dengan teknologi tinggi atau perangkat canggih. Justru, dalam banyak kasus, ide yang murah, sederhana, aplikatif, dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat memiliki nilai kebermanfaatan yang jauh lebih besar. Pendekatan inovasi yang membumi ini menjadi salah satu prinsip penting dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), di mana solusi yang efektif sering kali lahir dari pemahaman mendalam terhadap masalah sehari-hari serta kedekatan dengan kebutuhan masyarakat. Mahasiswa didorong untuk menciptakan karya yang tidak hanya kreatif, tetapi juga relevan, terukur, dan memberikan dampak langsung bagi lingkungan sekitar.

Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memahami budaya akademik di UMM, memperkuat literasi ilmiah, serta menumbuhkan semangat kolaborasi. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, diharapkan mahasiswa Fisioterapi UMM mampu menjadi generasi ilmiah yang unggul, adaptif, dan siap bersaing dalam dunia profesional.

Penulis dan Editor Bayu Prastowo